Membangun Keluarga yang Beriman
“Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus.” (2 Timotius 3:15)
Di kehidupan ini, kita sering menginginkan keberhasilan dan kalau mungkin keberhasilan itu diraih secara cepat: cepat kaya, cepat laris, cepat sembuh, kedudukan cepat naik dan lain sebagainya. Kalau bisa, ya puji Tuhan! Tetapi yang terjadi tidaklah selalu begitu. Ada proses yang harus dilalui.
Kalau kita menginginkan keluarga kita berbahagia, kalau kita menginginkan keluarga kita beriman, maka semua anggota keluarga harus berusaha dengan sungguh-sungguh. Kita harus membangun dengan tekun. Tidaklah mungkin iman kita menjadi kuat dalam sekejap.
Dalam ayat nats kita hari ini, Paulus memberi pujian kepada Timotius anak rohaninya.Dalam hal ini, kita dapat belajar bagi keluarga kita:
1. Belajar sejak dini. Timotius mengenal Taurat Tuhan sejak kecil. Alangkah indahnya kalau dalam keluarga diadakan persekutuan untuk merenungkan dan menghayati Alkitab. Dengan demikian setiap pribadi atau keluarga kita bisa menjadi manusia yang berkhidmat, semakin bertumbuh imannya, dan mengenal Tuhan (Ayub 42:5).
2. Tekun, artinya “terus-menerus” atau “berkelanjutan”. Pengenalan akan Tuhan tidak didapatkan sekejap tetapi melalui waktu yang panjang, bahkan harus mengalami proses jatuh bangun (Ibrani 10:36).
3. Berdoa memohon Roh Kudus bekerja menolong kita, supaya dapat membangun keluarga yang beriman.
Paulus sangat menekankan perlunya pembacaan kitab suci. Sebab dari sini, kita dapat mengalami pertumbuhan iman.
You must be logged in to post a comment.