Masa Tahun 1992-2007
Pemanggilan Pendeta
Pada bulan September 1992, pdt. Iwan Kosasih mendapat panggilan untuk melayani di Australia. Kebaktian perpisahan diadakan pada hari pertama tahun 1993, yang dipimpin oleh pdt. Em. Hadi Nugroho. Untuk mengisi kekosongan, maka pdt. Em. Hadi Nugroho dari GKI Nusukan Solo diminta membantu pelayanan di di GKI Klaten. Ia mendapat tiga tugas khusus, yaitu: Konseling, Pelayanan Pernikahan dan Kematian, serta
Katekisasi. Pada masa ini, pdt. Prayogo dari GKI Sangkrah turut membantu pelayanan khotbah.
Sementara itu, majelis dan jemaat GKI Klaten berusaha memanggil pendeta yang baru. Beberapa orang telah diundang untuk menjajaki pelayanan di gereja “Jago” ini. Di antaranya: calon pendeta Imanuel Nurcahyo dari GKI Banjarnegara yang menjalani masa perkenalan tanggal 7-18 Januari 1994. Selain berkhotbah hari Minggu, ia juga melakukan perkunjungan ke jemaat. Setelah itu, saudara Daniel Budiman juga pernah melayani di GKI Klaten pada tahun 1994-1996. Yang juga menjalani proses perkenalan adalah saudara Chandra Setiadi dan saudara Yudha Damar.
Jemaat GKI Klaten tidak henti-henti mendoakan akan kehadiran pendeta. Mereka kemudian mengundang sdri. Pelangi Kurnia Putri untuk memasuki masa pra perkenalan pada bulan Oktober- Desember 1998, yang kemudian diteruskan pada masa perkenalan pada September-Nopember 1999. Masa orientasi dijalani pada tanggal 1 Februari 2000-31 Januari 2001. Pada 22 Februari 2000 diadakan percakapan gerejawi tingkat Klasis. Proses ini berlanjut ke tahapan aprobasi (diumumkan ke jemaat), tanggal 25 Februari – 4 Maret 2001. Pada tanggal, 10 Oktober 2001 lulusan STT Jakarta ini menjalani ujian peremptoir, di hotel “Galuh”, Prambanan. Hingga akhirnya pada tanggal 16 Januari 2002, sdri. Pelangi Kurnia Putri ditahbiskan sebagai pendeta di GKI Klaten.
Karena jumlah anggota jemaat yang semakin bertambah, maka dirasakan bahwa satu pendeta saja belum cukup. Untuk itu, pada rapat pleno tanggal 16 Mei 2001, majelis GKI Klaten memutuskan untuk memanggil pdt. Phan Bien Thon dari Gereja Isa Almasih, Weleri untuk memasuki masa perkenalan. Akhirnya pada tanggal 16 Januari 2003, beliau diteguhkan menjadi pendeta.
Karyawan Khusus
Selain pendeta, GKI Klaten juga mendapat bantuan pelayanan dari pengerja-pengerja khusus. Selama dua tahun, ibu Debora Tioso membantu pelayanan di GKI Klaten, yaitu Agustus 1999-Agustus 2001. Ia lebih banyak melayani warga lanjut usia, perkunjungan anggota jemaat dan melayani khotbah di Bakal Jemaat dan Pos Jemaat.
Sementara itu, di Bakal Jemaat Mireng, dilayani oleh bpk. Indra Susanto, STh. Ia melayani sejak tahun 2005, sampai sekarang (tahun 2007). Sebelumnya, (alm) Soeyana diangkat oleh GKI Klaten menjadi karyawan kantor dan juga banyak membantu pelayanan di bajem Mireng.
Sedangkan di bidang musik, saudari Sarce Friozella Y Rizzy, SMG dikontrak secara khusus untuk melatih paduan suara, vokal grup, Pemimpin Nyanyian Kebaktian (PNK), pemusik dan pengisi puji-pujian. Ia melayani selama dua tahun (tahun 2005-2007).
Kejemaatan
Pada tanggal 15 Januari 1990, Majelis GKI memutuskan untuk membuka pos Karangri. Untuk pelaksanaannya diserahkan pada Komisi Pekabaran Injil (PI). Sedangkan untuk Bajem Pesu, saudara Sugeng Daryadi mendapat tugas untuk menyiapkan pembangunan gedung gereja, pada bulan Oktober 1990-
Maret 1991. Untuk saudara Budi Hakim mengadakan penjajakan luas tanah dan perhitungan biaya yang diperlukan.
Pada tanggal 6 Februari 1990, Majelis menetapkan Panitia Pembangunan gedung gereja bajem Pesu. Selanjutnya pada 19 Agustus 1992, majelis memutuskan untuk membeli sebidang tanah dari Bpk. Atmo senilai Rp. 16.000.000,- . Tanah ini akan dipakai untuk pembangunan gedung gereja bajem Pesu.
Pada tahun yang sama, majelis jemaat GKI Kleten membeli sebidang tanah milik Bpk. Noyo, di belakang gereja, seharga Rp. 20.000.000,- Sekarang, di atas tanah tersebut telah dibangun gedung “Narwastu” yang dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan. Antara lain: untuk pelayanan kesehatan, kebaktian remaja, Sekolah Minggu pra Remaja, Rapat, Persekutuan Kelompok, Persekutuan Hamba Tuhan se-Klaten, Persekutuan Jaringan Doa, dll.
Pada bulan September 2005, majelis jemaat GKI Klaten menerima hibah dua bidang tanah seluas 1400 meter2 dari Bpk. Adrianto M.B. Tanah tersebut dipergunakan untuk SD Kristen III. (Melalui GKI Klaten, SD Kristen III juga mendapat bantuan rutin dari gereja ICC, Australia).
Pada tahun 1990, ibu Padmo mempersembahkan tanah dan rumahnya di Tegalanom kepada GKI Klaten. Untuk itu, GKI Klaten kemudian memberikan pelayanan diakonia kepada ibu Atmo, hingga beliau dipanggil Tuhan.
Ketika pdt. Iwan Kosasih pindah ke Australia, rumah dan tanah ini diserahkan kepadanya, sebagai rumah emeritasi. Namun karena tidak dapat menempatinya, maka rumah dan tanah di jl. Gondosuli ini dibeli oleh GKI Klaten.
Pada tahun 2005, GKI Klaten membeli sebidang tanah dari keluarga bpk. Jufri (biasa dipanggil oom Yopie) di gg. Onta. Di atasnya, masih berdiri bangunan garasi. Saat ini dipakai untuk garasi mobil dan kegiatan Sekolah Minggu.
Awal tahun 2006, GKI Klaten memperpanjang kontrak rumah milik bpk. Sugihardjo, selama 5 (lima) tahun. Rumah tersebut telah dipakai sebagai tempat ibadah Pos Jemaat di Karangri.
Pelayanan Diakonia
GKI Klaten tidak hanya hidup untuk dirinya saja. Tuhan memanggil gerejanya supaya menjadi saluran berkat bagi sesamanya. Menyadari hal ini, GKI Klaten melakukan berbagai aktivitas sosial.
Sejak tanggal 24 Agustus 1998, GKI Klaten membuka pelayanan pemeriksaan kesehatan bertempat di wisma Narwastu. Kegiatan yang dilaksanakan setiap hari Sabtu, pada minggu keempat ini dirintis oleh dr. Gunawan Wibosono. Sedangkan yang membantu administrasi adalah ibu Roestanta, bpk. Yoyok, ibu Sekarfatma dan ibu Komardiyanto.
Sampai sekarang, pelayanan kesehatan ini diteruskan oleh dr. Hendro Priyono. Sedangkan yang membantu administrasi pendaftaran dan pelayanan obat adalah ibu Soejono, Ibu Titik Makhrus, Ibu Mirna, Ibu Pratiwi, Ibu Roestanta, Ibu Agustina R.T,. Ibu Ira Setiawan, Ibu Bambang Budiadi, Ibu Retno Dewi Murni, dll.
GKI Klaten juga sering melakukan penjualan beras murah. Kegiatan ini selalu ditunggu-tunggu oleh masyarakat sekitar. Begitu seringnya sehingga aksi sosial ini seolah-olah menjadi “trade mark” GKI Klaten. Sebagai contoh, penjualan beras murah ini pernah dilakukan pada tanggal 30 Maret 1998 (1600 Paket), 19 Desember
1998 (1731 Paket), Oktober 2005 (bulan Keluarga). Aksi sosial ini biasanya menjalin kerjasama dengan pondok pesantren Al Mutaqien, pimpinan mbah Lim.
Selain itu, komisi-komisi dan persekutuan kelompok juga mengadakan aksi sosial dengan mendatangi lembaga pelayanan Kristen di luar kota. Biasanya hal ini dilaksanakan dalam rangkaian perayaan Paskah dan Natal. Lembaga-lembaga Kristen yang pernah dikunjungi diantaranya adalah Panti Wredha “Hanna”-Yogyakarta, Panti Asuhan (P.A.)”Victory”-Cangkringan, P.A. Boyolali, P.A. “Seribu Pulau”- Solo, P.A. “Silo”-Solo, Asrama SMP Bopkri Wonosari-Gunungkidul, P.A. “Elisabeth” Salatiga, Panti Asih-Pakem, dll.
You must be logged in to post a comment.