Suami yang Takut Akan Tuhan
“Sesungguhnya demikianlah akan diberkati orang laki-laki yang takut akan TUHAN.”
(Mazmur 128:4)
Seorang laki-laki bercakap-cakap dengan temannya. “Aku baru saja bertengkar dengan istriku.”
“Oh, ya. Lalu bagaimana akhirnya?” tanya temannya.
“Saat selesai, istriku mendatangiku sambil berlutut dan menundukkan kepalanya.”
“Wah hebat, dong,” ujar temannya kagum, “lalu dia bilang apa?”
“Dia berkata begini: “Hei keluar dari bawah ranjang, Pengecut!”"
Dalam kenyataan, ternyata tidak sedikit para suami yang bersikap seperti humor di atas, lebih takut sama istri dari pada takut akan Tuhan. Penyebabnya bisa banyak faktor: Mungkin karena tidak ingin ribut, tingkat pendidikan yang tidak sepadan atau bisa juga karena latar belakang sosialnya.
Renungan hari ini mengajak kita untuk melihat lebih dalam tentang kepada siapakah rasa takut dan gentar itu ditujukan! Tema kita sudah jelas, sikap takut dan gentar ditujukan kepada TUHAN! Caranya bagaimana? “..hidup menurut jalan yang ditunjukkanNya!”(ayat.1)
Artinya segala sesuatu yang dirasa, dipikirkan,diucapkan dan diperbuat tidak menyimpang dari firman Tuhan. Tidak berprasangka buruk terhadap sesamanya, tidak mudah mengumbar emosi, baik melalui kata-kata maupun perbuatan. Jujur dan tekun di dalam mengusahakan rezekinya. Demikianlah dia akan disebut orang yang berbahagia. Hai para pria! Apakah hidup Anda ingin diberkati? Takutlah pada Tuhan.
You must be logged in to post a comment.