Surat Penggembalaan BPMS dalam rangka Natal
Badan Pekerja Majelis Sinode
GEREJA KRISTEN INDONESIA
Surat Penggembalaan dalam rangka Natal 2009
Saudara-saudara anggota jemaat dan simpatisan GKI yang kami kasihi,
Ada fenomena menarik dalam berbagai peristiwa penting yang terjadi pada tahun 2009 ini. Fenomena itu adalah lahirnya kesadaran rakyat untuk membela mereka yang dinilai telah menjadi korban penindasan. Dalam kasus yang menyudutkan dua petinggi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), lebih dari sejuta rakyat yang pengguna Facebook secara spontan menyatakan dukungannya kepada Bibit dan Chandra. Dalam kasus Prita, dukungan rakyat diwujudkan melalui aksi damai, yaitu mengumpulkan koin guna membantunya membayar denda kepada RS. Omni Internasional. Hebatnya, jutaan rakyat berbondong-bondong rela memberikan koin mereka untuk Prita. Koin yang terkumpul pun melebihi nilai yang mesti dibayar. Reaksi spontan rakyat menjadi kekuatan yang memaksa aparat, pemerintah dan pengadilan mengubah keputusan mereka. Bibit dan Chandra dibebaskan dan bahkan dikembalikan pada fungsi mereka sebagai anggota KPK. Sedangkan dalam kasus Prita, RS Omni Internasional langsung
mencabut tuntutannya. Kedua fenomena ini menunjukkan bahwa rakyat Indonesia telah “lahir kembali”. Sinergi kekuatan rakyat ‘kecil’ mampu membuka borok kebohongan para petinggi yang selama ini memicu ketidakadilan dan penindasan. Rakyat Indonesia lahir kembali. Rakyat tidak mau dibohongi. Tidak rela ditipu! Rakyat Indonesia menunjukkan bahwa mereka bukan obyek dungu yang cuma tahu menantikan apa pun keputusan para petinggi. Rakyat Indonesia lahir kembali menjadi sebuah gerakan, yaitu gerakan damai. Suatu gerakan tanpa senjata! Tanpa kebencian! Bahasanya adalah bahasa moralitas yang sejuk. Bahasa rakyat adalah bahasa perdamaian. Bahasa perdamaian selalu muncul dari kematangan, dari hati nurani. Melawan gerakan rakyat adalah melawan panggilan untuk berdamai: berdamai dengan hati nurani itu sendiri. Itulah peristiwa natal!
Nun jauh di Betlehem pada 2000-an tahun lalu, Yesus lahir dalam kesederhanaan tetapi dalam kedamaian. Malaikat Tuhan pun menyambut kelahiran Sang Mesias dalam nyanyian “Kemuliaan bagi Allah di tempat yang maha tinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepadaNya.” (Luk. 2:14). Yesus lahir di tengah perselingkuhan agama dan politik yang menyebabkan penindasan dan ketidakadilan terhadap rakyat kecil. Para elite hidup tanpa hati nurani. Perdamaian absen dari hati penindas dan dalam eksistensi yang tertindas. Pada saat itulah Yesus hadir! Ia hadir di saat petinggi kehilangan arah. Saat jelata kehilangan asa. Saat semua jalan seolah buntu! Saat alternatif pun tiada! Yesus lahir saat sinar lilin pengharapan redup. Saat kegelapan! Kekelaman! Dalam Kegamangan hidup! Yesus hadir dan lahir. Ia sudah di sana! Ia hadir sebagai bayi yang kecil, seolah tidak berdaya.

Pesan yang mau disampaikan pada peristiwa natal itu adalah ini. Betapa pun kecilnya, pengharapan itu selalu ada di sana. Pengharapan tidak pernah hilang dan tidak boleh hilang. Dunia akan berjalan anarkis tanpa keterlibatan Allah. Allah hadir memberi hati yang damai kepada para penindas. Yesus lahir menyediakan perdamaian bagi yang ditindas. Perdamaian adalah situasi tanpa kebencian, tanpa penindasan, tanpa permusuhan dan peperangan. Perdamaian adalah saat semua orang menyapa yang lain sebagai saudara dan saudari. Perdamaian adalah saat kita menggeliat dalam gerakkan untuk melayani dan berbagi. Perdamaian adalah saat mereka yang mendapatkan pelayanan menatap anda dengan haru dan berbisik nyaris tanpa suara “terima kasih!” Perdamaian adalah saat anda berdamai dengan diri anda, dengan semua orang bahkan dengan yang memusuhi anda. Perdamaian adalah seperti bayi Yesus yang terus bertumbuh dan ditumbuhkan. Perdamaian harus dipelihara dan dijaga setiap detik. Perdamaian adalah jati diri kita sebagai manusia sejati ciptaan Allah, Sang Pengasih!
Dalam kerangka pemaknan natal seperti itu, Badan Pekerja Majeli Sinode Sinode GEREJA KRISTEN INDONESIA mengucapkan Selamat hari Natal 2009 dan Tahun baru 2010. Kiranya pengharapan dari Tuhan kita Kristus memberikan kekuatan dan perdamaian bagi kita semua.
Pdt. Dr. Albertus Patty Pdt. Dr. Lazarus H. Purwanto
Ketua I Sekretaris Umum
You must be logged in to post a comment.