Bila Malas Menggoda
“Hai pemalas, pergilah kepada semut, perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak:” (Amsal 6:6)
Allah sering menggunakan hal-hal yang sederhana di alam ini untuk mengajar kita. Kadang kedengaran lucu seperti dalam bacaan kita. Untuk menjadi bijak kita perlu memperhatikan perilaku semut. Mengumpulkan makanan pada musim panas, sehingga pada waktu tidak panen, dia ada persediaan makanan.
Yesus berkata :”Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya”. Kita harus mengerjakan pekerjaan Dia yang mengutus kita, selama masih siang. Sebab jika malam sudah datang, maka tidak ada seorang pun dapat bekerja lagi (Yohanes 4:34; 9:4)
Keselamatan adalah pemberian Allah dengan cuma-cuma yang harus kita pelihara. Paulus menasihati jemaat di Filipi (Fil.2:12-16), agar mereka mengerjakan keselamatan terus menerus, dengan tekun, tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantahan. Dia juga menasihati agar kehidupan anak-anak Allah itu tidak beraib dan bernoda di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan sesat ini. Agar menjadi terang bagi dunia ini dengan hidup sesuai dengan firman Tuhan.
Di samping memelihara keselamatan, jemaat Tuhan juga terpanggil untuk mengambil bagian dalam pelayanan pekerjaan Tuhan sesuai dengan karunia masing-masing.
Dalam Matius 25:14-30, karunia itu diumpamakan sebagai talenta (mata uang), yang kelak harus dipertanggungjawabkan di hadapan tuannya. Yang menerima lima talenta segera bekerja, menjalankan uang itu dan beroleh laba talenta. Demikian juga si penerima dua talenta, bekerja, menghasilkan laba dua talenta. Tetapi hamba yang menerima satu talenta itu karena malas, lalu menggali lobang menyembunyikan talentanya. Akibatnya, setelah tuan mereka membuat perhitungan, talenta dan upah yang seharusnya diterima si pemalas, dialihkan kepada hamba yang telah bekerja dengan baik, bahkan si pemalas mendapat ganjaran hukuman.
Sebab itu marilah kita singkirkan segala bentuk godaan kemalasan dalam mengiring Tuhan dan berdiri teguh dalam kebenaran-Nya. Teruslah giat dalam tugas-tugas yang dipercayakan kepada kita masing-masing dalam pekerjaan Tuhan karena segala jerih payah kita tidak akan sia-sia. Kelak kita akan menghadap Tuhan dan mendapat penghargaan serta masuk dalam kesukaan-Nya yang sempurna.
You must be logged in to post a comment.