DALAM NAMA YESUS KITA SAMBUT TAHUN BARU
Bilangan 6:22-27 Mazmur 8 Filipi 2:5-13 Lukas 2:15-21
Oleh: Pdt.Em.Daud Adiprasetya
Renungan Tahun Baru 1 Januari 2009
Ada kisah tentang sebuah nama yang dilupakan.Terjadi dalam suatu temu kangen siswa SMU.Ketika mantan Kepala sekolah yang menjadi guru favorit para siswa muncul,maka secara spontan mendapat sambutan yang sangat hangat disertai tepuk tangan yang meriah.Bapak Kepala sekolah yang terkenal sangat perhatian kepada para siswanya itu langsung saja digojlok oleh anak-anak agar menyebutkan nama setiap mantan muridnya. Sangat mengagumkan bahwa kepala sekolah yang dulu merangkap menjadi guru mata pelajaran sejarah itu mampu mengingat dan menyebutkan nama setiap siswa, …..kecuali nama seorang mantan siswi yang justeru selalu duduk di baris terdepan! Dengan dilupakan namanya maka langsung saja muncul macam-macam perasaan di hatinya: kecewa, sedih, sakit, malu, rendah diri dan entah apa lagi.Jika semula dia begitu mengagumi Pak Guru itu, kini berubah menjadi sangat membencinya! Ternyata nama bisa menjadi begitu besar artinya dalam kehidupan kita. Apa arti Nama Tuhan bagi Tuhan dan bagi kita? Mari kita coba menengok Nama Tuhan,sampai sejauh mana namaNya itu begitu penting bagi kita?
Pertama: Nama Yang Berwibawa Ada Di Dalam BerkatNya.
Nama yang berwibawa sudah dikenal oleh umat Tuhan sejak dahulu kala dalam zaman Perjanjian Lama, itulah nama YHWH. Sebenarnya bukanlah nama itu pada dirinya yang hebat dan dahsyat, namun yang memiliki nama itu, sang pribadi Tuhan yang kudus dan mulia! Selanjutnya, karena Tuhan itu Roh , tidak tampak, maka namaNya menjadi semakin mempunyai peranan yang sangat penting, yaitu dapat mewakili kehadiran, keberadaan dan pribadiNya. Itu sebabnya dalam Sepuluh Firman, hukum yang ke tiga berbunyi:”Jangan menyebut nama Tuhan Allahmu dengan sembarangan, …” Keluaran 20:7. Dapat dikatakan bahwa nama Tuhan sudah menyatu dengan pribadiNya. Itulah sebabnya segala berkat yang disampaikan harus kita yakini bahwa berasal dari Tuhan dan disahkan dalam namaNya.Dalam Bilangan 6:27 kita melihat keinginan Tuhan agar namaNya tak terpisahkan dari berkat yang disampaikan. Dan dalam Bilangan 6 itu kita melihat bahwa berkat Tuhan yang dibubuhi namaNya ternyata adalah berkat yang sangat dibutuhkan oleh umatNya. Berkat dari imam waktu itu diucapkan ketika umat Tuhan akan mengadakan perjalanan di padang gurun. Padang gurun memiliki dua makna teologis: Tempat tinggal setan yang penuh dengan tantangan, dan juga lambang ketidak pastian. Memasuki Tahun Baru 2009, ada baiknya kita disadarkan bahwa seperti sedang memasuki padang gurun.Ke depan kita memang merasa sedang dicegat oleh berbagai macam tantangan. Krisis global saja sudah cukup dahsyat dampaknya, mampu menggunduli kekuatan serta keceriaan pada setiap aspek kehidupan kita. Maka ketidak pastian pun otomatis menyusul, mendatangkan was-was, tanda tanya besar bahkan bisa berdampak masa bodoh serta sikap apatis! Tapi dalam suasana hati seperti itu dan situasi yang sangat tidak menguntungkan, hari ini Tuhan minta agar kita mau menyambut berkat Tuhan yang menantang iman kita serta membangkitkan semangat kita. Bahwa Tuhan mau melimpahkan berkatNya dan siap melindungi.Mau menyinari dengan wajahNya, untuk memberi kasih karunia, berpihak kepada kita dan memberi damai sejahtera! Jika semua ini diurai, diresapi dan dinikmati dalam suatu kesungguhan pastilah akan membuat jiwa kita merasa segar dan puas.
Ke dua: Nama Yang Mulia Memberi Kekuatan Kepada Kita. Itulah yang kita baca dalam Mazmur 8 tadi.Dua kali kita baca “Betapa mulianya namaMu”,di ayat 2 dan10. Selanjutnya diterangkan kepada kita bahwa sesungguhnya Tuhan sudah memperlengkapi kita manusia dengan berbagai potensi, tentunya sebagai berkat Tuhan, sejak kita masih bayi. Jika Anda membaca Buku Pdt.Yahya Wijaya, Ph.D. dengan judul Kemarahan,Keramahan Dan Kemurahan Allah maka Mazmur 8 ini dikupas dengan sangat apiknya, dibawah judul Potensi Manusia. Baiklah sepintas saya ungkap di sini.Di samping berbagai kemampuan yang lain, sesungguhnya manusia sudah dikaruniai Tuhan kemampuan spiritual dan moral.Sejak bayi kita sudah diberi Tuhan kemampuan untuk mengalahkan lawan Allah, yaitu segala kejahatan, kekacauan, kuasa yang menimbulkan permusuhan dan dendam. Inilah kemampuan terpendam untuk menjadi mitra Allah, untuk berada di pihak Allah dalam mengalahkan kejahatan serta segala sesuatu yang melawan Allah. Sangat disayangkan bahwa banyak orang tidak mau mengembangkan potensinya untuk mengalahkan kejahatan, hanya karena terpancang pada potensi-potensi yang lain, misalnya potensi untuk menjadi sakti, pandai dan berkuasa.Dalam kerangka seluruh alam semesta, betapapun saktinya, pandainya dan berkuasanya manusia, ia tidak istimewa. Manusia menjadi begitu mulia bukan karena kemampuannya itu, melainkan karena kemampuannya untuk menjadi kawan Allah, maka disebut “hampir serupa dengan Allah”. Segala potensi manusia seperti potensi dalam bidang iptek, budaya bahkan memanfaatkan daya adikodrati menjadi penting dan mulia apabila dikembangkan bersama-sama dengan potensi untuk menjadi kawan Allah.Maka pemazmur mengajak kita untuk mengagumi Allah dan pekerjaanNya serta memuji Allah.Jika hidup kita diisi pujian, mengagumi Allah dan pekerjaanNya, maka potensi kita untuk mengalahkan lawan Allah akan bertumbuh terus. Demikianlah antara lain yang dapat kita baca dalam buku yang sangat bagus itu. Jadi Saudara, Allah yang mulia itu sudah memberkati kita semenjak bayi dengan potensi yang maha penting, yaitu potensi untuk menjadi kawan Allah dan melawan segala kejahatan. Jika potensi yang satu ini kita kembangkan bersama potensi-potensi yang lain, misalnya di bidang iptek bahkan adikodrati maka kita sungguh akan menjadi makhluk Tuhan yang sangat berguna dalam KerajaanNya.
Ke Tiga: Dalam Nama Yesus Para Gembala Menyambut Lembar Hidup Baru. Lihatlah Saudara apa yang terjadi sesudah para malaekat meninggalkan mereka dan kembali ke sorga.Pertama-tama tentu saja para gembala itu merasa telah memperoleh pengalaman yang sungguh sangat luar biasa. Dan akan menjadi lebih hebat, sekiranya mereka menyadari bahwa hanya mereka saja yang dikaruniai penglihatan serta peristiwa dahsyat itu oleh Allah yang Maha Pemurah. Mereka baru saja dimanjakan bahkan diangkat harkatnya setinggi-tingginya oleh Allah sendiri sebagai manusia yang boleh berada dalam pujian dan kemuliaan sorgawi seperti itu. Dan yang paling mengherankan justeru mereka yang diberi kehormatan oleh Allah untuk menerima berita kelahiran Sang Mesias Sesudah semuanya itu terwujud, maka kini para gembala Efrata itu memasuki lembar hidup yang baru.Mereka memasuki lembar hidup yang baru, dengan kekaguman yang baru, dengan perasaan yang luar biasa, baru saja “di-orangkan” , dimanjakan , dihargai serta dipandang penting oleh para malaekat dan Tuhan sendiri! Sesungguhnya semua kegiatan sorgawi di Efrata itu terjadi hanya karena Yesus Kristus telah lahir.Hanya karena nama Yesus diberitakan atau disebutkan oleh Allah melalui malaekatNya.Kita dapat mengatakan bahwa Yesus adalah merupakan berkat terbesar. Dalam namaNya itu seluruh umat manusia dilimpahi berkat Allah yang tiada taranya. Hal itu dilukiskan dalam pengalaman para gembala.Andai mereka itu bukan para gembala, andai mereka itu adalah para raja di dunia ini sekalipun, maka berkat yang diterima tetap maha besar.
Ke Empat: Dalam Nama Yesus Ada Kuasa Sebagai Tuhan.Itulah yang kita baca dalam Filipi 2 tadi.Yang mengherankan bahwa kuasa namaNya tidaklah muncul melalui peperangan atau kekerasan, tapi justeru melalui kasih dan pengorbananNya.Semakin Yesus mengajarkan dan mengamalkan kasihNya, merendahkan diri sampai tidak memperhitungkan kesetaraanNya dengan Allah, maka namaNya menjadi semakin berbobot, sebab Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepadaNya nama di atas segala nama. Di sini kita melihat betapa Allah merasa sangat puas sebab Yesus Kristus telah berhasil merampungkan tugas sebagai juru selamat manusia secara sempurna Kita sungguh berbahagia Saudara, sebab oleh karya Roh Kudus dimampukan melihat kenyataan bahwa sedemikian menyatunya Allah Bapa dan Allah Putera.Juga kita berbahagia sebab dalam nama Yesus kita beroleh berkat keselamatan untuk jiwa raga dan seluruh kehidupan kita seutuhnya. Dalam kebahagiaan seperti itu, dalam nama Yesus mari kita sambut tahun baru 2009.Kita yakini bahwa dalam nama Yesus tahun ini hidup kita akan terpelihara karena Tuhan menyinari dengan wajahNya dan memberi kita kasih karunia.Mari dalam nama Yesus kita bertekad mengembangkan potensi kita untuk mengalahkan lawan Allah, yaitu segala kuasa jahat yang akan merusak hidup kita! Berdasarkan berkat Yesus Kristus , mari tahun baru ini kita hadapi dengan kekaguman yang baru pula untuk memandang segala kemuliaan Tuhan di segala aspek kehidupan kita.Akhirnya, dengan semangat pengorbanan Yesus yang mempunyai nama di atas segala nama , mari kita selalu siap melayani pekerjaan Tuhan yang luas dan penting itu!











