Obsesi
Kolose 3:1-4
Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi. (Kolose 3:2)
Beberapa dokumen Nazi Jerman yang baru saja ditemukan mengungkap obsesi aneh rezim fasis tersebut di tengah kegentingan Perang Dunia II. Sedikitnya tiga departemen utama pemerintahan Nazi Jerman, yakni kementerian luar negeri, kementerian ekonomi, dan kantor kepresidenan Hitler dibuat penasaran dan senewen oleh seekor anjing kampung di Finlandia.
”Kesalahan” anjing itu adalah bisa mengangkat salah satu kaki depannya tinggi-tinggi sehingga mirip gerakan ”Heil, Hitler”, yakni penghormatan pasukan Nazi kepada Hitler. Kebisaan anjing itu dianggap sebagai penghinaan terhadap sang Führer. Dokumen itu memberi informasi tentang upaya kaki tangan Hitler untuk menghancurkan bisnis Tor Borg, pemilik anjing itu.
Para sejarahwan heran. Dalam situasi genting itu, seolah-olah tidak ada hal yang lebih penting dilakukan oleh pemerintah Jerman selain mengurusi anjing. Itulah akibat dari obesesi. Hasrat terhadap sesuatu yang berlebihan dapat menyilaukan seseorang sehingga abai terhadap perkara-perkara yang lebih penting. Karena terobsesi dengan pencitraan, ada seorang pemimpin yang mengabaikan persoalan-persoalan lain yang lebih substansial.
Paulus menghendaki supaya jemaat di Kolose memikirkan “perkara-perkara di atas.” Dia mengkontraskannya dengan perkara di bumi. Itu bukan berarti bahwa kita hanya membayangkan kehidupan sorga. Maksudnya adalah supaya kita memikirkan segala sesuatu yang memiliki dimensi kekekalan. Jangan sampai pikiran kita terobsesi pada perkara-perkara duniawi yang akan lenyap jika waktunya tiba [Purnawan]
SMS from God: Gunakan sudut pandang illahi ketika memikirkan sesuatu, maka Anda tidak akan terjebak pada pemenuhan hasrat sesaat.
