"Menjadi komunitas Kristen yang lebih SETIA, TERLIBAT, PEDULI dan HANGAT"

SELAMAT BERPROSES

yin yinBukannya ikut-ikutan dengan Pdt. Andar Ismail yang mengarang buku seri selamat tapi saya memang senang dengan kata PROSES. Buat saya yang penting adalah prosesnya. Tapi kalau hasil akhirnya bagus, maka saya menganggapnya sebagai bonus. Tapi kalau hasilnya kurang bagus ya sudah, nggak apa-apa….yang penting saya sudah berusaha semaksimal mungkin.

Saya dilahirkan sebagai anak paling kecil di antara 3 bersaudara. Kakakku pertama laki dan yang kedua perempuan. Di sekolah dasar saya anak yang biasa-biasa saja dan cenderung pendiam. Ikut Sekolah Minggu juga ogah-ogahan karena lebih senang menonton tv- si unyil. Kalau saya hitung, saya ikut Sekolah Minggu kurang dari 3tahun. Akan tetapi saya bersyukur karena kakak saya yang perempuan selalu giat mengajak saya datang ke Sekolah Minggu.

Menginjak masa remaja saya sedikit lebih aktif. Saya tidak begitu ingat apakah saya pernah menjadi pengurus komisi remaja atau tidak. Masih pada masa remaja, sekitar kelas 2 SMP, saya diajak menjadi Guru SM. Yang mengajak adalah cik Gien Gien dan Wimmy (thanks ya buat duet mentor saya …). Saya pun mula-mula hanya sekadar ikut-ikutan saja karena masih belum PD alias percaya diri. Namun lama-kelamaan bisa juga memimpin dan mengajar anak-anak SM.

Dan di sinilah proses awal itu mulai. Saya belajar memimpin, belajar untuk berorganisasi, belajar berpikir ke depan, berkreatif, dsb. Justru di Komisi Sekolah Minggu inilah Tuhan memproses saya dengan luar biasa. Betul sekali! Sampai sekarang, saya sendiri masih heran akan perubahan diri itu. Buat saya pelayanan di ladang Tuhan tidak akan pernah sia-sia asal kita all out asal kita mengerjakannnya dengan sungguh-sungguh. Dan itu akan mempengaruhi kehidupan pribadi secara luas.

Proses berikutnya terjadi pada Oktober 1998, saya ditawari untuk mengadakan KKR se-Klaten. Kembali saya tidak percaya diri untuk menyelenggarakan kegiatan besar ini. Bagaimana sih Tuhan?! Siapa sih saya ini sampai nekat mau ngadain KKR?! Tapi setelah saya sharring dengan 4 teman saya, akhirnya kami berani mengadakannya. Awal Januari 1999, KKR itu berhasil digelar di GOR bersama GS Ministry, GMB, Pdt. Samiton Panggelah.

Apa yang terjadi? Karya Tuhan luar biasa, kami terheran-heran karena yang datang itu mencapai 4000 orang! Sekali lagi Tuhan memproses saya untuk melihat bahwa kalau bekerja bersama Tuhan, saya tidak perlu ragu-ragu. Kalau Tuhan sudah membuka pintu siapa sih yang bisa menutupnya?!

Efek yang luar biasa di dalam diri saya ini(dan mungkin teman2 seperjuangan…) membuat saya semakin yakin untuk selalu mengandalkan Tuhan dalam segala hal. Event semakin banyak kami kerjakan tapi buat saya sekali lagi bahwa Tuhan memproses dengan luar biasa. Dari tidak mungkin, jadi mungkin terjadi. Pada setiap kesulitan pasti ada jalan keluarnya. Ada sukacita tersendiri bagi saya kalau bisa melewati rintangan, dan yang lebih penting adalah Tuhan menyadarkan saya untuk bersyukur akan hal-hal yang justru simple, bukan hal-hal yang besar.

Sharring saya ini bukan untuk menyombongkan diri, melainkan sebagai ungkapan syukur saya atas karya Tuhan dalam hidup saya. Sampai saat ini saya terkadang masih heran: ‘Kok bisa ya, saya berubah seperti ini, Tuhan?’ Proses dalam hidup saya akan terus berlanjut dan saya lebih menghargai sebuah proses. Hasilnya? Terserah Tuhan saja deh….kalau bagus ya…bonus itu!!! Mari kita nikmati proses yang ada sambil mengucap syukur….selamat berproses yang positif dan GBU. (Ratnawati Bram/noel-trinity)


Tagged as: , , ,

Comments

Trackbacks

There are no trackbacks

You must be logged in to post a comment.