Bantuan Air Bersih ke Gunungkidul
Pada musim kemarau, wilayah selatan kabupaten Gunungkidul membutuhkan pasokan air bersih. Menanggapi situasi ini, persekutuan kelompok 3-4, GKI Klaten mengirimkan 22 tangki air bersih ke jemaat GKI Baran dan GKI Kemadang. Dana yang dipakai adalah hasil tabungan anggota persekutuan kelompok yang dikhususkan untuk aksi sosial. “Tahun lalu, kami mengadakan Refreshing Course dengan tema tentang berubah,” terang ibu Johana Christiani, ketua Persekutuan Kelompok 3-4, “Usai acara RC, setiap anggota jemaat mendapat celengan. Mereka dihimbau untuk mengisi celengan. Setelah setahun, celengan itu dibuka dan dikumpulkan untuk aksi sosial.”

Hari Senin pagi, 18 Agustus 2008, sebanyak 18 orang dari Persekutuan kelompok 3-4 meluncur dengan dua mobil ke arah Gunungkidul. Tujuan pertama adalah GKJ Baran yang berjarak lebih dari 100 km. Di sana, rombongan diterima oleh pdt. Suparman. Mewakili jemaat GKJ Baran,pdt. Suparman berterimakasih karana bantuan air ini memang sangat dibutuhkan warga sekitar. “Pada bulan ini, gereja kami sedang merayakan ulang tahun ke-40,” jelas pdt. Suparman, “kebetulan dalam agenda perayaan ini kami juga ada acara aksi sosial.”
untuk penyaluran perdana, bantuan air dilakukan di pepanthan Karangwuni.
Usai dari Baran, rombongan melanjutkan perjalanan ke pepanthan Banjarrejo, GKJ Kemadang. Di sana sudah menunggu satu tangki air siap untuk disalurkan. Kedatangan rombongan disambut dengan tiupan angin yang sangat kencang. Mewakili jemaat, Bapak Warsito selaku Sekretaris Majelis mengucapkan terimakasih atas bantuan yang diberikan. Acara kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah disertai jamuan es kelapa muda.

Lewat tengah hari, rombongan menuju pantai Baron yang hanya berjarak 10 km. Sesampai di sana, mereka langsung memesan ikan segar dan meminta dimasak langsung di sana. Perjalanan di akhiri dengan santap siang bersama di pinggir pantai.

Untuk melihat video bantuan air bersih dapat dilihat di sini . Sedangkan untuk melihat suasana makan siang di pantai Baron dapat dilihat di sini.