Kepedulian Sosial
Yakobus 1:19-27
“Ibadah yang murni dan yang tak bercacat di hadapan Allah, Bapa kita, ialah mengunjungi yatim piatu dan janda-janda dalam kesusahan mereka, dan menjaga supaya dirinya sendiri tidak dicemarkan oleh dunia.” (Yakobus 1:27)
Rasa solidaritas dapat tumbuh dari usia dini. Seorang gadis berusia 10 tahun di Austin membaca berita tentang sebuah keluarga miskin di surat kabar. Gadis kecil itu lalu memutuskan untuk menguras celengannya untuk membeli baju bagi keluarga tersebut. Alexia Liley, siswi kelas V di sekolah St Andrew’s Episcopal, mengatakan, dia membaca tentang kisah keluarga miskin yang terdiri atas Richmond Kennedy (10), kakaknya Senecca (18), dan ibu mereka Stacey Kennedy (47).
Dibantu ibunya, Natasha Davison, Alexia langsung memutuskan untuk menguras celengannya. Total ada 85 dollar AS di celengan tersebut. Ditambah dengan sumbangan dari ibunya, mereka membeli baju untuk Richmond di toko Target. Mereka juga membeli beberapa mainan. Gadis itu mengatakan, dia ingin membantu Richmond karena dia membaca tentang bagaimana Richmond dan keluarganya sudah menggelandang selama dua tahun terakhir ini.
Di zaman yang serba egois ini, keluarga Kristen perlu menumbuhkan kepekaan pada anggota keluarga kita. Beribadah itu tidak hanya di gereja saja. Ketika Anda mengajak anggota keluarga mengulurkan tangan kepada orang-orang yang kurang beruntung, sebenarnya Anda sedang melakukan ibadah, Itu adalah ibadah yang murni dan tidak bercacat cela.
Bukalah jendela hati Anda dan tengoklah keluar. Di sana ada banyak orang-orang yang menantikan uluran kasih. Jadilah perpanjangan tangan Allah dalam menyalurkan berkat, dan itu adalah ibadah yang berkenan kepada Allah [Purnawan].
SMS from God: Dari rejeki yang diberikan Allah kepada kita, sebagian di antaranya terselip mandat untuk dibagikan kepada orang lain. Itu adalah ibadahmu.