"Menjadi komunitas Kristen yang lebih SETIA, TERLIBAT, PEDULI dan HANGAT"

Hadiah

Bacaan:
Matius 9:35 – 10:1,6-8

APABILA teman akrab Anda menawarkan hadiah kepada Anda dan Anda mencoba untuk membayarnya, apakah itu masih dapat disebut hadiah? Tentu tidak! Demikian juga dengan apa yang Yesus lakukan ketika Ia datang ke dunia.
Ia memberikan hadiah terindah bagi kita, sebagai pemenuhan janji Allah. Hadiah yang diberikannya berupa kasih karunia yang dapat kita lihat lewat tugas pewartaan dan kuasa melakukan mukjizat-Nya yang kemudian diberikan kepada para rasul baik itu lewat pengajaran dan juga penyembuhan.
Ingatlah bahwa Yesus adalah perwujudan belas kasihan Allah yang sempurna kepada manusia. Ia adalah Sang Gembala yang baik, yang selalu rindu untuk mempersatukan domba-domba-Nya. Ayat ini begitu ‘pas’ untuk menggambarkan situasi saat ini, yaitu bahwa ada banyak orang yang rindu untuk menerima Kabar Gembira, sedangkan jumlah para pekerja/pewarta Kabar Gembira itu sedikit.
Kita telah diangkat untuk menjadi anggota Kerajaan-Nya. Itu adalah karunia yang diberikan dengan cuma-cuma. Namun, apakah kita sudah sungguh-sungguh layak disebut sebagai anggota Kerajaan-Nya? Apakah kita sudah membuka mata hati kita agar kita dapat melihat tuaian di sekitar kita? Ingatlah bahwa kita telah menerima karunia pengampunan dosa.
Oleh karenanya kita harus memberitakan pengampunan dan memakai kekuasaan mereka untuk menyembuhkan dengan cuma-cuma. Hal ini bukan merupakan ‘hak’ seseorang, melainkan ‘karunia’ yang diberikan bagi kita.
Marilah kita belajar seperti Yesus yang belas kasih-Nya tidak pandang bulu.

ANDA TELAH MEMPEROLEH DENGAN CUMA-CUMA, MAKA BERIKANLAH PULA DENGAN CUMA-CUMA


Tagged as: , , , , ,

You must be logged in to post a comment.