"Menjadi komunitas Kristen yang lebih SETIA, TERLIBAT, PEDULI dan HANGAT"

Tradisi

Seorang teman bercerita. Suatu hari dia mengikuti sebuah Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR). Usah penyampaian firman Tuhan, hamba Tuhan turun dari panggung dan digantikan seorang penyanyi. Dia menyanyikan lagu “Hallelluya” ciptaan Frederich Handel. Tiba-tiba hamba Tuhan yang baru saja berkhotbah ini naik kembali ke panggung sambil berteriak-teriak: “Semua berdiri! Semua berdiri!” Meski dengan heran, seluruh jemaat berdiri sampai lagu selesai dinyanyikan.

“Mengapa saya menyuruh kalian berdiri?” tanya hamba Tuhan. “Karena lagu ini merupakan karya yang agung. Sebuah lagu yang megah. Maka kita wajib untuk menghormatinya. Di Eropa, setiap lagu ini dipertunjukkan, semua orang harus berdiri,” jelas hamba Tuhan.

Lalu darimana tradisi berdiri itu berasal? Mungkin tidak banyak yang tahu asal-usulnya. Lagu “Hallelluya” ini sebenarnya petilan dari opera “Messiah” yang digubah oleh Handel. Opera ini dipertunjukkan di depan para bangsawan Inggris, termasuk juga raja George II.  Saat lagu Hallelluya ditampilkan, raja George II begitu terpesona oleh kemegahan lagu ini. Maka untuk memberi penghargaan spontan raja itu berdiri. Melihat raja mereka berdiri, maka seluruh penonton opera ikut berdiri. Saat itu ada aturan, jika raja berdiri dari kursinya maka semua orang harus berdiri. Demikianlah peristiwa ini kemudian menjadi tardisi selama bertahun-tahun, namun orang mulai melupakan asal mula tradisi ini.

Comments are closed.