"Menjadi komunitas Kristen yang lebih SETIA, TERLIBAT, PEDULI dan HANGAT"

TIDAK DIUTUS DENGAN TANGAN HAMPA

Oleh Pdt. Emeritus Daud Adiprasetya

Minggu 12 Juni 2011

Hari Raya Pentakosta

Kisah Rasul 2:1-21  Mazmur 104:24-34,35b  I Korintus 12:3b-13  Yohanes 20:19-23

Ada seorang anak muda yang bekerja di sebuah pabrik sepatu besar di pinggiran kota. Pabrik itu adalah pabrik terbesar di daerah tersebut, yang menghidupi hampir sebagian besar penduduk di sana. Berkat kerja keras dan disiplinnya, lima tahun kemudian anak muda itu telah berhasil mencapai kedudukan sebagai salah satu manajer. Setiap pagi dalam perjalanannya menuju pabrik, ia selalu melewati toko jam dinding yang terbesar di kota itu. Ia selalu berhenti di depan toko jam itu dan mencocokkan jam tangannya sesuai dengan jam besar yang ada di depan toko tersebut, kemudian ia langsung menuju pabrik. Hal itu merupakan kebiasaan setiap hari dari si manajer muda. Pemilik toko jam sering mengamati tingkah laku aneh anak muda ini; sehingga suatu hari pemilik toko tidak tahan lagi dan bertanya apa yang dilakukan si anak muda di depan tokonya. Dengan bangga si anak muda memperkenalkan diri sebagai manajer pabrik sepatu yang besar dan ia memamerkan kedisiplinannya dalam mengatur tenaga kerja di pabrik. Anak muda itu  menceritakan bahwa setiap pukul 5 sore, ia selalu membunyikan bel yang menandakan waktu kerja telah berakhir. Dan pada pagi harinya ia ingin memastikan bahwa jam yang digunakan menunjukkan waktu yang sebenar-benarnya. Oleh karena itulah, ia setiap pagi mampir di depan toko jam yang menurutnya adalah panduan waktu yang paling tepat. Mendengar pemaparan anak muda itu, sang pemilik toko jam tertawa terpingkal-pingkal, dan kemudian berkata, “Anak muda, setiap pukul 5 sore ketika saya mendengar bunyi bel dari pabrik Anda, saya segera mencocokkan jam-jam di toko saya berdasarkan waktu Anda. Jadi, jam siapakah sebenarnya yang benar, jam saya ataukah jam Anda?”

Belajarlah dari kebijakan atau pimpinan yang memiliki karakter dan nilai yang positif untuk ditiru. Seorang pemimpin bukan orang yang selalu berada di atas, tapi juga orang yang mampu menarik orang lain menuju ke atas. Hal kedua yang dapat kita pelajari dari cerita tersebut adalah kebiasaan untuk bertanya. Ada kalimat bijak yang mengatakan, “Dengan bertanya Anda akan terlihat bodoh selama beberapa menit, namun dengan tidak bertanya, Anda akan bodoh untuk selamanya.” ( Diangkat dari Buku Success Journey ).

Ketika “ditinggalkan” oleh Tuhan Yesus, pengutusan para murid semakin jelas. Semua mata kini tertuju kepada para murid Yesus. Tapi pikiran para murid tertuju kepada Tuhan Yesus yang menjanjikan turunnya Roh Kudus.Sikap menantikan Roh Kudus adalah merupakan sikap bertanya yang diperkenan oleh Tuhan.  Di samping itu dalam pikiran mereka juga sudah tercetak jelas figur Yesus Kristus yang luar biasa itu. Tak ada yang bisa menyamai Yesus Kristus, kepribadian, ajaran maupun perbuatanNya. Di dalam diri Yesus tidak ada yang kurang atau pun salah, Dia bisa menjadi ukuran yang normatif karena sempurnanya. Maka para murid, seperti Kristus juga diurapi Roh Kudus, sebelum terjun ke dalam tugas mereka yang berat.  Anda dan saya, kita semua yang terpanggil menjadi saksi dan pelayan-Nya, tidak boleh tergesa berangkat dengan tangan hampa! Adakah kita merindukan Roh Kudus? Tanpa bantuan Roh Kudus segala pelayanan kita akan terasa hambar dan sia-sia bahkan tanpa kuasa dan minim nilai. Itulah sebabnya Tuhan selalu “membekali” Roh Kudus kepada setiap orang yang diutus-Nya.

Mengapa Roh Kudus Penting?

Pertama, sebab Roh Kudus adalah Allah yang berkenan hadir ke dalam diri kita masing- masing, sehingga Ia berkarya di dalam hati, akal, jiwa, perasaan, tubuh dan seluruh keberadaan kita. Jika dikatakan bahwa Allah memenuhi seluruh kehidupan kita, itu hanya karena Roh Kudus bersedia memerintah dalam diri kita.

Kedua, Roh Kudus dikaruniakan secara terang-terangan dan hasilnya nyata. Ada satu cerita tentang seorang tukang jual  kayu bakar yang menggunakan sebuah pikulan dari bambu. Suatu hari ada seorang dermawan aneh yang tergerak hatinya memberikan hadiah besar, berupa beberapa potong emas lantakan yang dimasukkan ke dalam pikulan bambu itu, secara diam-diam. Tentu saja hadiah yang berharga itu menjadi mubasir sebab tidak diketahui sama sekali oleh sang penjual kayu. Berbeda dengan Tuhan Yesus yang menjanjikan Roh Kudus dan menghadirkan-Nya secara nyata tanpa selubung sedikit pun.  Pada Hari Pentakosta kedatangan Roh Kudus ditandai dengan tiupan angin keras dan lidah-lidah seperti api. Meskipun sampai sekarang ini Roh Kudus tetap tidak akan tampak oleh kasat mata, namun keberadaan-Nya terasa dan karya-Nya sungguh sangat jelas.

Ketiga, Roh Kudus selalu siap mengungkap kebenaran Firman Allah kepada kita yang tidak bisa memahami, atau cenderung salah menafsirkannya. Itu berarti Roh Kuduslah yang menghantar kita kepada kebenaran Kristus, serta membuat kita bisa mengerti apa yang dikehendaki-Nya.

Keempat, Roh Kudus dapat meruntuhkan tembok-tembok pemisah, di sepanjang perjalanan kita memberitakan Injil Tuhan sampai keujung bumi. Utusan Tuhan dapat mengatasi macam-macam masalah diskriminasi hanya karena campur tangan Roh Kudus. Maka pada Hari Raya Pentakosta di Yerusalem, setiap bangsa yang berkumpul dihargai dengan bisa memahami bahasanya sendiri. Yang dibaptiskan oleh Petrus saat itu, dan oleh para Pendeta zaman sekarang, mereka juga berasal dari berbagai tingkat sosial tanpa dibeda-bedakan. Itu berarti Roh Kudus juga merobohkan tembok di dalam diri kita, tembok fanatisme yang sempit dan picik, sehingga kita dapat melakukan yang sangat sulit, yaitu menerima sesama dalam keberadaan mereka masing-masing.

Kelima, Roh Kudus adalah milik yang paling berharga di hidup kita, sebab tanpa Dia maka hidup ini akan terasa hambar dan hampa. Coba bayangkan,  kalau tidak ada Roh Kudus apakah kita bisa memiliki iman percaya kepada Yesus Kristus? Roh Kudus juga membuat kita gemar berdoa, memuji Tuhan, beribadah, mengikuti berbagai kegiatan gerejawi, menjalin persekutuan dengan saudara-saudara seiman, bersaksi, melayani dan seterusnya. Bukankah semua tadi sungguh sangat berarti dan bermakna?

Macam-macam karunia dari satu Roh. Roh Kudus yang dikaruniakan kepada kita itu,  mendatangkan karunia-karunia lain secara berbeda-beda ( I Korintus 12:8-11 ).. Patutlah kita mengetahui ciri-cirinya: 1. Berbeda-beda tapi sama pentingnya. 2. Karunia dari Roh Kudus itu menjadi berharga jika ada dalam kebersamaan kita. 3. Karunia-Nya Tidak untuk meninggikan diri tapi untuk disyukuri.  4. Tidak boleh membuat kita terpisah tapi saling melengkapi. 5.Tak ada satu karunia Roh Kudus yang lebih tinggi dari yang lain.

Namanya saja karunia, maka jangan dikejar sebagai prestasi rohani, atau dituntut sebagai hak kita. Jika kita menerima karunia Roh Kudus, janganlah kita pakai untuk pamer atau menyombongkan diri, tetapi syukuri dan pakailah untuk kemuliaan Nama Tuhan.

Tuhan Senang jika kita berkumpul. Maka Tuhan pun hadir ketengah-tengah himpunan para murid, sekalipun tidak diberi pintu oleh mereka. Zaman sekarang kita mudah tergoda untuk tidak menghadiri kebaktian Hari Minggu, sebab kita bisa mendengar khotbah di rumah kita masing-masing. Kita lupa bahwa Tuhan mengharapkan kehadiran kita di Rumah-Nya, bukan hanya untuk mendengar khotbah. Kita juga lupa bahwa kesetiaan kita datang beribadah di Rumah Tuhan merupakan kesaksian yang penting untuk anggota keluarga, teman-teman dan masyarakat luas. Segala “jerih payah” kita sehubungan dengan pergi ke Rumah Tuhan untuk beribadah akan diperhatikan oleh Tuhan, karena menjadi bukti kesungguhan hati kita dalam mempercayai, menghargai serta mencintai Tuhan. Kita juga sering melupakan  bahwa jiwa kita perlu memperoleh makanan yang digemarinya, dan yang menyehatkan. Dalam Ibadah di Rumah Tuhan di sana berlimpah makanan rohani bagi jiwa kita. Bukankah hidup ini harus yang seimbang?

Bekas luka pada tangan dan lambung. Walau kelihatannya sangat remeh tapi saat itu menjadi identitas Kristus yang mampu mengusir segala keraguan di hati para murid. Semestinya hal itu tidak perlu dilakukan oleh Tuhan Yesus, sekiranya mereka sudah memercayai janji kebangkitan-Nya. Maka dengan pemahaman Tuhan Yesus yang sangat mendalam akan kelemahan murid-muridNya, Ia pun bersedia menunjukkan tangan dan lambung-Nya. Di sini kita juga melihat betapa besar sukacita Kristus yang sudah berhasil merampungkan tugas besar-Nya serta mengalahkan maut bagi kita.

Damai sejahtera dari Kristus Yesus. Sekarang ini kita juga sering menyampaikan  damai sejahtera  Kristus Yesus sebagai salam dan sapaan. Damai sejahtera-Nya mampu tinggal di hati kita dan mengubah kegalauan hidup menjadi tenang dan bahagia. Segala ketakutan, kecurigaan, keraguan, putus asa, kesedihan, rasa malu, rendah diri yang selalu bisa menyerang setiap pengikut Tuhan, dapat disembuhkan oleh damai sejahtera Kristus.

Roh Kudus disampaikan. Dengan cara dihembusi oleh Yesus Kristus maka para murid menerima Roh Kudus sebagai  berkat besar secara khusus dan istimewa. Saat itu dengan menerima Roh Kudus maka para murid telah menerima hak istimewa untuk bisa seperti Tuhan Yesus, yang mengampuni dosa atau menolak untuk mengampuni dosa orang. Semuanya itu tentu tetap di dalam persekutuan yang kuat dengan Tuhan dan dalam ketergantungan yang penuh, sebab pengampunan tetap hanya berasal dari Tuhan sendiri.

Kita sudah harus merasa sangat bersyukur jika diperkenan melayani Tuhan seperti saat ini, sebab kita tidak seperti para Rasul yang pernah hidup dekat dengan Tuhan dan menjadi saksi-mata bagiNya.

Biarlah Tuhan bersukacita karena perbuatan-perbuatanNya! ( Mazmur 104:31B ).

Adalah suatu kebahagiaan tingkat tinggi bilamana kita diperkenan Tuhan terlibat di dalam perbuatan-perbuatan Tuhan yang mendatangkan sukacita bagiNya!

Comments are closed.