"Menjadi komunitas Kristen yang lebih SETIA, TERLIBAT, PEDULI dan HANGAT"

MESIAS DAN DUNIA BARU

Pdt.Em. Daud Adiprasetya

Renungan Minggu, 7 Desember 2008

Tahun B: Adven II

Bacaan: Yesaya 40:1-11 Mazmur 85:1-2,8-13 II Petrus 3:8-15 Markus 1:1-8

Ada cerita tentang seorang pendeta yang tertidur dan bermimpi di ruang kerjanya. Pendeta itu bermimpi tentang bagaimana kehidupan ini tanpa kehadiran Tuhan Yesus. Tidak ada kartu natal, tidak ada lonceng gereja yang mengiringi lagu –lagu natal. Dalam mimpinya pendeta itu memasuki ruang kerjanya dan di rak bukunya tidak menemukan satu cuil pun tulisan tentang kelahiran dan kehidupan Kristus. Masih dalam mimpinya, tiba-tiba pintu diketuk lalu tampil seorang anak laki-laki, mohon pak pendeta datang ke rumah untuk mendoakan ibunya yang sedang sakit. Di samping pembaringan ibu yang sakit itu, ketika pak pendeta mau membacakan ayat-ayat dari Injil, dia terkejut sebab Alkitabnya berakhir dengan Kitab Maleakhi! Dia kebingungan, dan berduka karena merasa kehilangan miliknya yang sangat berharga. Akhirnya pendeta itu terjaga dengan air mata yang bercucuran. Saudara, judul cerita di atas adalah “Andai Tuhan Yesus Tidak Datang” Bagi Sang pendeta itu sungguh sangat besar bedanya hidup dalam Dunia Lama tanpa Yesus Kristus, dengan hidup dalam Dunia Baru yang serba indah karena Mesias telah mewarnainya.Saya mengangkat cerita tadi dari Buku Mutiara-mutiara kasih. Kita patut bersyukur sebab Tuhan tidak pernah ingkar janji, tapi telaten dan konsisten mempersiapkan kehadiran Mesias yang telah dijanjikan bagi dunia. Mungkin kita bertanya dalam hati mengapa waktu itu Tuhan tidak segera menolong umatNya ketika berada di tanah pembuangan Babil, juga mengapa melakukan penundaan secara besar-besaran dalam menghadirkan Mesias di dunia ini? Begitu pula , kapan Kristus akan datang kembali nanti? Pertanyaan-pertanyaan seperti itu sebenarnya sudah terjawab tadi, waktu kita membaca II Petrus 3:8 yang berbunyi demikian:”Akan tetapi , saudara-saudaraku yang kekasih, yang satu ini tidak boleh kamu lupakan, yaitu bahwa di hadapan Tuhan satu hari sama seperti seribu tahun, dan seribu tahun sama seperti satu hari.” Ketahuilah bahwa segala rencanaNya ada di dalam kekekalan, sehingga kita yang dilibatkan di dalam rencanaNya yang besar itu perlu membiasakan diri dengan “Waktu Surgawi” dari Tuhan. Jika dilanjutkan ke ayat 9, maka kita membaca sebagai berikut:”Tuhan tidak lalai menepati janjiNya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian ….” Dari sini kita diingatkan bahwa sering terjadi waktu- kita berbeda dengan waktu- Tuhan, harapan kita berbeda dengan keinginanNya. Dalam Yesaya 55:8 kita dapat membaca sebagai berikut: “Sebab rancanganKu bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalanKu, demikianlah firman Tuhan.”

Saudara mari kita melihat betapa Tuhan menentukan berakhirnya masa pembuangan dan penghambaan umat Tuhan di Babil. “Tenangkanlah hati Yerusalem dan serukanlah kepadanya bahwa perhambaannya sudah berakhir, bahwa kesalahannya telah diampuni sebab ia telah menerima hukuman dari tangan Tuhan, dua kali lipat karena segala dosanya” (Yesaya 40:2). Wah, Saudara, berita itu pastilah sangat melegakan hati, Ada pengampunan, ada pemutihan dan penghapusan hukuman yang datang dari pihak yang berwenang yaitu dari Tuhan. Maka sungguh sangat tepat apa yang tertulis dalam Yesaya 40:1 “ Hiburkanlah, hiburkanlah umatKu, demikian firman Allahmu.” Begitulah Saudara jika Tuhan mau menghibur umatNya, dengan cara menganugerahkan apa yang paling dibutuhkan. Di sini Tuhan tidak memberi harta benda, kemewahan atau pangkat tinggi, juga bukan segala kemuliaan duniawi.Tetapi Tuhan memberikan pengampunan, berarti pemulihan hubungan antara umat dan Allah, anak dan Bapa, makhluk dan Khalik. Saudara, kita perlu belajar menghargai pemberian Tuhan yang sejenis itu dalam hidup kita, misalnya: Hati penuh sukacita, hidup rukun, semangat kerja, iman , pengharapan, dan seterusnya.Sering dalam praktek hidup, yang kita sebut sebagai berkat Tuhan, hanya terbatas pada hal-hal yang lahiriah semata. Acapkali kita juga jumpai orang-orang yang cuma bisa menghargai uang atau materi, padahal ada banyak hal lain yang lebih penting tapi tidak dihargai. Di hadapan Tuhan kita jangan seperti itu.Mari kita coba menghitung berapa banyak “permata rohaniah” dan “harta surgawi” yang sebenarnya dapat memperkaya diri kita, namun selama ini tidak kita sadari, tidak kita akui dan syukuri.

Lebih jauh dalam Mazmur 85 kita melihat masa atau saat dan cara Tuhan memulihkan keadaan umat Nya, mengampuni kesalahan dan menutupi segala dosa. Selanjutnya Tuhan menghadirkan keselamatan yang mendatangkan kemuliaan, sebab kasih dan kesetiaan bertemu, keadilan dan damai sejahtera bercium-ciuman! Saudara, pada dasarnya Tuhan menggemari yang seperti itu atas hidup umatNya, bahkan atas seluruh umat manusia dan seluruh ciptaan! Tak terasa oleh firman dan Roh Kudus, sesungguhnya dari waktu ke waktu kita sedang digiring memasuki Dunia Baru karya Mesias.

Saudara, di dalam Injil Markus yang kita baca tadi kembali kita melihat masa dan cara yang dilakukan Tuhan. Memang tidak tertulis di situ, tetapi menurut penyelidikan ada rentang waktu empat abad di antara akhir Perjanjian Lama dan awal Perjanjian Baru. Dalam rentang waktu itu Tuhan tidak mengutus nabi-nabiNya, sehingga dapat dikatakan bahwa Tuhan tidak menyapa umatNya dan membiarkan umatNya berada dalam masa sunyi. Jikalau tiba-tiba muncul seorang Yohanes Pembaptis di tengah-tengah umatNya, maka itu berarti Tuhan sudah memecahkan kesunyian yang sangat mengerikan. Di sini kita diingatkan bahwa patut bersyukur sebab ternyata Tuhan mau berinisiatif, Tuhan mau membuka diri, membuka jalur persekutuan dengan kita. Coba bayangkan andai di dalam seluruh sejarah dunia dan sejarah manusia, untuk selamanya Tuhan hanya “bersembunyi” terus di dalam kekudusanNya, hanya bersedia menjadi Allah yang transcendent saja, maka kita akan menjadi kerdil dan hanya seperti hewan di hadapanNya. Hidup kita akan terasa dingin dan beku sebab tak ada kehangatan illahi yang menyapa, menyentuh, memegang, memapah, merangkul serta menggendong kita.

Dalam Markus 1:1 tadi kita membaca:”Inilah permulaan Injil tentang Yesus Kristus, Anak Allah.” Ditegaskan di sini bahwa awal berita sukacita yang terbesar berasal dari surga dan mengenai Yesus Kristus Anak Allah. Saudara, Mesias yang sejak awal sejarah manusia sudah dijanjikan, kini mulai diungkap dan segera dihadirkan karena masanya sudah tiba! Yesus Kristus, Anak Allah adalah Mesias yang segera hadir untuk membangun Dunia Baru bagi kita.Jika disebut Anak Allah, berarti Dia itu Allah. Tapi kemudian Dia juga akan memperkenalkan diri sebagai Anak Manusia , sebab dilahirkan oleh seorang manusia. Tokoh yang satu ini sungguh luar biasa hebat dan dahsyatnya: Dia itu Allah yang sejati , sebab Allah Putera dan Manusia yang sejati, sebab tidak punya dosa. Peranan, karya serta kehadiranNya sudah ada dalam rencana Allah. Di dalam TanganNya ada Dunia Baru, yaitu kenyataan hidup dimana manusia tidak lagi dikuasai iblis, dosa dan maut. Kasih dan pengorbanan akan menjadi andalanNya yang ampuh. Oleh karena itu pada gilirannya Ia menghendaki setiap pengikutNya menjadi pelaku kasih dan rela berkorban seperti Dia. Dari situlah akan muncul sukacita dan kebahagiaan yang sesungguhnya. Mesias,Yesus Kristus itu bersedia datang sedekat-dekatnya dalam hidup kita asal kita mau membuka diri bagi kedatanganNya. Dia mau memegang tangan kita, asal kita bersedia mengulurkan tangan bagiNya (Matius 14:31).Dia mau masuk ke dalam rumah kita, dan bersedia makan bersama kita, asal kita mau membukakan pintu yang diketukNya (Wahyu 3:20). Dia mau mengajar, asal kita siap mendengar firmanNya (Matius 5:2). Dia mau menyelamatkan asal kita mau bertobat! (Lukas 5:32).

Tetapi mengapa Yohanes Pembaptis harus muncul lebih dahulu? Mengapa harus ada pembuka jalan segala? Mengapa harus ada suara yang berseru-seru di padang gurun? Dan mengapa Yohanes itu berpenampilan begitu sederhana? Jawabnya: Inilah cara yang ditempuh oleh Tuhan untuk memperkenalkan siapakah Yesus itu (Markus 1:7; Yohanes

1:29), dan mempersiapkan jalan bagi Yesus, agar terjadi perjumpaan diantara Yesus dengan orang-orang berdosa yang merindukan hidup baru dan dunia baru.Itu sebabnya Yohanes Pembaptis menyerukan pertobatan dan baptisan dengan air, tetapi Yesus Kristus akan membaptis dengan Roh Kudus. Yohanes Pembaptis menyiapkan untuk karya Kristus yang lebih mulia.Yohanes hanya sebagai “suara” dan mengaku bahwa membuka tali kasutNya saja ia merasa tidak layak. Jadi Yesus Kristus adalah yang utama!

Saudara, apa yang kita baca dalam 2 Petrus 3 tadi? Sekali lagi tentang kedatangan Tuhan Yesus, tapi tentu saja tentang kedatanganNya yang ke dua nanti.Kita tidak perlu bingung menduga-duga tanggal berapa kedatanganNya yang ke dua itu.Tidak bakalan kita ketahui, sebab Tuhan sendiri mengatakan seperti kedatangannya seorang pencuri. Jika masih terus ditunda juga, pasti karena rencana kasihNya, yaitu agar kita bertobat dan semakin tambah banyak orang yang bertobat melalui kita. Apakah Tuhan Yesus akan datang kembali di akhir zaman? Tidak perlu diragukan! Mari kita tengok apa yang telah terjadi, lalu kita berkeyakinan demikian: Jika kedatangan pertama saja dapat ditempuh oleh Tuhan Yesus, meskipun ditandai dengan kerendahan dan penderitaan, apalagi kedatangan ke dua yang ditandai dengan kemuliaanNya sebagai Pemenang dan Hakim Tertinggi. Pada saat itu nanti, dunia baruNya pasti akan disempurnakan!


Tagged as: , , , ,

You must be logged in to post a comment.