Archive for December, 2008
Berkat
Bacaan: Yohanes 1: 1-18
DAVID adalah anak seorang pengusaha yang terkenal. Ayahnya bijak dan penuh kasih. Pada suatu hari ia ingin menghitung berapa banyak yang telah diberikan Ayahnya kepadanya: “Sejak lahir aku dipelihara dan diberi perhatian,” kata David kepada dirinya sendiri, “Saat aku sakit Ayah selalu menjaga dan merawat aku dengan sabar. Ketika aku disakiti temanku, Ayah menghiburku. Ketika dalam kesulitan, Ayah memberikan bimbingan. Saat aku menginjak dewasa, Ayah mulai memikirkan masa depanku. Dia mencarikan pendidikan yang terbaik dan menyiapkan rumah. Tapi aku sering tidak puas dengan apa yang sudah dia berikan. Aku sering kecewa ketika ia tidak sama pendapatnya denganku.” Akhirnya David tidak dapat menghitung lagi berapa banyak yang telah diberikan oleh ayahnya. Akhirnya David berjanji akan menceritakan kebaikan ayahnya, menaati ayahnya dan berusaha memberikan yang terbaik kepadanya. Apakah kita pernah menghitung berapa banyak berkat yang telah kita peroleh dari Bapa kita di Sorga? Kita tidak mungkin dapat menghitungnya lagi? Atau mungkin kita tidak sempat menghitungnya karena sudah melupakannya. Apakah kita sudah menceritakan kebaikan Bapa kita dalam kehidupan kita sehari-hari? Atau kita masih belum puas dengan apa yang telah diberikan-Nya pada kita? Marilah kita melangkah pada tahun baru dengan keyakinan, “Sampai di sini Allah sudah menyertai saya, Eben Ezer. Maka Allah pasti akan menyertai saya di tahun depan.” BERAPA BANYAK KELIMPAHAN RAHMAT TUHAN YANG TELAH KITA TERIMA SELAMA TAHUN INI?
Pertumbuhan
Bacaan: Lukas 2: 36-40 dan I Yohanes 2: 12-17 SETIAP orangtua akan berbangga hati jika anaknya bertumbuh dewa sa dan makin terampil dalam berbagai hal. Bangga karena anaknya makin pandai memainkan piano; bangga karena tahu mengucapkan salam; bangga karena anaknya makin pandai menggambar. Dalam bacaan hari ini, kita melihat sukacita Maria dan Yusuf yang melihat pertumbuhan yang dialami Yesus. Untuk mengalami pertumbuhan kita memerlukan makanan, kesehatan dan kemauan untuk bertumbuh. Untuk mengalami pertumbuhan rohani, kita membutuhkan makanan rohani yaitu firman Tuhan. Kita juga membutuhkan kuasa Tuhan untuk menghilangkan penyakit-penyakit yang ada dalam kerohanian kita. Di samping itu, kita harus punya kemauan meninggalkan kehidupan yang lama dan meneladani Yesus. Dalam bacaan hari ini disebutkan bahwa anak-anak, bapa-bapa, orang muda, dan semua umat tebusannya harus meninggalkan keduniawian. Itu artinya. bukan hanya anak-anak saja yang dapat bertumbuh melainkan kita semua perlu mengalami pertumbuhan dalam iman. Bagaimana dengan pertumbuhan iman Anda? Apakah Anda telah menjadi kebanggaan dan sukacita Bapa kita? Marilah mulai memperhatikan kehidupan rohani. Kita harus memberikan makanan kepada rohani kita dengan setiap hari merenungkan firman Tuhan. Sudahkah Anda menjaga kesehatan rohani dengan menghilangkan sakit hati dendam iri hari dan kepahitan? Apakah Anda punya kemauan bertumbuh dewasa dalam iman? ANAK ITU BERTAMBAH BESAR DAN KUAT, PENUH HIKMAT DAN KASIH KARUNIA ALLAH ADA PADANYA
Cita-cita
Bacaan:
Lukas 2: 22-35
SETIAP orang tua tentu mempunyai cita-cita. Orang tua merasa akan puas hidupnya apabila bisa melihat anaknya di wisuda Sarjana, syukur-syukur Doktor. Ada orang yang merasa puas apabila telah menikahkan anaknya yang bungsu. Kalau yang bungsu sudah menikah, nah rasanya hidup sudah penuh, Syukur-syukur orang tua itu masih boleh menimang cucu yang lucu-lucu.
Pada Injil hari ini, kita memperoleh teladan orang tua yang hebat, yaitu Simeon. Simeon itu orang suci, orang benar, dan saleh. Hidupnya hanya dibaktikan bagi satu cita-cita, yaitu boleh melihat sang Penebus, sang Penyelamat umat manusia. Ia memohon kepada Tuhan agar sebelum matanya tertutup selama-lamanya ia diperkenankan melihat Mesias.
Dan, Allah mengabulkan doa Simeon. Setelah ia melihat Yesus, bahkan menatang-Nya, ia berani berkata: “Sekarang Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera!”
Dengan kata lain, Simeon sudah puas, cita-citanya telah terpenuhi karena telah menyaksikan kehadiran sang Penebus umat manusia.
Apa yang paling membuat Anda merasa puas dalam hidup? Apa sebenarnya kerinduan Anda? Apa cita-cita Anda? Kalau cita-cita dan kerinduan itu hanya seputar keberhasilan dan prestasi keluarga atau anak, jabatan, posisi dalam masyarakat, maka kita ini belum sungguh sesuai dengan sabda Tuhan. Marilah kita meneladani Simeon yang meletakkan kepuasan, kerinduan, dan kepenuhan hidup kepada kedatangan Kristus sendiri dalam hidup kita, baik hari ini, besok, maupun saat kematian kita nanti.
MANAKAH KERINDUAN HIDUP KITA YANG SESUNGGUHNYA?
ANUGERAH BAGI YANG MENCARI- NYA
Oleh: Pdt.Em.Daud Adiprasetya.
Renungan Minggu, 4 Januari 2009
Yesaya 60:1-6 Mazmur 72:1-7 Efesus 3:1-12 Matius 2:1-12
Apakah Saudara mempunyai perasaan seperti saya, bahwa pengalaman rohani dari umat Tuhan zaman dulu , dalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru adalah merupakan pengalaman kita juga? Setidaknya, ada kemiripannya. Saya kira hal ini sangat penting, sebab sekiranya kita tidak berada di dalam pengalaman dan kehidupan mereka, sekiranya kita tidak bisa menyatu dengan mereka sebagai keluarga besar umat Tuhan, maka pemberitaan firman Tuhan dalam Alkitab hanyalah merupakan pemaparan sejarah semata, dan maksud serta harapan Tuhan dengan demikian tidak tercapai! Sekarang mari kita cermati Firman Tuhan yang sudah kita baca tadi, yang menyangkut anugerah Tuhan.
Pertama: Anugerah Tuhan Untuk Menjadi Terang. Yesaya 60 yang kita baca tadi melukiskan keadaan umat Tuhan sesudah pulang dari Pembuangan Babil. Ke depan mereka pasti mengharapkan banyak hal, tapi harapan mereka sebagai umat Tuhan haruslah bisa selaras dengan harapan Tuhan atas mereka.Yang seperti ini penting untuk kita Saudara, sebab memasuki Tahun Baru biasanya kita mempunyai sekeranjang harapan, dan semua itu langsung saja kita pohonkan perwujudannya kepada Tuhan. Seolah kita tidak mau menyediakan ruang dan kesempatan bagi Tuhan untuk menyatakan harapanNya atas kita. Karena Tuhan adalah sumber terang dan Ia adalah Terang yang kekal, maka di sini kita melihat betapa Tuhan menghendaki agar umatNya juga menjadi terang. Dan untuk itu harus ada kebangkitan, kesadaran dan upaya. Maka firman Tuhan: Bangkitlah! Saudara, ini memang perintah, namun mengandung anugerah.UmatNya, termasuk kita semua disuruh bangkit, disuruh menjadi terang, berarti diberi kepercayaan oleh Tuhan untuk menjadi kepanjangan tangan bagi berkat yang akan dipancarkan Tuhan ke seluruh dunia. Ingatlah sabda Tuhan Yesus di Matius 5:14 “Kamu adalah terang dunia”.Bukankah ini merupakan anugerah yang sangat berarti dari Tuhan, jika kita di jadikan terang dan dapat menerangi kehidupan banyak orang serta mendatangkan kehangatan, penyuluhan dan suksacita. Kalau begitu anugerah Tuhan telah memunculkan kebahagiaan.Tapi apakah itu “kebahagiaan”? Aristoteles Filsuf Yunani yang hidup 300M berujar:”Kebahagiaan adakah penggunaan semua kemungkinan dalam diri seseorang untuk kebahagiaan orang lain.” Saudara, sesungguhnya kita mempunyai banyak kemampuan dan kesempatan yang belum kita kembangkan bagi kebahagiaan orang-orang di sekitar kita.Biasanya hal itu disebabkan karena kita terlalu sibuk dengan urusan kita sendiri. Ada cerita tentang orang kaya yang menerima telpun dari Pak Camat, mengharap bantuannya karena di wilayah itu ada kebakaran. Si kaya tidak mau turun tangan sebab ia sibuk mengawasi tukang-tukang yang sedang memugar gedungnya. Sesudah pekerjaan di rumahnya rampung, barulah ia keluar untuk melihat keadaan. Ia sangat terkejut sebab melihat kenyataan bahwa semua penduduk desanya sudah pergi mengungsi ke lain daerah.Dengan demikian tinggal dia seorang yang masih tertinggal dengan gedung megahnya. Tiba-tiba dia merasa seperti sedang dikucilkan dan dihukum oleh masyarakat!
Ke dua: Anugerah Tuhan Melalui Kehadiran Anak Raja. Apa yang kita jumpai dalam Mazmur 72 tadi Saudara? Harapan umat Tuhan kepada raja dan kepada anak raja, atau raja yang baru sebagai penggantinya. Untuk raja yang baru, di harapakan agar memerintah dengan adil.Di sini muncul harapan lahirnya “Raja Adil”.Bicara tentang “Raja Adil” saya lalu ingat sebuah cerita tentang seorang raja Persia pada zaman dulu. Seorang raja yang suka berincognito atau menyamar menjadi rakyat biasa dan bergaul dengan lapisan masyarakat yang paling bawah, agar dapat memerintah dengan adil .Suatu ketika raja Persia yang satu ini tinggal bersama keluarga miskin di sebuah gudang kosong di bawah tanah.Karena sudah terjalin hubungan yang akrab maka ia tidak bisa menyembunyikan lagi identitasnya, ia berterus terang mengenai jati dirinya dan mempersilahkan kepala keluarga miskin itu untuk mengajukan permohonan yang pasti akan dipenuhinya. Yang menarik dari kisah ini adalah ketika kepala keluarga yang miskin itu tidak mau memohon apa pun juga.Ia hanya menyampaikan kekaguman serta keharuan hatinya, demikian:”Baginda telah rela meninggalkan istana untuk tinggal di tempat kumuh ini.Sudi makan seadanya bersama kami sekeluarga.Baginda telah membawa kegembiraan besar bagi kami.Baginda telah memberikan diri Anda dan semua ini sudah lebih dari cukup, bahkan merupakan anugerah bagi kami semua!” Saudara, di sini kita bisa belajar tentang anugerah, yaitu tatkala harkat kita sebagai manusia dihargai oleh sesama dan penguasa hidup kita! Raja adil yang didambakam dalam Mazmur 72 tadi jika benar-benar muncul maka merupakan anugerah besar bagi seluruh rakyat.Jika raja memerintah dengan adil, memberantas penindasan, orang miskin diperhatikan nasibnya, tentu dengan sendirinya muncul kemakmuran . Juga dikatakan damai sejahtera akan berlimpah!Apa yang diungkap di sini, termasuk cerita tentang raja Persia tadi sepertinya mengajak kita untuk memperhatikan Yesus Kristus, raja di atas segala raja itu. Semua hal yang baik dan yang terbaik yang dimiliki oleh seorang raja, ada pada Yesus Kristus. Kehadiran Yesus Kristus dalam hidup kita merupakan anugerah yang sangat besar yang patut kita syukuri dari waktu ke waktu di sepanjang hayat!
Ke tiga: Anugerah Tuhan Berupa Jalan Masuk Bagi Siapa Saja. Dalam Efesus 3 yang kita baca tadi ditekankan sebagai kejutan besar bahwa Tuhan sudah membuka lebar- lebar jalan untuk memasuki keselamatanNya, tanpa memandang yang hina maupun yang non Yahudi. Dalam Alkitab kita dapat melihat keberpihakan Tuhan kepada mereka yang diremehkan oleh sesamanya. Dimulai dengan Habil, Yusuf, Daud, para nelayan, janda miskin, anak-anak kecil, orang-orang kusta , Bartimeus dan seterusnya. Tapi jika Tuhan kemudian juga berpihak kepada Saulus atau Paulus, maka itu adalah suatu anugerah yang luar biasa. Paulus yang sepantasnya ditolak, malah diberi jalan masuk. Paulus yang seharusnya dihukum berat karena menjadi “penganiaya Kristus” malah dijadikan teman sekerja Allah yang dipercayai untuk menyebarkan injil Kerajaan Allah. Akal sehat kita tak mampu memahami rencana dan cara kerja Tuhan. Emosi kita cepat membutakan mata untuk melihat betapa konsekuen Tuhan terhadap pelajaranNya, bahwa kita harus bisa mendoakan dan mengasihi musuh. Tahulah kita sekarang mengapa Tuhan merangkul Paulus yang merasa paling hina itu, karena mempunyai rencana besar melalui hambaNya ini untuk dapat merangkul sebanyak mungkin orang yang merasa tidak layak, termasuk mereka yang non Yahudi.Hidup dekat dengan Tuhan membuat kita sadar bahwa kita semua sedang tinggal bersama di dalam sebuah rumah besar yang bernama dunia. Dalam Rumah Dunia yang dianugerahkan Tuhan ini semua bangsa dipanggil untuk hidup damai sejahtera dalam Yesus Kristus.Itulah tujuan akhir Tuhan di dunia ini, supaya dapat dilanjutkan di Rumah Tuhan yang mulia di surga! Jadi pada dasarnya kerinduan hati Tuhan adalah agar semua manusia di dunia beroleh selamat dan hidup kekal (Yohanes 3:l6}.
Ke empat: Anugerah Bagi Yang Mencari. Pencarian orang-orang majus dari Timur ke Yerusalem, sungguh sangat menarik. Kisah itu sudah kita kenal semenjak kita masih kecil. Sekarang kita mau memahaminya sebagai sebuah kisah yang menyentuh hati dan menggugah semangat. Pencarian mereka bertolak dari keyakinan hati yang sangat mendalam dan mantap. Pencarian mereka disertai kesedian besar untuk menghadapi segala bentuk tantangan dan resiko.Tapi pencarian mereka juga merupakan anugerah dari Tuhan sebab ada pendampingan dan pengarahan Tuhan, terutama sekali juga ada hasil besar yang mereka raih, yaitu perjumpaan mereka dengan Bayi Yesus yang kelahiranNya dihiasi dengan bintang-bintang di agkasa! Pelajaran apa yang dapat kita tangkap dari pencarian orang-orang majus ini? Pertama: Niat baik harus ditopang dengan usaha dan cara yang baik pula. Ke dua: Selalu akan ada campurtangan Tuhan untuk setiap kegiatan manusia jika dapat menunjang rencanaNya. Ke tiga: Yesus hadir bagi yang miskin atau kaya, yang buta huruf maupun yang cendekiawan, yang dekat atau jauh, yang menarik diri maupun lebih-lebih yang sedang mencari Dia.
Apakah Saudara pernah mendengar bahwa dalam perjalanan orang-orang majus itu, mereka sempat bertemu seseorang yang sangat tertarik untuk bergabung dengan mereka. Rombongan orang majus juga tidak berkeberatan bahkan dengan tulus mengajak orang itu untuk bersama-sama mencari dan menyembah anak raja yang baru lahir itu., namun pada saat terakhir ia membatalkan niatnya! Cerita tambahan seperti ini tentu saja tidak tertulis dalam Alkitab, tapi rasanya cocok juga untuk mengingatkan banyak orang yang masih ragu-ragu menemui dan menyembah Yesus.Bahkan cocok juga untuk mendorong kita yang sudah beriman kepada Yesus Kristus, namun sangat minim dalam kiprah pelayanan sampai akhirnya kontribusi kita dalam pengembangan Kerajaan Allah juga tidak seberapa.
Keluarga
Bacaan:
Lukas 2: 22.39-40
DI ZAMAN modern ini, di kota-kota besar, muncul kelompok-kelompok yang menggunakan istilah “keluarga”. Misalnya, Ikatan Keluarga Trah Ponco Wiryodinoto (berdasarkan keturunan); Ikatan Keluarga Sumatera Utara (berdasar etnis dan asal usul); Ikatan Keluarga alumni SMA Negeri 109 (berdasar tempat pendidikan); Ikatan Keluarga Bank “X”(berdasar bidang dan tempat kerja). Di tengah gejala hidup individualisme, masyarakat perkotaan ternyata membutuhkan suasana pemersatu yang memberi tempat untuk berkomunitas. Kata “keluarga” diperluas dari ikatan darah/keturunan menjadi ikatan yang membentuk persaudaraan layaknya satu keluarga.
Manusia merupakan makhluk sosial yang saling membutuhkan dan merupakan satu keluarga. Dari segi iman kita percaya bahwa Allah adalah Pencipta segala bangsa. Allah menjadi Bapa semua orang. Secara lebih jelas tegas Yesus mengajarkan doa yang dimulai dengan kata-kata: “Bapa kami yang ada di surga”. Melalui penjelmaan-Nya, Yesus hadir di tengah-tengah keluarga bangsa manusia.
Maria dan Yusuf menjadi ibu dan bapa Yesus. Keluarga kudus Nazaret ini menunjukkan hubungan kekeluargaan yang tidak hanya berdimensi kemanusiaan, tetapi juga berdimensi ilahi. Yesus menegaskan siapa saja yang menjadi anggota keluarga-Nya, “ Sebab siapa pun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di surga, adalah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku”(Matius 12:50). Inilah makna keluarga dari sudut pandang iman.
SEMOGA PESTA KELUARGA KUDUS SEMAKIN MEMPERERAT
KEKELUARGAAN KITA
Refleksi
Bacaan:
I Yohanes 1:1-4
SEORANG guru meminta para murid kelas 3 SMU untuk menulis 5 kelebihan dan 5 kekurangan dari teman sebangkunya. Keesokan harinya sang guru membacakan daftar kelebihan dan kekurangan itu. Para murid menanggapinya dengan beragam.
Ada yang tersenyum; ada yang berbisik-bisik: ”Aku tidak tahu bahwa ternyata aku berarti bagi orang lain.” Para murid merasa sangat bahagia dengan komentar itu dan menyukai satu sama lain. Mereka belajar memahami kelebihan dan kekurang di dalam diri mereka.
Beberapa tahun kemudian, salah seorang dari murid itu tewas terbunuh di Vietnam. Sang guru menghadiri pemakaman bekas murid itu. Seorang tentara menghampiri guru itu dan bertanya,”Apakah Anda guru matematika Mark?” Sang guru menggangguk. Tentara itu lalu berkata,“Mark banyak membicarakan tentang Anda”
Selesai pemakaman, bekas teman-teman sekelas Mark dan sang guru menemui orangtua Mark. “Kami akan memperlihatkan sesuatu pada Anda,” kata ayah Mark sambil mengambil dompet dari sakunya.
Dompet itu dibawa Mark ketika ia tewas. Sang guru langsung mengenali itu adalah kertas daftar kelebihan dan kekurangan yang pernah dibuatnya. Sang guru menangis terharu.
Lima hari lagi kita akan memasuki tahun baru 2009. Saatnya bagi kita melihat dan kekurangan kita. Kita perlu berhenti sejenak, merenungkan dan berdoa meminta penyertaan Tuhan.
INILAH SAAT ANDA UNTUK BERHENTI DAN MELIHAT DIRI
Waspada
Bacaan:
Matius 10:17-22
TANGGAL 20 Oktober 2008 dalam perjalanan pulang dari Surabaya ke Klaten dengan KA Sancaka pagi saya mengobrol-ngobrol dengan Bapak sebelah tempat duduk saya. Kami mengobrolkan berita di koran. Sekarang pembunuhan, kejahatan ada dimana-mana. Bila kita rajin membaca koran, mendengar radio, TV, kita akan mendapat banyak informasi mengenai banyak hal yang terjadi dalam jagat raya ini.
Genaplah firman Tuhan supaya waspada terhadap segala sesuatu. Kata “waspada” dalam bahasa Yunani adalah “blepete” yang artinya “lihatlah, perhatikanlah, perdulikanlah.”
Firman Tuhan mengatakan bahwa kehidupan manusia tidak selalu nyaman, indah, dan tenteram, tetapi juga terdapat penderitaan, penganiayaan, penghambatan, dan penyiksaan. Dunia akan mengalami pelbagai pergolakan yang membawa manusia ke dalam kesukaran hidup.
Kegentingan dunia hari-hari ini terjadi karena manusia lebih mementingkan persoalan pribadi daripada menemukan kehendak Bapa. Tanda bahaya sudah ditiup tetapi banyak orang tidak mendengar isyarat ini.
Waspadalah, jika penganiayaan itu terjadi kita tidak perlu khawatir karena Allah akan mengaruniakan Roh-Nya untuk menguatkan kita. Siapa yang waspada dan berjaga-jaga dan yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.
ORANG YANG BERTAHAN SAMPAI KESUDAHANNYA AKAN SELAMAT
Hadiah
Bacaan:
Yohanes 1:1-5, 9-14
SEPANJANG sejarah, orang terkenal sering mengalami kesulitan dalam memilih hadiah. Ratu Victoria jelas sangat putus asa ketika, memberikan gunung Kilimanjaro kepada Kaisar Wilhem sebagai hadiah ulang tahun. Ada juga Cleopatra yang memberikan dirinya kepada Caesar terbungkus dalam permadani.
“Waktu” merupakan salah satu hadiah yang penting. Hadiah yang sebenarnya dari orang Majus kepada Yesus bukan hanya mur, emas, dan kemenyan saja, tetapi waktu dan jerih payah membawa hadiah. Itulah yang menjadi hadiah utamanya.
Injil Yohanes 1:1-5, 9-14 mengatakan bahwa Firman dari Allah adalah perwujudan dari Kristus itu sendiri. Kristus sendiri telah menjadi manusia dan berada di tengah-tengah dunia ini. Bahkan Dia telah mengorbankan diri-Nya untuk menebus dosa manusia.
Maka dalam hari Natal ini kita diajak untuk mengenang dan bersyukur, karena saat inilah Juru Selamat lahir ke dunia.
Saran bingkisan Natal:
Untuk musuhmu, maaf.
Untuk seorang lawan, toleransi.
Untuk seorang teman, hatimu.
Untuk seorang pelanggan, pelayanan.
Untuk semua, kemurahan hati.
Untuk setiap anak, contoh yang baik.
Untuk dirimu sendiri, rasa hormat.
SELAMAT HARI NATAL, BERKAT TUHAN MELIMPAH UNTUK ANDA SEKELUARGA DAN KOMUNITAS ANDA
Kebaktian Malam Natal
Kebaktian malam Natal di Klaten berlangsung dengan aman, tenteram, dan tanpa insiden yang berarti. Pada malam Natal ini GKI Klaten terpaksa mengadakan kebaktian selama dua kali karena keterbatasan tempat. Kebaktian pertama dimulai pukul 18.00 dan kebaktian kedua pada pukul 22.00 WIB.
Pada siang harinya, kami sempat dibuat was-was dengan inspeksi keamanan dari pihak kepolisian sampai sebanyak tiga kali. Tahun lalu dan tahun-tahun sebelumnya belum pernah diadakan inspeksi seperti ini. Pemeriksaan pertama dilakukan oleh tim Gegana pada pukul 10.00 pagi. Mereka memeriksa seluruh bangku-bangku gereja, mengecek setiap pot dan melongok setiap kolong dan bawah panggung.
Enam jam kemudian, datang lagi tim dari kepolisian. Kami mengatakan bahwa gereja sudah diperiksa oleh tim Gegana, tetapi mereka tetap ingin memeriksa sekali lagi. “Untuk memastikan supaya situasi aman,”kata pimpinan rombongan. Kami persilakan mereka mengerjakan perintah atasan. Toh tidak ada sesuatu yang mengganggu persiapan kami. Menggunakan detektor metal, mereka sekali lagi memeriksa gedung gereja. Menurut saya, alat itu sebenarnya tidak berfungsi efektif karena banyak metal logam di gereja yang pasti akan membuat alat itu aktif. Tapi toh tak mengapa.Setidaknya penggunaannya dapat menciptakan rasa aman.
Yang mengherankan, satu jam kemudian Kapolres Klaten beserta dengan stafnya meninjau lagi kesiapan kami. Ini baru pertama kali perwira polisi tertinggi di Klaten memeriksa langsung pengamanan Natal. Dalam hal ini kami sebagai warga masyarakat dan warga negara merasa berterimakasih dan terlindungi. Namun hati kecil merasa sedikit heran apakah harus dilakukan pemeriksaan secara beruntun? Ada apa gerangan? Apakah ada sesuatu yang membuat aparat keamanan harus waspada?
Pertanyaan ini menggantung di benak sebagian panitia hingga pelaksanaan kebaktian. Kebaktian I dihadiri lebih dari 300 orang. Seluruh kursi terisi penuh. kebaktian yang dilayani oleh pdt. Pelangi Kurnia Putri ini diiringi oleh musik Ensemble Gitar. Ada enam pemuda yang mengiringi pujian menggunakan gitar akustik. Sedangkan Kebaktian II yang dipimpin oleh pdt. Phan Bie Thon dihadiri lebih sedikit jemaat. Meski begitu, 90 persen kapasitas tempat duduk terisi oleh anggota jemaat.
Selain mendapat bantuan pengamanan dari kepolisian, kami juga mendapat pengamanan dari Banser (Barusan Serbaguna) dari NU. Ada puluhan pemuda Muslim berpakaian doreng-doreng yang ikut berjaga di depan gereja. Selama ini, gereja kami memang menjalin hubungan baik dengan rekan-rekan dari NU. Setiap mengadakan Pasar Murah, kami sering melakukannya bersama-sama dengan para santri dan Pondok Pesantren “Pancasila Sakti”, pimpinan kyai karismatik mbah Lim. Itu sebabnya, pada malam Natal ini, mereka menawarkan diri untuk ikut menjaga keamanan selama ibadah berlangsung.

Ibadah Malam Natal, 24 Desember di GKI Klaten
Pengamanan dari Banser NU
Video Kabektian Natal

Sinar
Bacaan:
Lukas 1:1:67-79
TAHUKAH Anda, bahwa tanpa Thomas Alva Edison, malam Natal ini mungkin tidak akan segemerlap sekarang. Siapa dia? Thomas Alva Edison adalah penemu lampu pijar. Dialah orang yang membuat dunia ini bersinar untuk pertama kalinya. Dibutuhkan lebih dari 1000 kali kegagalan terlebih dahulu sebelum akhirnya dia berhasil menciptakan sebuah lampu. Dunia bersinar berkat Thomas Alva Edison.
Jauh sebelum Thomas Alva Edison menerangi dunia ini, Yesus telah lahir untuk menerangi hati kita. Lukas 1:67- 79, berisi tentang Zakharia yang dalam naungan Roh Kudus ingin memberitahukan tentang kedatangan sang Juruselamat. Seperti sinar matahari pagi yang mulai menghangatkan bumi, begitulah Allah datang (ay 78).
Dengan sinar,Allah datang untuk menerangi mereka yang ada dalam kegelapan (ay 79). Sinar yang terang akan membebaskan kita dari kegelapan (ay 68-74). Yesus akan membebaskan kita dari dosa yang kita lakukan.
Pohon jeruk akan bertunas jika mendapatkan sinar matahari. Perlahan-lahan dia akan tumbuh besar dan menghasilkan buah jeruk yang menyehatkan manusia.
Kita adalah orang-orang yang mendapat sinar terang Allah. Selayaknya kita pun berbuah dan bermanfaat bagi kehidupan masyarakat. Sudahkah kita berbuah bagi sekeliling kita?
ALLAH MENGUNJUNGI KITA LAKSANA FAJAR CEMERLANG
DALAM NAMA YESUS KITA SAMBUT TAHUN BARU
Bilangan 6:22-27 Mazmur 8 Filipi 2:5-13 Lukas 2:15-21
Oleh: Pdt.Em.Daud Adiprasetya
Renungan Tahun Baru 1 Januari 2009
Ada kisah tentang sebuah nama yang dilupakan.Terjadi dalam suatu temu kangen siswa SMU.Ketika mantan Kepala sekolah yang menjadi guru favorit para siswa muncul,maka secara spontan mendapat sambutan yang sangat hangat disertai tepuk tangan yang meriah.Bapak Kepala sekolah yang terkenal sangat perhatian kepada para siswanya itu langsung saja digojlok oleh anak-anak agar menyebutkan nama setiap mantan muridnya. Sangat mengagumkan bahwa kepala sekolah yang dulu merangkap menjadi guru mata pelajaran sejarah itu mampu mengingat dan menyebutkan nama setiap siswa, …..kecuali nama seorang mantan siswi yang justeru selalu duduk di baris terdepan! Dengan dilupakan namanya maka langsung saja muncul macam-macam perasaan di hatinya: kecewa, sedih, sakit, malu, rendah diri dan entah apa lagi.Jika semula dia begitu mengagumi Pak Guru itu, kini berubah menjadi sangat membencinya! Ternyata nama bisa menjadi begitu besar artinya dalam kehidupan kita. Apa arti Nama Tuhan bagi Tuhan dan bagi kita? Mari kita coba menengok Nama Tuhan,sampai sejauh mana namaNya itu begitu penting bagi kita?
Pertama: Nama Yang Berwibawa Ada Di Dalam BerkatNya.
Nama yang berwibawa sudah dikenal oleh umat Tuhan sejak dahulu kala dalam zaman Perjanjian Lama, itulah nama YHWH. Sebenarnya bukanlah nama itu pada dirinya yang hebat dan dahsyat, namun yang memiliki nama itu, sang pribadi Tuhan yang kudus dan mulia! Selanjutnya, karena Tuhan itu Roh , tidak tampak, maka namaNya menjadi semakin mempunyai peranan yang sangat penting, yaitu dapat mewakili kehadiran, keberadaan dan pribadiNya. Itu sebabnya dalam Sepuluh Firman, hukum yang ke tiga berbunyi:”Jangan menyebut nama Tuhan Allahmu dengan sembarangan, …” Keluaran 20:7. Dapat dikatakan bahwa nama Tuhan sudah menyatu dengan pribadiNya. Itulah sebabnya segala berkat yang disampaikan harus kita yakini bahwa berasal dari Tuhan dan disahkan dalam namaNya.Dalam Bilangan 6:27 kita melihat keinginan Tuhan agar namaNya tak terpisahkan dari berkat yang disampaikan. Dan dalam Bilangan 6 itu kita melihat bahwa berkat Tuhan yang dibubuhi namaNya ternyata adalah berkat yang sangat dibutuhkan oleh umatNya. Berkat dari imam waktu itu diucapkan ketika umat Tuhan akan mengadakan perjalanan di padang gurun. Padang gurun memiliki dua makna teologis: Tempat tinggal setan yang penuh dengan tantangan, dan juga lambang ketidak pastian. Memasuki Tahun Baru 2009, ada baiknya kita disadarkan bahwa seperti sedang memasuki padang gurun.Ke depan kita memang merasa sedang dicegat oleh berbagai macam tantangan. Krisis global saja sudah cukup dahsyat dampaknya, mampu menggunduli kekuatan serta keceriaan pada setiap aspek kehidupan kita. Maka ketidak pastian pun otomatis menyusul, mendatangkan was-was, tanda tanya besar bahkan bisa berdampak masa bodoh serta sikap apatis! Tapi dalam suasana hati seperti itu dan situasi yang sangat tidak menguntungkan, hari ini Tuhan minta agar kita mau menyambut berkat Tuhan yang menantang iman kita serta membangkitkan semangat kita. Bahwa Tuhan mau melimpahkan berkatNya dan siap melindungi.Mau menyinari dengan wajahNya, untuk memberi kasih karunia, berpihak kepada kita dan memberi damai sejahtera! Jika semua ini diurai, diresapi dan dinikmati dalam suatu kesungguhan pastilah akan membuat jiwa kita merasa segar dan puas.
Ke dua: Nama Yang Mulia Memberi Kekuatan Kepada Kita. Itulah yang kita baca dalam Mazmur 8 tadi.Dua kali kita baca “Betapa mulianya namaMu”,di ayat 2 dan10. Selanjutnya diterangkan kepada kita bahwa sesungguhnya Tuhan sudah memperlengkapi kita manusia dengan berbagai potensi, tentunya sebagai berkat Tuhan, sejak kita masih bayi. Jika Anda membaca Buku Pdt.Yahya Wijaya, Ph.D. dengan judul Kemarahan,Keramahan Dan Kemurahan Allah maka Mazmur 8 ini dikupas dengan sangat apiknya, dibawah judul Potensi Manusia. Baiklah sepintas saya ungkap di sini.Di samping berbagai kemampuan yang lain, sesungguhnya manusia sudah dikaruniai Tuhan kemampuan spiritual dan moral.Sejak bayi kita sudah diberi Tuhan kemampuan untuk mengalahkan lawan Allah, yaitu segala kejahatan, kekacauan, kuasa yang menimbulkan permusuhan dan dendam. Inilah kemampuan terpendam untuk menjadi mitra Allah, untuk berada di pihak Allah dalam mengalahkan kejahatan serta segala sesuatu yang melawan Allah. Sangat disayangkan bahwa banyak orang tidak mau mengembangkan potensinya untuk mengalahkan kejahatan, hanya karena terpancang pada potensi-potensi yang lain, misalnya potensi untuk menjadi sakti, pandai dan berkuasa.Dalam kerangka seluruh alam semesta, betapapun saktinya, pandainya dan berkuasanya manusia, ia tidak istimewa. Manusia menjadi begitu mulia bukan karena kemampuannya itu, melainkan karena kemampuannya untuk menjadi kawan Allah, maka disebut “hampir serupa dengan Allah”. Segala potensi manusia seperti potensi dalam bidang iptek, budaya bahkan memanfaatkan daya adikodrati menjadi penting dan mulia apabila dikembangkan bersama-sama dengan potensi untuk menjadi kawan Allah.Maka pemazmur mengajak kita untuk mengagumi Allah dan pekerjaanNya serta memuji Allah.Jika hidup kita diisi pujian, mengagumi Allah dan pekerjaanNya, maka potensi kita untuk mengalahkan lawan Allah akan bertumbuh terus. Demikianlah antara lain yang dapat kita baca dalam buku yang sangat bagus itu. Jadi Saudara, Allah yang mulia itu sudah memberkati kita semenjak bayi dengan potensi yang maha penting, yaitu potensi untuk menjadi kawan Allah dan melawan segala kejahatan. Jika potensi yang satu ini kita kembangkan bersama potensi-potensi yang lain, misalnya di bidang iptek bahkan adikodrati maka kita sungguh akan menjadi makhluk Tuhan yang sangat berguna dalam KerajaanNya.
Ke Tiga: Dalam Nama Yesus Para Gembala Menyambut Lembar Hidup Baru. Lihatlah Saudara apa yang terjadi sesudah para malaekat meninggalkan mereka dan kembali ke sorga.Pertama-tama tentu saja para gembala itu merasa telah memperoleh pengalaman yang sungguh sangat luar biasa. Dan akan menjadi lebih hebat, sekiranya mereka menyadari bahwa hanya mereka saja yang dikaruniai penglihatan serta peristiwa dahsyat itu oleh Allah yang Maha Pemurah. Mereka baru saja dimanjakan bahkan diangkat harkatnya setinggi-tingginya oleh Allah sendiri sebagai manusia yang boleh berada dalam pujian dan kemuliaan sorgawi seperti itu. Dan yang paling mengherankan justeru mereka yang diberi kehormatan oleh Allah untuk menerima berita kelahiran Sang Mesias Sesudah semuanya itu terwujud, maka kini para gembala Efrata itu memasuki lembar hidup yang baru.Mereka memasuki lembar hidup yang baru, dengan kekaguman yang baru, dengan perasaan yang luar biasa, baru saja “di-orangkan” , dimanjakan , dihargai serta dipandang penting oleh para malaekat dan Tuhan sendiri! Sesungguhnya semua kegiatan sorgawi di Efrata itu terjadi hanya karena Yesus Kristus telah lahir.Hanya karena nama Yesus diberitakan atau disebutkan oleh Allah melalui malaekatNya.Kita dapat mengatakan bahwa Yesus adalah merupakan berkat terbesar. Dalam namaNya itu seluruh umat manusia dilimpahi berkat Allah yang tiada taranya. Hal itu dilukiskan dalam pengalaman para gembala.Andai mereka itu bukan para gembala, andai mereka itu adalah para raja di dunia ini sekalipun, maka berkat yang diterima tetap maha besar.
Ke Empat: Dalam Nama Yesus Ada Kuasa Sebagai Tuhan.Itulah yang kita baca dalam Filipi 2 tadi.Yang mengherankan bahwa kuasa namaNya tidaklah muncul melalui peperangan atau kekerasan, tapi justeru melalui kasih dan pengorbananNya.Semakin Yesus mengajarkan dan mengamalkan kasihNya, merendahkan diri sampai tidak memperhitungkan kesetaraanNya dengan Allah, maka namaNya menjadi semakin berbobot, sebab Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepadaNya nama di atas segala nama. Di sini kita melihat betapa Allah merasa sangat puas sebab Yesus Kristus telah berhasil merampungkan tugas sebagai juru selamat manusia secara sempurna Kita sungguh berbahagia Saudara, sebab oleh karya Roh Kudus dimampukan melihat kenyataan bahwa sedemikian menyatunya Allah Bapa dan Allah Putera.Juga kita berbahagia sebab dalam nama Yesus kita beroleh berkat keselamatan untuk jiwa raga dan seluruh kehidupan kita seutuhnya. Dalam kebahagiaan seperti itu, dalam nama Yesus mari kita sambut tahun baru 2009.Kita yakini bahwa dalam nama Yesus tahun ini hidup kita akan terpelihara karena Tuhan menyinari dengan wajahNya dan memberi kita kasih karunia.Mari dalam nama Yesus kita bertekad mengembangkan potensi kita untuk mengalahkan lawan Allah, yaitu segala kuasa jahat yang akan merusak hidup kita! Berdasarkan berkat Yesus Kristus , mari tahun baru ini kita hadapi dengan kekaguman yang baru pula untuk memandang segala kemuliaan Tuhan di segala aspek kehidupan kita.Akhirnya, dengan semangat pengorbanan Yesus yang mempunyai nama di atas segala nama , mari kita selalu siap melayani pekerjaan Tuhan yang luas dan penting itu!
Tindakan
Bacaan:
Lukas 1:57-66
MELIHAT sebuah lukisan abstrak, dapat menimbulkan pertanyaan: “Ini
lukisan atau cat tumpah?” Sebenarnya, sebuah lukisan abstrak pasti mengandung makna.
Ketika seorang pelukis menggerakkan kuas catnya, setiap gerakannya pasti mengandung makna. Gerakan tangan pelukis ini menggambarkan kehidupan manusia. Setiap tindakan manusia mengandung makna. Misalnya, mengedipkan mata, itu memiliki berbagai makna: mungkin sedang sakit mata atau menggoda seseorang.
Elisabeth berbuat sesuatu yang bertentangan dengan tradisi. Menurut tradisi Yahudi, yang memberi nama anak adalah bapaknya.Akan tetapi Elisabeth tetap memberi nama anaknya yang baru lahir dengan nama Yohanes.
Tindakan Elisabeth yang tidak dapat dimengerti oleh orang lain, menghasilkan satu peristiwa luar biasa. Yohanes menjadi pembuka jalan bagi Yesus.
Dari awal kelihatan abstrak, akhirnya menjadi satu hal yang nyata dan merubah kehidupan manusia. Elisabeth tetap memberi nama Yohanes karena dia yakin bahwa Tuhan menyertai.
Apa yang sedang kita lakukan dalam pekerjaan, pelayanan, dan kegiatan Anda? Apakah semuanya itu dilakukan dengan penuh makna? Ingatlah bahwa setiap tindakan kita pasti mengandung makna.
Karena itu, jangan main-main dengan tindakan Anda. Tapi jangan takut karena Tuhan menyertai. Take the risk because God always bless us !
SETIAP TINDAKAN MENGANDUNG MAKNA SEBAGAI UTUSAN TUHAN
Tanggung Jawab
Bacaan:
I Samuel 1: 24-28
MARI mengingat kembali perasaan ketika pertama kali mengantar anak ke
sekolah. Mungkin Anda merasa takut kalau anak kita menangis karena masuk ke lingkungan baru. Mungkin pula Anda tidak menunggui anak di sekolah karena percaya bahwa guru dapat mendidik anak menjadi anak yang berguna.
Dinamika mengantar anak ke sekolah ini serupa dengan peristiwa yang dialami oleh Hana dan Elkana.
Hana termasuk orang tua yang percaya dengan Tuhan sehingga mau dengan sepenuh hati menyerahkan anaknya pada Tuhan. Pada ayat 28 dinyatakan bahwa Hana menyerahkan seumur hidup anaknya kepada Tuhan.
Satu hal yang menjadi alasan Hana menyerahkan anaknya pada Tuhan ialah ucapan syukur karena Tuhan sudah memberikan anak dan menyertai hidup mereka.
Bagaimana Anda? Apakah Anda sudah menyerahkan anak dengan sepenuh hati dan ucapan syukur? Dengan menyerahkan kepada Tuhan berarti ada tanggungjawab.
Orangtua adalah tokoh kunci dalam proses kemandirian anak. Bentuk tanggungjawab yang kita lakukan ialah belajar mengucap syukur seperti yang dilakukan Hana dan Elkana. Kita mengucap syukur karena Tuhan sudah mempercayakan seorang anak untuk dididik sesuai ajaran Tuhan.
YA TUHAN SEMOGA ANAK-ANAK YANG ENGKAU PERCAYAKAN PADA KAMI DAPAT BERKEMBANG DENGAN RANCANGAN MIMPIMU
Percaya
acaan:
Lukas 1 : 26-38
ALLAH mengutus malaikat Gabriel menemui Maria untuk memberitahukan bahwa dia akan mengandung seorang anak laki-laki yang bernama Yesus
Ini mengejutkan Maria karena saat itu sedang bertunangan dengan Yusuf. Bagaimana mungkin itu terjadi? Jawab malaikat itu kepada Maria :”Roh Kudus akan turun ke atasmu dan kuasa Allah Yang Maha Tinggi akan menaungi engkau” (ay.35). Maria menanggapinya dengan ketaatan:
”Sungguh aku ini adalah hamba Tuhan, jadilah padaku menurut perkataanmu itu” (ay.38).
Dalam kehidupan kita, kita tidak luput dari berbagai persoalan yang berat. Pergumulan hidup seperti ini juga telah dihadapi oleh umat Tuhan di sepanjang abad. Melalui berbagai persoalan kita bisa belajar: Pada saat kita merasa lemah, menghadapi jalan buntu dan tidak mampu, maka Allah memberi pertolongan tepat pada waktunya, sehingga iman kita diteguhkan.
Pada saat kita mempercayakan hidup kita kepada Allah dan mengikuti kehendak-Nya, kita akan menjadi alat Tuhan dalam karya keselamatan-Nya. Marilah kita mempercayakan hidup kita sepenuhnya kepada Allah dan ikut ambil bagian dalam pekerjaan Allah di GKI Klaten ini. Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus (Kolose 3:17).
PERCAYA ALLAH DAN RELA TERLIBAT DENGAN KARYANYA MESKIPUN TIDAK SELALU JELAS BAGI KITA
Jangan Khawatir
Bacaan:
Matius 6 : 25-27
SETIAP orang pasti pernah mengalami ketakutan. Perasaan takut adalah hal yang wajar dan manusiawi. Tapi kalau rasa takut itu telah menguasai kehidupan kita, maka hal itu dapat menjadi beban hidup yang sangat berat.
Dalam Matius 6: 25-27, Yesus mengajarkan agar kita menikmati hidup ini tanpa rasa khawatir. Itu bukan berarti Yesus tidak paham tentang persoalan hidup yang dihadapi orang lain.
Yesus justru tahu persis kebutuhan pokok manusia yaitu makanan, minuman dan pakaian.
Yesus juga paham jika seseorang mengalami kekurangan, maka dia akan merasa khawatir. Dalam hal ini, Yesus mengajar agar kita hidup dengan iman, sehingga kehidupan kita tidak melulu tertuju pada perkara-perkara duniawi.
Yesus lalu membuat perbandingan: “Hidup lebih penting daripada makanan” dan “Tubuh lebih penting dari pada pakaian”.
Maksudnya, manusia itu lebih penting daripada perabot dan perlengkapannya.
Perbandingan kedua: Manusia itu lebih berharga daripada burung-burung. Jika Allah saja memelihara burung, apalagi terhadap manusia. Dengan demikian apa lagi yang harus dikhawatirkan?
Marilah kita hadapi hidup ini dengan mengucap syukur. Kita harus mengimani bahwa Allah menyertai dan memelihara kita dengan luar biasa. Kekhawatiran yang tidak wajar membuat beban hidup kita semakin berat.
Hadapiah hidup ini dengan gembira, sebab hati yang gembira adalah obat yang manjur (Amsal 17:22).
KETAKUTAN MEMBUAT BEBAN HIDUP SEMAKIN BERAT
Kelahiran
Bacaan:
Lukas 1:5-25; Hakim 13:2-7;24-25a
KELAHIRAN seorang anak itu sangat mengembirakan hati ibu-bapaknya dan seluruh keluarganya. Sang ayah sudah menyiapkan nama anaknya, sang ibu juga telah menyiapkan pakaian bayi serta peralatan bayi di kamarnya.
Bacaan-bacaan hari ini mengisahkan hal yang sama, yaitu berita kelahiran Simson pada keluarga Manoah dan istrinya, serta kelahiran Yohanes Pembaptis pada Zakharia dan Elisabet istrinya. Ciri khas kelahiran dua tokoh besar itu hampir sama: lahir dari seorang ibu yang sebelumnya disebut mandul. Kelahiran mereka memang dikehendaki Allah demi suatu perutusan tertentu.
Nubuat malaikat mengenai anak yang dikandung itu menyatakan perutusan yang akan diterima oleh anak itu, yakni: ambil bagian dalam karya penyelamatan Allah dan mempersiapkan suatu umat yang layak bagi Tuhan.
Setiap anak yang lahir sebenarnya adalah karya Allah yang mengagumkan dan ajaib,bukan hanya tokoh Simson,Yohanes Pembaptis, atau pun Yesus. Setiap anak adalah karya Allah yang ajaib. Kita perlu sadar bahwa setiap anak yang lahir membawa perutusan hidupnya sendiri dari Allah.
Ada tugas tertentu di masa depan yang harus dilaksanakan selama hidup oleh anak itu, entah apa dan di mana. Orangtua ditugaskan untuk membesarkan, menjaga dan mendidik agar anak itu siap menjalankan utusan dari Penciptanya!
SETIAP ANAK YANG LAHIR SEBENARNYA ADALAH SEBUAH KARYA ALLAH YANG MENGAGUMKAN DAN AJAIB
Silsilah
Bacaan:
Matius 1:1-17
ADA hal menarik dalam pembukaan injil Matius. Matius memulai tulisannya dengan menceritakan silsilah Mesias melalui Abraham. Di dalam silsilah ini terdapat nama-nama yang sebenarnya “ tidak pantas “ masuk dalam kategori keturunan Abraham yang mewarisi sifat taat, percaya kepada Allah.
Antara lain Tamar, yang melakukan perbuatan asusila, juga Rahab, dia adalah seorang wanita tuna susila yang menolong dua orang pengintai ketika mereka memasuki kota Yerikho.
Namun semuanya tidak mengubah sejarah silsilah Yesus. Matius mau menunjukkan bahwa Yesus juga lahir sebagai orang yang biasa-biasa saja. Yang lahir dari keturunan orang-orang yang gagal untuk melakukan kehendak Allah.
Kegagalan yang dilakukan oleh para pendahulu keturunan orang Yahudi itu tidak menyurutkan Allah untuk merealisasikan Rencana Keselamatan Allah bagi dunia. Kegagalan hanyalah sukses yang tertunda. Allah memakai kegagalan itu untuk menggembleng manusia agar terus percaya kepadaNya, sehingga mereka akan mendapat keberhasilan.
Menjelang kita memasuki masa raya Natal, kita diajak untuk menelusuri hidup pribadi dan keluarga kita. Kita bersyukur melalui Yesus Kristus,Allah berkenan menjumpai kita. Sekalipun kita adalah manusia yang berdosa, yang sering kali mengalami kegagalan dalam hidup kita, namun Allah menyediakan jalan agar kita dapat mengalami kemenangan, keberhasilan.
KEGAGALAN HANYALAH SUKSES YANG TERTUNDA
























