Makna Kubur Kosong

Selama berabad-abad kebangkitan Yesus telah menjadi perdebatan yang seru. Benarkah Yesus disalib? Benarkah Yesus dimakamkan di makam milik Yusuf Arimetea? Benarkah Dia hidup lagi setelah mati selama tiga hari?
Bagi orang Kristen, makam yang kosong memiliki makna yang mendalam. Di sanalah terkumpul pengharapan orang-orang Kristen di dunia tentang adanya kehidupan abadi setelah kematian. Apa makna makam Yesus yang telah kosong bagi orang Kristen saat ini?
- Garis Demarkasi
Makam yang kosong merupakan garis batas atau garis demarkasi yang menandai antara Yesus sebagai manusia dan Yesus sebagai Mesias. Ketika datang ke dunia, Yesus memang sudah menjadi Mesias, yaitu raja penyelamat yang diurapi. Akan tetapi posisinya mirip dengan Daud yang digambarkan dalam 1 Samuel. Daud sudah diurapi sebagai raja namun belum bisa bertahta karena masih diduduki Saul.
Melalui penderitaan di kayu salib dan kematian-Nya, Yesus mengalahkan maut yang menguasai dunia. Kebangkitan-Nya menandai era baru pemerintahan Yesus sebagai raja. Itu sebabnya, cukup masuk akal ketika Yesus berkata: “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi” (Matius 28:18).
- Ikut dalam Kebangkitan
Alkitab Perjanjian Baru dengan jelas menyatakan bahwa Allah memiliki rencana atas masa depan dunia, dan transformasi manusia masuk di dalam rencana-Nya. Lalu apa dampak kebangkitan Kristus bagi kita? Alkitab menunjukkan bahwa untuk masuk di dalam rencana Allah atas masa depan dunia adalah dengan mengimani dan ikut ambil bagian di dalam kebangkitan Kristus. Pengharapan orang Kristen ini bukan impian kosong karena masa depan sudah dimulai melalui kebangkitan Kristus. Maka kita pun akan mengikutinya di masa depan.
Mengapa orang Kristen begitu yakin bahwa mereka telah masuk dalam keluarga Allah? Jawabannya ada di dalam roma 8:15: “Kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: “ya Abba, ya Bapa!”” Jika dicermati lebih lanjut, Roh itu juga yang telah membangkitkan Yesus dari kematian. Kebangkitan ini sekaligus awal dari pembentukan keluarga Allah. Ketika kita menerima Roh yang menjadikan kita anak Allah, maka kita juga menerima roh Yesus, anak Allah yang sudah bangkit.
- Pembenaran Manusia
Kebangkitan Kristus juga penanda awal dari pembenaran manusia. Sebelumnya, kita perlu memahami dua hal ini: Pertama, pembenaran adalah satu-satunya cara supaya kita bisa selamat dari penghakiman Allah. Orang yang dibenarkan adalah orang yang dibebaskan dari penghukuman. Kedua, kebangkitan hidup adalah anugerah yang diberikan kepada manusia yang telah dibenarkan dan tetap setia sampai akhir hidupnya.
Dengan demikian, kebangkitan Kristus berfungsi sebagai pembenar manusia di ruang pengadilan Allah. Maka ketika kita membicarakan tentang kebangkitan Kristus, sesungguhnya kita tidak hanya membicarakan tentang masa lalu dan masa kini, tetapi juga tentang masa depan. Antara masa kini dan masa depan terdapat rentang kehidupan yang harus kita tapaki dalam kesetiaan.
- Ciptaan Baru
Kebangkitan dan ciptaan baru adalah dua hal yang tak terpisahkan. Masa depan yang kita nantikan adalah adalah momentum ketika Allah mencipta ulang dunia ini dan menempatkan manusia-manusia yang telah dibenarkan di dlam dunia baru ini. Kebangkitan menjadi awal dari hadirnya ciptaan baru
Dalam Roma 8 kita bisa mengetahui kaitan antara kebangkitan Yesus dangan ciptaan baru ini. Paulus menggambarkan bahwa dunia seperti panggung drama. Aktor-aktornya sedang mengeluh dan meratap, Akan tetapi ini bukan jeritan makhluk yang sekarat. Ini adalah jeritan orang yang sedang melahirkan. Mereka merasakan kesakitan, namun ada sukacita karena berharap akan adanya kelahiran.
Paulus menggambarkan bahwa kita sedang menjerit kepada Allah karena menantikan masa-masa diangkat menjadi anak-anak-Nya. Jeritan ini disampaikan oleh Roh dalam bentuk doa-doa.