Archive for June 15th, 2008
Plesetan GKJ
Tiga bulan setelah gempa, saya bertemu dengan teman dari GKJ (Gereja Kristen Jawa) Sedayu, pepanthan Sungapan.
Saya bertanya, “Bagaimana gereja Anda setelah gempa?”
Teman saya menjawab, “Akibat gempa, gereja kami benar-benar menjadi GKJ?”
“Maksudnya apa? Apa selama ini belum menjadi GKJ?” tanya saya dengan heran.
“Maksudnya, GKJ itu singkatan dari ‘Gereja Kurang Jejeg’”, kata teman saya sambil tersenyum.
Dalam bahasa [...]
Sepeda Terjatuh
Seperti biasa, pagi itu mbak Widi belanja ke pasar. Dia mengayuh sepeda dengan santai sambil menikmati suasana pagi. Tapi tiba-tiba dia merasa ada sesuatu yang menggoyang sepedanya. Dia merasa sesuatu yang aneh terjadi pada sepedanya. Kereta anginnya itu mendadak tidak bisa dikuasai sehingga akhirnya dia jatuh terjerembab.
Mbak Widi segera bangun dan mengamati sepedanya untuk mencari [...]
Seorang warga desa mendatangi posko. Kepada pelaksana rekonstruksi dia mengutarakan maksudnya supaya dapat menerima bantuan pembangunan satu unit lagi untuk anaknya.
Koordinator proyek menolak permintaannya karena menurut peraturan, anaknya tidak berhak menerima bantuan.
Bapak itu tidak putus asa. Dengan terang-terangan dia menawarkan sejumlah uang untuk sang Koordinator itu.Dengan kata lain dia berusaha menyuap. Tapi sekali lagi, permintaan [...]
Halaman Berkeramik
Seorang relawan di posko kemanusiaan sedang ngobrol dengan salah satu warga yang rumahnya roboh.
Relawan: “Warga di sini lebih hebat dari penduduk di kota.”
Warga: “Mengapa Anda bisa berkata begitu?”
Relawan: “Soalnya kalaui di sini, halaman rumahnya saja dilapisi keramik” (sambil menunjuk bekas lantai rumah)
Tidak Retak
Setelah gempa besar, biasanya ada gempa susulan. Jika terjadi gempa susulan, di kalangan pengungsi muncul kelakar demikian:
Warga I: “Bagaimana keadaan rumahmu setelah gempa tadi?”
Warga II: “Tidak ada retaknya sama sekali.”
Warga I: “Hebat dong! Apakah rumahmu tahan gempa?”
Warga II:”Bagaimana bisa retak, lha wong temboknya saja sudah tidak ada.”
Entries (RSS)