Archive for June 15th, 2008
Takut,…..tidak Bisa Tidur
Saya merasa senang sekali ketika menerima telepon dari bpk. Sigit Djentoro bahwa saya diminta untuk melakukan pra-perkenalan di GKI Klaten. Pra perkenalan dilaksanakan selama tiga bulan dari Oktober-Desember 1998.
Ketika itu saya baru saja sampai di Klaten. Belum genap sehari di Klaten, saya mendapati tamu pertama saya, yaitu bpk. Djoko Soedibjo. Waktu itu adalah hari Jum’at. [...]
Sweet Memories dari Jemaat GKI Klaten
S ebelum aku melayani di GKI Klaten, aku tak pernah punya kesan apa-apa setiap kali akan melewati kota ini. Kota Klaten yang hanya berjarak 32 km dari Yogyakarta dan di masa kecilku aku sering diajak almarhum ayahku ke Klaten. Yang kuingat adalah toko “Florida” yang menjual ayam panggang.
Ketika aku kuliah di Salatiga, aku sering lewat [...]
Jemaat yang Akrab dan Ramah
Jemaat GKI Klaten adalah jemaat yang ramah, solider, familiar dan memiliki semangat pelayanan yang tinggi. Selama sembilan tahun melayani di GKI Klaten, iklim semacam ini sungguh saya rasakan. Misalkan setiap ada kegiatan Bulan keluarga, diadakan lomba di SD Kristen III. Kami merasakan betapa akrabnya anggota jemaat.
Keakraban nampak juga dalam kegiatan sepeda bersama. Selain itu, keberadaan [...]
Pengalaman Pertama Donor Darah
T ahun 1981, jemaat GKI Klaten meneguhkan seorang calon pendeta, lulusan baru dari sekolah teologi, sebagai tua-tua khusus. Sebagaimana layaknya lulusan baru, sang calon pendeta, yaitu saya, Purboyo, punya banyak sekali idealisme dan gagasan bagi jemaat GKI Klaten. Salah satu di antaranya adalah menyelenggarakan “bulan pelayanan”. Tujuannya adalah memotivasikan warga jemaat untuk secara bersama maupun [...]
Senang dan Berbahagia Melayani di GKI Klaten
S aya merasa senang dan berbahagia mendapat kesempatan melayani di GKI Klaten karena mendapat pengalaman yang banyak. Saya melayani di “gereja Jago” ini selama 4 tahun, yaitu dari tahun 1973 sampai dengan tahun 1977. Mula-mula, saya melayani bersama dengan pdt. Y. Widyanto, namun itu tak berlangsung lama karena beliau kemudian pindah ke GKI Ngupasan. Saya [...]
Bersepeda Motor Ria
Tujuan : Mewujudkan persekutuan, pelayanan dan kesaksian sambil menikmati dan memelihara alam. Dalam rangka Pentakosta kira-kira pada tahun 1982-an, kami mengadakan acara ‘bersepeda motor ria’.
A) Setiap grup terdiri dari 4 sepeda motor ; terdiri dari 6 atau 7 orang peserta. Harus dari berbagai usia dan jenis kelamin. Misalnya 2 orang tua/dewasa, 2 pemuda, 2 anak-anak.
B) [...]
Menumpang Truk
T ahun 1973 saya adalah anggota Depker (sekarang BPMK) klasis Yogyakarta. Bersama saudara Soehardjo seorang majelis GKI Klaten (juga anggota Depker), kami melakukan pelawatan Klasis.
Berangkat dari Klaten pukul 15.00 WIB, dengan naik bis menuju GKI Coyudan Solo. Dari Coyudan, dengan diantar mobil, kami memulai pelawatan ke GKI Masaran, GKI Nusukan, dan terakhir ke GKI Coyudan. [...]
Ban Meletus, Mobil Masuk Sawah
M inggu pagi tahun 1959. Saya telah berada di terminal bis Gemblekan Solo. Di hari yang masih sejuk itu, saya mencari kendaraan jurusan Klaten karena harus memimpin kebaktian di Gereja Jago (sekarang GKI Klaten).
Hanya ada satu kendaraan yang akan ke Klaten, yaitu taksi tapi belum siap berangkay karena penumpangnya masih kurang tiga orang. Untuk mengejar [...]
Ogah Dititipi
Pada tahun 1957-1958, angkutan bis masih sangat sulit sehingga untuk naik bis penumpang harus antri membeli karcis. Saya berangkat dari Solo menuju Klaten pada hari Sabtu siang.
Di terminal Hardjodaksina Gemblegan, saya antri untuk membeli karcis. Selagi antri bersama-sama dengan orang lain, tiba-tiba seorang Ibu mendekati saya. Dia meminta tolong untuk menitip membeli karcis ke jurusan [...]
Hado-gado ala Kanada
Dalam proyek rekonstruksi, kami bekerja sama dengan LSM Kanada. LSM ini didukung gereja-gereja dari Kanada. Kami sering berkoordinasi dengan staf LSM yang berasal dari Kanada.
Pepatah “Lain ladang, lain belalang”, ada benarnya juga. Suatu kali kami menyuguhkan gado-gado kepada bule dari Kanada ini. Begitu dipersilakan, Bule itu segera mengambil sayur-sayuran segera menyantapnya. Setelah [...]
Lupa Copot Sepatu
Namanya pak Giri Sutjipto. Pensiunan TNI AD ini bergabung di posko kemanusiaan karena punya segudang ketrampilan di bidang konstruksi. Maklum saja, dia dulu bertugas di pasukan Zeni tempur.
Sebelum bergabung, pak Giri sering menderita sakit. Tapi ketika aktif di proyek rekonstruksi rumah paska gempa, dia malah jarang sekali menderita sakit. Pekerjaan kemanusiaan ini membuatnya bersemangat [...]
HT < >HP
Dalam bencana alam ini, alat komunikasi radio telah memberikan jasa yang sangat besar. Telepon genggam yang berteknologi canggih, ternyata selama beberapa hari tak berdaya menghadapi goncangan gempa. Beberapa wilayah mendadak mengalami blank spot karena menara BTS tidak dapat beroperasi. Selain itu, server komputer di kantor penyedia telepon nir kabel juga tak mampu menampung lonjakan [...]
Panik Boleh, tapi Jangan Porno
Gempa pasti membuat orang panik. Gempa di Jogja dan Jateng terjadi sekitar pukul 6. Waktu itu banyak orang yang sedang berada di kamar mandi. Salah seorang ibu, anggota jemaat kami mengaku waktu itu dia sedang di kamar mandi.
Ketika terjadi goncangan hebat, dia segera keluar untuk menyelamatkan diri. Untunglah salah satu pembantunya mengingatkan bahwa [...]
Tahan Gempa, tapi….
Pada masa rekonstruksi setelah gempa, banyak lembaga menawarkan konsep rumah tahan gempa.
Salah satu LSM dengan bersemangat membangun rumah tahan gempa menggunakan bahan dari kayu dan bambu. Dengan bersemangat salah satu aktivisnya menerangkan kelebihan bangunan itu. “Jika nanti ada gempa besar lagi, meski ikut bergoyang tapi bangunan ini tidak akan ambruk,” jelasnya dengan berapi-api.
“Numpang tanya, mas” [...]
Ada Banyak Agus
Di Posko kami, ada banyak relawan yang memakai nama “Agus”. Ada yang bernama”Agus Mulia”, “Agus Handoyo”, “Agoes Handojo”, “Agus Permadi”, dan “Agus Subagio.”
Suatu pagi, ada seorang perawat yang berasal dari Kalimantan masuk ke Posko. Dia juga menjadi relawan di posko kami.
“Saya mencari pak Agus?” kata perawat.
“Yang dicari Agus siapa? Di sini ada banyak Agus” [...]
“Mencuri” Rancangan
Pada masa rekonstruksi paska gempa di Jogja dan Klaten kemarin, gereja-gereja dari berbagai denominasi menunjukkan peran yang menonjol dalam membantu para penyintas gempa. Bahkan gereja yang terkena gempa juga antusias dalam mengerjakan pekerjaan kemanusiaan. Sayangya, karena terlalu bersemangat, kadang mereka mengabaikan etika. Salah satunya adalah kisah nyata berikut ini:
Ada satu gereja yang telah [...]
Kitab Baru
Pendeta Krisapndaru dari Gereja Kristen Jawa Pedan membuka posko untuk membantu penyintas gempa di kecamatan Pedan, Cawas dan Karangdowo. Wilayah yang harus dijangkau sangat luas sehingga pdt. Ndaru harus bekerja keras dari pagi hingga malam.
Selain harus mengkoordinasikan penyaluran, dia juga harus memikirkan bagaimana cara mencari bantuan dari dermawan dan donatur. Begitu seriusnya dia memikirkan hal [...]
Trauma Healing
Untuk memberi penguatan kerohanian pada penyintas gempa, pendeta Hosea (bukan nama sebenarnya) punya ide untuk mengadakan Kebaktian Kebangunan Rohani. Kebetulan dia menjadi aktivis sebuah Forum Kerjasama Gereja-gereja. Maka dia mengajukan gagasannya ke organisasi ini. Sedangkan untuk anggaran biayanya akan dipenuhi oleh Forum ini.
Pada kenyataannya, rencana ini tidak berjalan mulus. Karena kurangnya koordinasi, panitia tidak [...]
Lebih Baik Punya Mereka
Pada masa tanggap darurat setelah gempa di Jogja dan Klaten, kami menembus daerah-daerah terpencil yang belum mendapat bantuan dari pihak lain. Salah satu wilayah yang susah dijangkau adalah kecamatan Gedangsari, Gunungkidul. Medannya sangat sulit karena harus mendaki perbukitan kapur yang terjal. Alat transportasi yang paling tepat umtuk wilayah ini adalah dengan sepeda motor. Mobil [...]
Mobil Jenazah
Untuk mengantarkan bantuan pak Yoyok merelakan truknya. Koh Yoyok yang menyopiri. Saya duduk di sampingnya. Beberapa relawan duduk di bak belakang. Suatu kali, saya turun dari truk dan menutup pintu mobil. Sambil tertawa koh Yoyok berkata, “Rupanya mas Wawan ini terbiasa menumpang mobil jenazah!”
“Kenapa emangnya?” tanya saya heran.
“Anda tadi menutup pintu keras sekali, sampai saya [...]
Entries (RSS)