"Menjadi komunitas Kristen yang lebih SETIA, TERLIBAT, PEDULI dan HANGAT"

Warta Jemaat tgl. 15 Oktober 2011

Menjalankan Peran dari Tuhan dengan Baik dan Benar
“Dunia ini panggung sandiwara, ceritanya mudah berubah….
Kisah Mahabrata atau tragedi dari Yunani….
Setiap insan dapat satu peranan, yang harus kita mainkan…”

Demikianlah sebagian kata-kata dari lagu yang berjudul “Panggung Sandiwara” yang  ingin memberi gambaran pada kita bagaimana dunia menjadi tempat/panggung bagi manusia dengan segala peran yang dimainkan. Hanya satu hal yang tidak berubah yaitu perubahan itu sendiri, itu artinya bahwa setiap hal pasti akan mengalami perubahan termasuk di dalamnya adalah perubahan peran. Bagi orang-orang percaya(Kristen), yang menjadi permasalahan bukanlah pada apa perubahannya tetapi  bagaimana menjalankan setiap peran yang mungkin/selalu akan berubah. Oleh karena itu, setiap peran seharusnya dijalankan  dengan baik dan benar sebab peran-peran tersebut menentukan alur cerita dari kehidupan pemerannya.
Koresh, melakukan peran menjadi alat Tuhan untuk membebaskan bangsa Israel dari pembuangan di Babel (Yesaya 45:1- 7). Melalui Koresh, Bait Allah dapat dibangun kembali dan Allah menyatakan diri sebagai pencipta dan penguasa dunia ini. Sebagai pencipta dan penguasa tunggal atas dunia ini, Allah memiliki peran dalam keberlangsungan kehidupan ciptaan-Nya, sehingga hanya Dia yang layak disembah dan dimuliakan (Mazmur 96:1 – 9). Lalu apakah kita sudah menjalankan peran kita dengan baik dan benar?
Setiap manusia dapat memerankan beberapa peran sekaligus dalam hidupnya. Seorang laki-laki dapat berperan sebagai seorang ayah, seorang suami, seorang anak, seorang karyawan , seorang anggota masyarakat, seorang anggota jemaat, dan  peran-peran yang lain. Namun apapun perannya, tujuannya tentu tetap untuk melakukan kehendak Tuhan “Sang Sutradara Agung”. Dalam rangka menjalankan peran, maka Tuhan Yesus menyampaikan dalam Matius 22:15 – 22, bahwa :
-    Sebagai warga negara, berperanlah sebagai warga negara yang baik dan benar dengan memberikan dan melakukan apa yang menjadi  kewajiban sebagai warga negara.
-    Sebagai warga Kerajaan Allah/umat Allah, berperanlah sebagai warga Kerajaan Allah/umat Allah yang baik dan benar dengan memberikan dan melakukan apa yang menjadi kewajiban sebagai umat Allah.
Ketika melakukan kedua peran tersebut, bukanlah tanpa kesulitan dan penderitaan. Bagi Rasul Paulus, diperlukan iman dan ketabahan yang bersifat aktif yaitu daya tahan untuk tetap bertindak tanpa menyerah, sebab hal ini menjadi bukti kelayakan menjadi warga Kerajaan Allah (2 Tesalonika 1:1 – 10). Sehingga Allah akan menyatakan keadilan-Nya dan akan berpihak kepada mereka yang bersedia menderita karena Dia (:5). Oleh sebab itu, lakukan peranmu dengan baik!! ( Ari Subekti )

1. PELAYAN IBADAH
Pada hari Sabtu tgl. 15 Oktober 2011 dilayani oleh Pdt. Sutomo dari GKJ Gondangwinangun.
Pada hari Minggu tgl. 16 Oktober 2011 dilayani oleh Pdt. Sugeng Prasetya dari GKJ Klaten.

2. PERSIDANGAN MAJELIS
Persidangan Majelis Jemaat GKI Klaten akan diadakan pada :
Hari, tgl.     : Rabu, 19 Oktober 2011
Waktu     : pk. 18.00
Tempat     : GKI Klaten
Anggota jemaat diperkenankan hadir sebagai peninjau dengan mendaftarkan diri lebih dahulu.

Mohon dukungan doa.

3. BEASISWA / ORANGTUA ASUH
Melalui warta ini, Majelis Jemaat GKI Klaten mengucapkan terima kasih kepada Jemaat / Simpatisan yang telah berpartisiapasi dalam Program Beasiswa / Orang Tua Asuh tahun ajaran 2011 – 2012, sehingga anak – anak yang mengajukan permohonan Beasiswa semua telah mendapatkan Orang Tua Asuh.

4. LATIHAN LEKTOR
Pelatihan lektor bagi yang melayani pada hari Minggu tgl. 23 dan 30 Oktober 2011 akan diadakan pada:

Hari, tgl.     : Rabu. 19 Oktober 2011
Waktu         : pk. 18.00
Tempat         : Wisma Narwastu
Pelatih         : Pdt. E. Tanty Wahyuni

Dihimbau  kepada para Majelis dan Lektor yang melayani  untuk mengikuti pelatihan ini, agar dapat lebih siap dalam melayani.

KOMISI ANAK GKI KLATEN

“ Biarkanlah anak – anak itu, janganlah menghalang – halangi mereka datang kepadaKu; sebab orang – orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah ” ( Matius 19 : 14 )

Mari, ajak putra – putri Anda untuk mengenal Tuhan Yesus dalam Kebaktian Sekolah Minggu di GKI Klaten.

- di SD Kristen 3 Klaten dan Mojayan pk. 08.00

- di Wisma Narwastu, Pastori II  dan Gg. Onta pk. 09.00

KELAS PERSIPAN MENGAJAR GSM
Persiapan mengajar diadakan setiap hari Minggu pk. 11.00 di Pastori II.

KOMISI REMAJA

KEBAKTIAN REMAJA pk. 08.00 di Wisma Narwastu

Minggu, 16 Oktober 2011
Firman : Pnt. Frans L. Pattiwael
Majelis : Pnt. Teguh Harmanto
Tema    : Suci Hati ( Matius 5 : 8 )

PERSEKUTUAN REMAJA & PEMUDA BAJEM MIRENG pk. 18.00

Sabtu, 15 Oktober 2011
Tempat : Sdri. Harin
MC : Sdr. Andre
Firman : Sdri. Betharia
Tema : ini aku Tuhan..utuslah aku

PERSEKUTUAN PEMUDA

Diadakan setiap hari Sabtu pk. 18.00 di Wisma Narwastu.
Kami mengundang Pemuda / Pemudi untuk bergabung dan bersekutu bersama.

PERNIKAHAN
Bila Tuhan berkenan dan tidak ada keberatan yang sah dari anggota   jemaat, maka pada hari Jumat, tgl. 28 Oktober 2011 pk. 08.00 di GKI Klaten Bajem Pesu akan dilaksanakan  kebaktian pernikahan gerejawi saudara Heru Mariyanto dengan Darmini

Mohon dukungan doa.

ULANG TAHUN
Majelis mengucapkan selamat ulang tahun kepada:

15 / 10/ 2011    Sdr. Andreas Supriyanto
16 / 10/ 2011    Ibu Endang Waheni
16 / 10/ 2011    Ibu Winarni Rismanto
16 / 10/ 2011    Ibu Elisa Ani Christanti
16 / 10/ 2011    Sdr. Samuel Kevin Stanley A. S
17 / 10/ 2011    Sdr. G. Aditya Harimurti W
17 / 10/ 2011    Sdr. Baswendro Suryo W
18 / 10/ 2011    Ibu Koen Dyah Purwanti
18 / 10/ 2011    Bp. Henry Anwar
18 / 10/ 2011    Bp. Teguh Kristanto
19 / 10/ 2011    Bp.  Yusak Wijanarko Budiman
19 / 10/ 2011    Ibu Eliva
20 / 10/ 2011    Ibu Ch. Go Giok Nio
20 / 10/ 2011    Sdr. Winner Pananjaya
20 / 10/ 2011    Sdr. Adi Wira Saputra
21 / 10/ 2011    Ibu Rugun Siringo – Ringo
21 / 10/ 2011    Sdr. Sangga Damai
Tuhan memberkati Saudara

POKOK DOA SEPEKAN
Minggu, 16-10-2011    :    Doakan kelurga-keluarga Kristen yang kurang harmonis atau mulai retak agar Tuhan memulihkan keadaan keluarga dengan kasihNya yang sempurna.
Senin, 17-10-2011    :    Minta Tuhan menjamah hati para ayah yang belum mau beribadah ke gereja, sehingga mereka memiliki rasa haus dan lapar akan firman Allah yang hidup.
Selasa, 18-10-2011    :    Anak – anak, agar mereka tidak terikat dengan segala bentuk permainan modern tetapi juga dapat melakukan tugas dan tanggung jwab mereka dalam belajar.
Rabu, 19-10-2011    :    Remaja dan Pemuda dapat memahami rencana Tuhan yang indah di dalam hidup mereka, sehingga mereka tidak membuang waktu muda mereka dengan sia-sia.
Kamis, 20-10-2011    :    Remaja dan Pemuda mau membantu orangtya dengan tulus.
Jumat, 21-10-2011    :    Orangtua mau mendorong anak-anaknya didalam melayani Tuhan.
Sabtu, 22-10-2011    :    Anggota keluarga, kerabat atau teman yang merindukan pasangan hidup yang sepadan yaitu orang yang takut akan Tuhan.

Kami mengajak jemaat/ simpatisan untuk berdoa bersama di rumah masing – masing pada pk. 22.00 wib

PELAYANAN UMUM
Saudara-saudara yang memerlukan pelayanan konseling, kami sediakan waktu tiap hari Selasa, Rabu, Kamis dan Jumat pk. 09.00 – 11.00 di Ruang Konseling Gereja.
Silahkan menghubungi Pdt. Pelangi K. Putri atau Pdt. Phan Bien Ton untuk menentukan waktu konseling.

PELAYANAN PEMBERKATAN NIKAH

Ketentuan Umum :
1.    Pernikahan gerejawi dilaksanakan dalam Kebaktian Peneguhan dan Pemberkatan Nikah.
2.    Kedua atau salah satu calon mempelai adalah anggota sidi yang tidak berada dibawah penggembalaan khusus.
3.    Apabila salah satu calon mempelai bukan anggota GKI Klaten, terlebih dahulu supaya meminta surat persetujuan dari Majelis Jemaat atau pimpinan gerejanya.
4.    Apabila salah satu calon mempelai bukan beragama Kristen, harus bersedia menyatakan secara tertulis dengan formulir yang telah disediakan, bahwa:
•    Ia setuju bahwa pernikahannya diberkati secara Kristiani.
•    Tidak akan menghambat atau menghalangi suami atau isterinya tetap hidup dan beribadat menurut iman Kristen.
•    Tidak akan menghambat dan menghalangi anak – anak mereka dididik secara Kristiani.
5.    Calon mempelai mengikuti pembinaan pranikah yang diselenggarakan Majelis Jemaat.
6.    Calon mempelai mengajukan permohonan secara tertulis kepada Majelis Jemaat dengan formulir yang telah disediakan kantor gereja, selambat – lambatnya 3 ( tiga ) bulan sebelum pernikahan gerejawi dilaksanakan.
7.    Majelis Jemaat akan mengadakan percakapan gerejawi dengan calon mempelai.
8.    Apabila terdapat ketidakjelasan atau permasalahan, dapat menghubungi kkantor gereja atau pendeta.

INSPIRASI
Duapuluh tahun telah berlalu namun masih terbayang jelas kenangan indah itu:

Suatu malam, Ibu yang bangun sejak pagi, bekerja keras sepanjang hari, membereskan rumah tanpa pembantu. Jam tujuh malam, Ibu selesai menghidangkan makan malam untuk Ayah yang sangat sederhana berupa telur mata sapi, tempe goreng, sambal teri dan nasi.
Sayangnya karena mengurusi adik yang merengek, tempe dan telur gorengnya sedikit gosong! Saya melihat Ibu sedikit panik, tapi tidak bisa berbuat banyak…. minyak gorengnya sudah habis. Kami menunggu dengan tegang apa reaksi Ayah pulang kerja, pasti sudah capek…melihat makan malamnya hanya tempe dan telor gosong, Ayah akan marah.
Luar biasa!! Ayah dengan tenang menikmati dan memakan semua yang disiapkan Ibu dengan tersenyum. Dan bahkan berkata, “ Bu, terima kasih!” lalu Ayah terus menanyakan kegiatan saya dan adik di sekolah. Selesai makan, masih di meja makan, saya mendengar Ibu meminta maaf  karena telur dan tempe yang gosong itu.
Dan satu hal yang tak pernah saya lupakan adalah apa yang Ayah katakan,                  “ Sayang, aku suka telur dan tempe yang gosong.” Sebelum tidur, saya pergi untuk memberikan ciuman selamat tidur kepada Ayah. Saya bertanya,” Apakah Ayah benar-benar menyukai telur dan tempe gosong?”  Ayah memeluk saya erat dengan kedua lengannya yang kekar dan berkata,” Anakku, Ibu sudah bekerja keras sepanjang hari dan dia benar-benar sudah capek. Jadi sepanjang telur dan tempe gosong, tidak akan menyakiti siapapun kok!”
Ini pelajaran yang saya praktekkan di tahun – tahun berikutnya: “ Belajar menerima kesalahan orang lain adalah satu kunci yang sangat penting untuk menciptakan sebuah hubungan yang sehat, bertumbuh dan abadi.”
Ingatlah! Emosi tidak akan pernah menyelesaikan masalah yang ada dan selalulah berpikir dewasa… Mengapa Sesuatu hal itu bisa terjadi? Pasti punya alasannya sendiri.

?    Janganlah kita menjadi orang yang egois hanya mau dimengerti tapi tidak mau mengerti

?    Tua itu pasti, tapi dewasa itu pilihan dan manusia yang dewasa adalah manusia pilihan.

Comments are closed.