Oleh: Pdt.Em.Daud Adiprasetya
Minggu- 03 Januari 2010
Hari Minggu Kedua setelah Natal
Yeremia 31:7-14 Mazmur 147:12-20 Efesus 1:3-14 Yohanes 1:1-9, 10-18
Pernahkah Anda melihat seekor elang perkasa meliuk-liuk di atas udara? Apa yang Anda pikirkan mengenai binatang yang satu ini? Tentu terlintas di pikiran bahwa sang elang adalah penguasa langit yang diberi kodrat dari Sang Pencipta untuk menjadi “raja” di udara; terbukti elang dikaruniai umur yang paling panjang jika dibandingkan saudara – saudara unggas lainnya. Seekor elang dewasa mampu bertahan hidup sampai umur 70 tahun. Namun, tahukah Anda bahwa setiap elang dewasa ketika memasuki usia ke-40 tahun harus membuat keputusan yang berat dalam hidupnya? Suatu perubahan besar menanti dan keputusan yang besar harus mampu diputuskan. Hal ini terjadi karena paruhnya tidak mampu lagi menangkap mangsa karena kepanjangan dan bengkok ke dalam hingga hampir menyentuh dada. Demikian juga dengan cakarnya yang menua, mengakibatkan sulit mencengkeram mangsanya. Hal lain yang terjadi dengan berjalannya usia adalah bertambah lebat dan berat bulu sayapnya yang mengakibatkan sang elang sulit terbang tinggi. Hanya ada dua pilihan berat yang harus dipilihnya, mati kelaparan atau menjalani proses perubahan yang sangat menyakitkan selama 150 hari. Proses ini mengharuskan ia terbang ke atas puncak gunung yang tinggi untuk memulai proses perubahan. Pertama-tama, elang harus menghantamkan paruhnya berkali-kali pada batu sampai terlepas dari mulutnya. Setelah paruh terlepas, sang elang harus menunggu sampai paruh barunya tumbuh kembali. Proses kedua, sang elang juga harus mencabut cakarnya yang menua untuk membiarkan tumbuhnya cakar yang baru. Proses terakhir adalah mencabut satu per satu bulu di sekujur tubuhnya. Inilah proses yang panjang dan menyakitkan yang harus dijalani selama lima bulan. Bagaimanapun, berkat proses inilah si elang mampu hidup 30 tahun lebih lama. ( Dari Buku Champion ).
Pertama-tama perlu kita ketahui, bahwa karya pemeliharaan yang dilakukan Tuhan atas binatang adalah melalui naluri mereka. Berbeda dengan kita, sebagai ciptaan Tuhan yang paling tinggi derajatnya di muka bumi ini. Sebab aspek kehidupan kita sangat luas sampai menyentuh bidang rohaniah, maka kita melihat hebatnya karya pemeliharaan dan pemulihan yang dilakukan oleh Tuhan. FirmanNya yang kita baca hari ini menunjukkan bagaimana Allah datang memulihkan hidup kita. Tadi kita membaca bahwa Tuhan sudah memulihkan si elang melalui nalurinya, sekarang kita juga mau melihat betapa Tuhan memulihkan kita melalui cara yang lain!
Mengapa hidup manusia perlu dipulihkan? Dari Injil Yohanes yang kita baca tadi tertulis dan tersirat lima hal yang menyebabkan mengapa manusia perlu dipulihkan.
Pertama, sebab manusia tidak percaya kepada Yesus (Yohanes 1:7b). Padahal dalam ayat yang sangat terkenal , yaitu Yohanes 3:16, dikatakan bahwa yang percaya kepada Yesus tidak akan binasa melainkan beroleh hidup yang kekal. Bisa ditarik kesimpulan, jika manusia tidak mau mempercayaiNya maka akan binasa dan tidak memperoleh hidup yang kekal. Kita dapat membayangkan betapa hancur hati Allah melihat begitu banyak manusia yang akan mengalami kebinasaan serta tidak beroleh hidup yang kekal. Lalu, inilah yang dilakukan oleh Allah, Ia mengutus AnakNya yang tunggal Yesus Kristus sang Firman itu untuk memulihkan hidup manusia yang sudah dibayang-bayangi kebinasaan!
Kedua, sebab manusia tidak mengenal Yesus (Yohanes 1:10). Dapat juga dikatakan bahwa manusia tidak mau mengenalNya. Dalam kurun waktu yang cukup, banyak orang sudah diberi kesempatan untuk mengenal Yesus Kristus, tapi tetap saja tidak bersedia! Belum lagi mengenal dalam arti yang sesungguhnya, yaitu menjalin hubungan secara pribadi dengan Yesus sebagai Sahabat dan Juruselamat.
Ketiga, sebab manusia tidak mau menerima Yesus (Yohanes 1:11). Padahal Yesus sudah memberikan diriNya supaya Ia menjadi milik kita! Jika manusia memiliki Yesus Kristus secara pribadi dalam hidupnya, alangkah bahagianya sebab Yesus adalah segala-galanya bagi kita. Karena tidak percaya, tidak mau mengenal, maka tidak mau menerima Yesus dan akhirnya tidak memiliki yang paling berharga dalam hidup ini. Itulah nasib buruk yang sangat menyedihkan. Supaya manusia terhindar dari keterlanjuran ini, maka Allah bermurah hati mau datang untuk memulihkan hidup manusia.
Keempat, sebab manusia tidak hidup dalam kasih (Yohanes 1:17). Hanya kasih yang dari Allah saja yang murni dan sejati, maka sangat dibutuhkan oleh semua manusia di dunia. Tapi manusia yang tidak mengutamakan persekutuan dengan Allah semakin kehilangan kasih, seperti pelita yang kehabisan minyak. Maka berangkat dari kasihNya, Yesus sang Firman yang hidup itu datang mewakili Allah untuk memulihkan hidup manusia yang sudah dicabik-cabik oleh kebencian, dendam, iri, dengki dan egoisme.
Kelima, sebab manusia tidak hidup dalam kebenaran (Yohanes 1:17). Manusia lebih menyukai dosa, penyelewengan, kejahatan sehingga tidak bisa bergaul dengan Allah. Hubungan manusia dengan Allah sudah retak, sehingga hanya bisa diperbaiki oleh Allah. Yesus Kristus adalah sang Kebenaran (Yohanes 14:6) yang selain dapat mengajarkan kebenaran Allah juga dapat membenarkan manusia di hadapan Allah. Kita yang salah di hadapan Allah akan dianggap benar, karena Allah yang Maha Adil mau memandang Yesus sebagai wakil kita, dan menerima karyaNya untuk menebus kita.
Mengapa Yesus mempunyai kedudukan sentral dalam hidup kita? Hal itu dijelaskan dalam ayat ke-18 dengan sangat indahnya: “Tidak seorangpun yang pernah melihat Allah tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada dipangkuan Bapa, Dialah yang menyatakanNya.”
Maha Tinggi Allah menyebabkan kita tidak dapat menghampiriNya. Juga karena Allah itu Roh, maka kita tidak dapat melihatNya. Keadaan kita yang hina dina karena dosa, menyebabkan kita tidak mungkin dapat bergaul dan diperkenan oleh Allah. Tapi , tiba-tiba saja manusia tersentak oleh kejutan besar bahwa Allah sudah keluar dari “tempat persembunyianNya”. Kini Allah dapat dilihat dan diraba ( IYohanes 1:1) Yesus Sang Anak Tunggal yang berada dalam jalinan kasih kekal dengan BapaNya itu, sudah datang memperkenalkan Allah kepada kita. Di dalam Yesus maka Allah menjadi sangat dekat dengan kita, karena Ia mau memakai kemanusiaan kita. Di sini ada satu cerita mengenai Kerajaan Inggris. Konon pernah terjadi peristiwa yang sangat unik sebagai berikut: Suatu hari bertemulah Edwart putera mahkota yang masih belia waktu itu, dengan Tom Canty seorang remaja yang berasal dari keluarga miskin. Perawakan dan wajah mereka ternyata sama persis seperti pinang dibelah dua. Lalu tercetus ide gila yang disepakati oleh mereka berdua, yaitu mulai hari itu mereka bertukar pakaian dan peran. Dapat kita bayangkan alangkah nyaman hidup Tom Canty, tetapi sebaliknya Edwart sangat menderita sebab mempunyai orang tua miskin yang memaksanya untuk melakukan pekerjaan yang kasar! Kebenaran dari kisah ini boleh saja meragukan, tapi jangan sekali-kali meragukan kisah lain yang tercantum di dalam Alkitab kita tentang Anak raja diatas segala raja, bahkan Anak Allah di sorga yang telah bersedia menjadi manusia biasa. Anak Allah bersedia mengenakan kemanusiaan kita, agar dapat mewakili kita dan mengangkat harkat dan status kita menjadi anak-anak Bapa yang di sorga (Matius 5:45). Dengan demikian Allah di dalam Yesus Kristus sudah melakukan pengorbanan besar untuk memulihkan hidup kita, yang patut kita syukuri dari waktu ke waktu sepanjang hayat dikandung badan!
Allah Bapa ada di balik semua ini! Dalam Efesus 1:3,4 kita diajak untuk memuji-muji Allah, sebab Ia sudah merencanakan, dan mewujud nyatakan, satu berkat rohani yang sorgawi, ketika Ia mengutus Kristus Yesus kepada kita. Selanjutnya dikatakan bahwa di dalam Yesus itu Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan supaya kita kudus tak bercacat di hadapanNya. Dari sini kita mengetahui bahwa sesungguhnya Allah sangat mengasihi kita, dan merencanakan untuk selalu bersekutu dengan Dia baik di dunia maupun di sorga. Kerinduan Allah yang sangat kuat inilah yang menyebabkan Allah dalam kasihNya rela mengutus AnakNya ke dunia. Oleh korban Kristus diharapkan kita menjadi tahir, menjadi kudus tak bercacat sehingga dimungkinkan atau dipulihkan untuk bisa bergaul dengan Allah dalam sukacita sorgawi.
Roh Kudus tidak tertinggal. Ketika rencana Allah dilaksanakan oleh Kristus, maka injil keselamatan segera menjadi sangat penting untuk ditanggapi oleh umat manusia. Kalau sudah begitu karya Roh Kudus tidak boleh dilupakan oleh setiap orang (Efesus 1:13-14).
Tidak ada seorang berdosa yang bisa bertobat tanpa karya Roh Kudus. Hati kita bisa percaya kepada isi Injil hanya kalau digerakkan oleh Roh Kudus. Itu berarti Roh Kudus yang mempertemukan kita kepada Yesus Kristus. Kita tahu sekarang mengapa Roh Kudus merupakan jaminan keselamatan kita, sebab iman kita dikerjakan olehNya dan barang siapa beriman maka pasti diselamatkan.
Keberadaan sebagai umat Tuhan juga penting! Kecenderungan kita yang pantas adalah memandang Tuhan sebagai yang terpenting dan terutama, tapi jangan sampai lalu mengabaikan keberadaan kita sebagai umat Tuhan! Sebab Tuhan dari dulu sampai sekarang juga memandang kita sebagai umatNya yang penting, sampai hidup kita yang sudah rusak dipulihkanNya. Dan itu dikerjakan melalui pengorbanan dan perjuangan yang tidak mudah. Dalam Yermia 31 tadi kita dapat merasakan betapa besar perhatian Tuhan terhadap umatNya. Tuhanlah yang berinisiatif untuk membebaskan umatNya dari tanah pembuangan, karena mau memulihkan hidup mereka. Tuhan bersedia hadir di Sion, supaya umatnya bersorak-sorai dan berseri-seri karena kebajikanNya. Tuhan berjanji akan melimpahkan berkat-berkat gandum, anggur, minyak serta mengubah perkabungan menjadi kegirangan. Dari dulu dan selalu Allah memikirkan kebaikan untuk kita, sampai kita bisa merasa sangat terharu jika melihat hidup kita selama ini yang dilimpahi kasih sayang. Maka berdosa besar jika kita sampai berani menghina Tuhan dengan pikiran kita bahwa kuasaNya terbatas, kasihNya merosot, keadilanNya tidak terbukti, kesetiaanNya diragukan. Bersama Pemazmur 147:5,6 mari kita mengakui kebesaran , kekuatan, dan kebijaksanaanNya, serta menegakkan kembali orang-orang yang tertindas!



















0