"Menjadi komunitas Kristen yang lebih SETIA, TERLIBAT, PEDULI dan HANGAT"

Jangan Remehkan Teguran

Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar; sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah!” (Wahyu 3:19)

Terkadang tidak mudah menerima nasihat dari seseorang, apalagi jika hal itu merupakan teguran. Ada banyak faktor yang membuat seseorang menolak untuk dinasihati, apalagi ditegur: kedudukan yang tinggi, kekuasaan yang besar, kekayaan yang banyak, merasa paling besar, merasa paling baik, dll.

Itulah yang terjadi dengan jemaat di Laodikia. Laodikia adalah kota yang makmur di Asia Kecil yang terletak pada jalur perdagangan yang ramai di Asia pada waktu itu. Mereka merasa kaya, serba kecukupan dan tidak kekurangan apa-apa. Secara lahiriah memang demikian, tapi dari segi rohani ternyata mereka miskin. Tuhan mengatakan bahwa mereka itu melarat, miskin, buta dan telanjang. Keadaan suam-suam kuku memungkinkan mereka tidak akan menikmati kekayaan rohani, kecuali mereka merendahkan diri dan bertobat.

Ada tiga hal yang merupakan teguran Tuhan:

1. Agar membeli emas dari Tuhan, yaitu emas yang telah dimurnikan, suatu kekayaan rohani, pengertian akan berkat-berkat Allah di dalam Kristus (baca Kolose 2:1-3). Iman yang bertumbuh melalui berbagai pencobaan maka nilainya akan melebihi emas (1 Petrus 1:6-7).

2. Agar mengenakan pakaian putih, yaitu pakaian dari Kristus yang membenarkan oleh iman dan menguduskan jemaat. Pakaian kebenaran (karakter manusia baru) menjadi bagian yang penting yang tidak terpisahkan dari kehidupan yang terus menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambaran sang Pencipta (Kolose 3:10).

3. Minyak untuk melumas mata. Karya Roh Kudus merupakan minyak pelumas rohani, agar mata hati dapat melihat kebenaran rohani. Kehidupan yang dipimpin oleh Roh Kudus akan memberi kemenangan atas kuasa dosa dan membawa pemulihan.


Tagged as: ,

You must be logged in to post a comment.