"Menjadi komunitas Kristen yang lebih SETIA, TERLIBAT, PEDULI dan HANGAT"

KEBANGKITAN KRISTUS MERUNTUHKAN TEMBOK PEMISAH

Oleh Pdt.Em Daud Adiprasetya

Minggu, 4 April 2010 (Paska Pagi)

Bentuk: Ringkasan Khotbah

Kisah Para Rasul 10:34-43  Mazmur 118:1-2, 14-24  I Kor.15:19-26  Yoh.20:1-18

Mertua

Sejak menjadi janda, seorang ibu tinggal serumah dengan putera tunggalnya yang sudah beristeri. Setelah hidup bersama beberapa tahun lamanya, berubahlah sikap sang menantu terhadap ibu mertua itu. Banyak hal telah membuat menantu perempuan itu menjadi semakin membenci ibu mertuanya, sampai dia berharap bisa menyingkirkannya. Suatu hari, meskipun sebenarnya dia itu seorang anak Tuhan, tetapi secara diam-diam pergi minta bantuan kepada seorang dukun di sebuah desa yang jauh dari tempat tinggalnya. Mbah dukun memberi ramuan racun yang jika diminumkan kepada mertua itu, maka akan dapat mencelakai dan membunuhnya. Setelah memperoleh ramuan beracun, dengan memberanikan diri sang menantu melakukan semua petunjuk dari Mbah dukun. Akan tetapi sejak saat itu dia merasa berdosa, dan timbul ketakutan kalau-kalau Tuhan Yesus mengganjarnya dengan hukuman yang berat. Maka berubahlah sikap sang menantu 180 derajat terhadap ibu mertuanya, dia menjadi sangat ramah, hangat dan menunjukkan kasih sayang yang sangat besar. Sambil berprilaku sebaik itu, hatinya dikuasai ketakutan kalau-kalau maut segera menjemput ibu mertuanya. Tapi agaknya ramuan dari dukun desa itu tidak bertuah, atau Tuhan Yesus telah menghancurkan kuasa kegelapan yang dihadirkan oleh dukun desa itu. Sang ibu mertua kelihatan semakin sehat serta hidupnya semakin bahagia saja.  Jalinan kasih di antara kedua wanita itu menjadi semakin manis dan kuat, juga semakin wajar menyenangkan hati mereka berdua! Dengan demikian tahu-tahu tembok pemisah yang kokoh kuat di antara mereka berdua sudah runtuh karena kasih Kristus, dan selanjutnya mereka bisa hidup dalam damai sejahtera yang indah!

Kebangkitan Kristus meruntuhkan tembok pemisah di antara Allah dan manusia.

Pertama, Tembok Kemustahilan. Sebab Yesus Kristus bangkit dari kematian, yang bagi kita merupakan kemustahilan yang terbesar. Maka penyangkalan terhadap kebangkitan Kristus dari zaman dulu sampai sekarang dan ke depan nanti terus ada di antara manusia.

Paskah berarti merayakan, mengamini, mengagungkan sebuah kemustahilan terbesar yang sudah runtuh. Mengapa kebangkitan Lazarus, Tabita dll tidak sampai kita rayakan seperti ini? Sebab kebangkitan mereka tidak menyangkut kebangkitan kita. Tapi Kristus bangkit untuk kita dan demi kita. “Tetapi yang benar yalah, bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal Sebab sama seperti maut datang karena satu orang manusia, demikian juga kebangkitan orang mati datang karena satu orang manusia.” I Korintus 15:20,21. Sesudah tembok kemustahilan terbesar itu runtuh, maka muncullah satu Monumen Pengharapan yang disebut Kebangkitan Orang-orang mati di masa mendatang.

Dengan kebangkitanNya maka kita tidak boleh lagi takluk kepada segala bentuk kemustahilan di dalam hidup ini. Kemustahilan di segala aspek kehidupan kita. Tetapi bagaimana kenyataannya? Banyak contoh yang memperlihatkan bahwa kita masih saja mudah menyerah kalah kepada perkara-perkara besar yang menghadang perjuangan dan panggilan kita di dunia ini. Itu berarti kita harus mau kembali kepada berita Alkitab. Sangat banyak contoh di dalam Alkitab yang menunjukkan bahwa Tuhan tidak mengenal jalan buntu.  Paskah harus menjadi “kompor” untuk menghangatkan dan mengobarkan kembali iman kita! Panggilan Tuhan di dunia ini yang harus ditopang dengan iman yang besar adalah panggilan sebagai saksi kebangkitanNya. Hal itu dipandang sangat penting oleh Tuhan. Sebab jika kebangkitanNya tidak disaksikan dan diteruskan maka tidak akan ada gereja Tuhan, dan karunia keselamatan dari Tuhan hanya akan dinikmati oleh segelintir manusia saja. Roda Kerajaan Allah di dunia mandeg, rencana Allah untuk menyelamatkan dunia tidak terwujud. Itulah sebabnya, begitu Kristus bangkit segera bermunculan para saksi di sekitar kuburNya. Petrus, Yohanes, para wanita yang menjadi murid Tuhan Yesus, para rasul dan terus ditingkatkan jumlahnya. Baik sebagai saksi mata maupun orang-orang yang mempercayai berita kebangkitanNya. Kepada mereka yang bisa mempercayai meskipun tidak melihat, Tuhan sangat menghargai.Yang  seperti Thomas  ditegur sebab mengecewakan. Ada satu ayat  yang sangat menguatkan kita: “Sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat.” II Korintus 5:7

Kedua, Tembok Etnis harus diruntuhkan, yaitu kesenjangan serta salah mengerti di antara bangsa-bangsa yang non yahudi mengenai keselamatan melalui kebangkitan Kristus. Kalau tidak diluluhkan maka  rencana Tuhan menyelamatkan dunia tidak akan terlaksana. Para saksi kebangkitan Kristus dipakai Tuhan menjadi pemberita kepada semua bangsa di dunia, dengan karya Roh Kudus! “Ketika Petrus sedang berkata demikian, turunlah Roh Kudus ke atas semua orang yang mendengarkan pemberitaan itu” Kisah Para Rasul 10:44. Semakin jelas bahwa keselamatan melalui kebangkitan Kristus disediakan untuk semua bangsa. “Dan Ia telah menugaskan kami memberitakan kepada seluruh bangsa dan bersaksi, bahwa Dialah yang ditentukan Allah menjadi Hakim atas orang-orang hidup dan orang-orang mati. Kisah Para Rasul 10:42 Di sini  ada satu cerita tentang karya Kristus yang meruntuhkan tembok pemisah di antara dua bangsa.  Pada zaman dulu terjadi ketegangan di antara Argentina dan Chili. Mereka sudah bersiap-siap untuk berperang. Tapi ada seorang pendeta yang terpanggil oleh Tuhan untuk mendamaikan mereka, maka ia mulai berkhotbah di dua negara itu dengan tema Perdamaian Kristus dan  Perdamaian Dunia. Sementara itu tentu saja Roh Kudus telah berkarya, sehingga kedua negara lalu sepakat untuk membatalkan niat mereka untuk bertempur, Meriam-meriam milik mereka dilebur lalu dibentuklah menjadi patung Yesus Kristus yang kemudian didirikan di pegunungan Andes yang semula memisahkan, kini bisa dikata menyatukan mereka. Bangsa-bangsa di dunia seharusnya bisa hidup damai, dan itu harus diawali dengan terlebih dulu mau menerima Yesus Kristus sang penebus!

Ketiga, Tembok Dosa harus diruntuhkan dan dihancur luluhkan, sebab dosa adalah pemisah yang paling kokoh yang menghalangi kita dan Tuhan, serta sesama kita. Dalam Kisah para Rasul 10:43 dikatakan  “Barangsiapa percaya kepadaNya, ia akan mendapat pengampunan dosa oleh karena namaNya.” Dosa membuat kita menjadi sombong, sehingga kita menolak Yesus. Dosa mendorong kita terjun ke dalam hidup yang kotor sehingga kita tidak pantas bergaul dengan Tuhan. Dosa membelokkan jalan hidup kita sehingga kita semakin menjauh dari Tuhan. Dosa membuat kita senang berdusta, munafik

serta penuh kepalsuan, sehingga kita jauh dari Sang Kebenaran. Dst.

Sesudah merampungkan tugas, Yesus Kristus menantikan kita anak-anakNya untuk mau mendekat menyambut rangkulanNya yang penuh kehangatan!


Tagged as: , ,

You must be logged in to post a comment.