Ketika Keluarga Berada di “Padang Gurun”
Firman-Nya: “Jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan apa yang benar di mata-Nya, dan memasang telingamu kepada perintah-perintah-Nya dan tetap mengikuti segala ketetapan-Nya, maka Aku tidak akan menimpakan kepadamu penyakit manapun, yang telah Kutimpakan kepada orang Mesir; sebab Aku Tuhanlah yang menyembuhkan engkau.”(Keluaran 15:26)
Padang gurun merupakan satu tempat yang banyak orang pasti ingin menghindarinya. Mengapa? Karena tidak ada sesuatu yang menarik di sana. Bila siang, matahari begitu terik menyengat. Sedangkan malam hari, udara yang dingin begitu menggigit. Tidak ada banyak oase yang menyegarkan dan menyejukkan. Begitu kering.
Adakalanya kehidupan kita harus masuk ke dalam “padang gurun.” Air yang direguk bukannya kesegaran, malah membuat lidah menjadi pahit. Oase yang disinggahi tidak memberi kesegaran tapi membuat wajah menjadi muram. Padang gurun itu bisa dalam waktu sesaat, namun ada juga yang harus berjalan dalam rentang waktu yang sangat lama. Padang gurun itu sendiri bisa dalam bentuk apa pun – dalam diri siapa pun.
Responnya? Tidak banyak orang yang melihat padang gurun kehidupan sebagai pelajaran hidup. Kebanyakan orang melihat padang gurun sebagai sesuatu yang negatif. Kecenderungan yang kedua ini tampak di dalam perjalanan Israel menuju tanah terjanji dan yang juga muncul dalam kehidupan keluarga Kristen. Padang gurun itu ditanggapi dengan bersungut-sungut, amarah yang meluap dan menilai Musa sebagai pemimpin yang tidak becus. Bahkan mereka menuduh Musa akan menghabisi mereka di padang gurun yang bernama Mara itu. Dengan kata lain mereka sebenarnya menuduh bahwa Tuhan itu jahat, sebab Musa bertindak atas perintah Tuhan. Bukankah kadang-kadang kita juga berbuat demikian? Kita menuduh Allah berbuat jahat karena membiarkan kita menderita?
Sejatinya, melalui padang gurun kehidupan itu Dia tengah membentuk kita. Jadi, jangan pernah menghindar atau lari dari padang gurun kehidupan sebab Tuhan sedang merenda kehidupan. Hasilnya adalah kehidupan yang indah.
You must be logged in to post a comment.