"Menjadi komunitas Kristen yang lebih SETIA, TERLIBAT, PEDULI dan HANGAT"

Mobil Jenazah

Untuk mengantarkan bantuan pak Yoyok merelakan truknya. Koh Yoyok yang menyopiri. Saya duduk di sampingnya. Beberapa relawan duduk di bak belakang. Suatu kali, saya turun dari truk dan menutup pintu mobil. Sambil tertawa koh Yoyok berkata, “Rupanya mas Wawan ini terbiasa menumpang mobil jenazah!”
“Kenapa emangnya?” tanya saya heran.
“Anda tadi menutup pintu keras sekali, sampai saya terkaget-kaget. Tapi kalau itu mobil jenazah, penumpangnya ‘kan tidak pernah terkejut meskipun sekeras apapun Anda membanting pintu,” katanya sambil terkekeh.
Saya hanya tersenyum kecut karena merasa tersindir. Oke deh, lain kali saya akan pelan-pelan dalam menutup mobil.

You must be logged in to post a comment.