Tuhan Yesus Kejam?
“X” : Kak, apa maksud perumpamaan Tuhan Yesus dalam Lukas 14:26??
Lukas 14:26 berbunyi, “Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku.”
Wah,..rasanya kejam kali ya?? ngikut Yesus kok malah disuruh membenci bapa/ibunya,…ckckckck (bayangkan jka ayat ini ditanyakan oleh orang yang ga kenal Yesus, apa jawab kalian?). Bukannya Yesus ngajarin kita untuk saling mengasihi?? So makna ayat ini apa ya??…
Jika kita baca sekilas perkataan Tuhan ini begitu kejam.
Namun kita harus tahu makna kata benci di ayat ini. Kata Yunani ‘membenci’ dalam Lukas 14:26 ini adalah ‘misei’ yang berasal dari kata ‘miseo’ yang berarti ‘to love less’. Jadi ayat ini bisa diperjelas dengan:
“Kalau orang datang kepada-Ku, tetapi lebih mengasihi ibunya, bapaknya, istrinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya, malah dirinya sendiri, ia tidak bisa menjadi pengikut-Ku.”
Hal ini mau mengatakan bahwa jika ingin menjadi murid Yesus harus siap menjadikan Tuhan di atas segala-galanya. Dengan menjadikan Yesus segala-galanya maka kita tentu akan peduli dan memperhatikan keluarga kita, itu otomatis. Karena kasih kepada Allah juga harus tersalurkan kepada manusia, terutama keluarga, pihak yang paling dekat dengan kita. Namun jika kita menjadikan keluarga di atas segala-galanya maka belum tentu kita peduli dengan Tuhan, bahkan bisa saja menyepelekan Tuhan dan kuasaNya.
Seakan ayat ini begitu liar dan kejam, tetapi setelah kita melihat maksud dan maknanya lebih jauh kita sadar bahwa ayat ini mengandung makna yang begitu dalam bagi hubungan kita dengan Tuhan dan keluarga.
Menomor duakan keluarga adalah hal yang tidak mudah. Itu sebabnya di ayat selanjutnya Tuhan Yesus mengatakan itu adalah salib yang harus kita pikul: “Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku” (Lukas 14:27). Oleh sebab itu kita perlu meminta pertolongan Tuhan untuk memikul salib itu.