Beriman Besar
“Jadilah kepadamu menurut imanmu” (Matius 9:29)
Ada dua kelompok relawan yang sama-sama mengambil bantuan dari lembaga amal. Satu kelompok relawan membawa truk, sementara kelompok relawan yang lain hanya membawa pick up kecil. Maka terjadilah dialog berikut:
“Mengapa kamu bawa mobil kecil?” tanya relawan yang bawa truk.
“Memangnya kenapa?” Relawan yang bawa pick up balik bertanya.
“Itu namanya kamu nggak beriman.”
“Kok bisa?”
“Bukankah ada firman Tuhan yang berkata: Jadilah kepadamu menurut imanmu. Kalau kalian bawa mobil kecil maka kalian akan diberi bantuan sedikit,”jelas relawan yang bawa truk.”Lihat nih, kami bawa truk yang muat banyak. Sang pemberi bantuan tentu tidak enak kalau beri bantuan sedikit karena mobil akan kelihatan kosong. Kami bawa truk karena mengimani akan dapat banyak.”
“Itu sih bukan beriman, itu namanya kemaruk,” sergah relawan yang bawa pick up.
Mereka pun tertawa bersama-sama.
Nampaknya memang hanya bercanda, namun dalam kerja kemanusiaan ayat ini sangat mengena. Para relawan yang sejak awal membatasi lingkup kerjanya, bantuan yang berhasil disalurkan juga terbatas. Mereka enggan berpikir besar karena merasa sumber dananya terbatas. Namun ada kelompok relawan yang juga punya sumber dana terbatas, namun berani membuat perencanaan yang berskala besar. Maka Tuhan pun menggerakkan para dermawan untuk mewujudkan rencana besar tersebut. Seberapa besar Anda mengimani karunia rahmat Allah? [Purnawan]
SMS from God: Hasil yang besar diperoleh dari keberanian berpikir besar disertai penyerahan total kepada Allah.
