"Menjadi komunitas Kristen yang lebih SETIA, TERLIBAT, PEDULI dan HANGAT"

Lonjakan Gembira

Lukas 2:1-12

“Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dombaku yang hilang itu telah kutemukan…. Demikian juga akan ada sukacita di sorga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih dari pada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan.” (Lukas 15:6-7)

Pada pertandingan Indonesia melawan Turkmenistan, Indonesia sudah memimpin 3 gol. Namun tim lawan bangkit. Mereka berhasil menyamakan kedudukan. Indonesia berada dalam posisi kritis. Jika pertandingan berakhir imbang, maka Indonesia akan tersingkir karena tim lawan berhasil melesakkan gol di kandang lawan. Menurut peraturan FIFA, jika agregat pertandingan berakhir imbang, maka tim yang lebih banyak membuat gol di kadang lawan akan lolos ke babak berikutnya.

Suasana menjadi tegang. Ketika pada menit-menit terakhir Indonesia berhasil menambah satu gol, ketegangan itu belum mereda karena Turkmenistan membombardir gawang Indonesia. Hampir seluruh penonton di Gelora Bung Karno merasakan tekanan psikologis. Hingga akhirnya ketika wasit meniup peluit panjang, tanda berakhirnya petandingan, maka meledaklah kegembiraan. Pemain berpelukan. Penonton bersorak gembira dan menari-nari.

Gembala bersukacita karena berhasil menemukan domba yang hilang. Kata “sukacita” di dalam bahasa Yunani adalah chara. Kata ini masih bekerabat dengan charis, yang diterjemahkan sebagai anugerah. Dengan demikian, sukacita sebenarnya memiliki hubungan yang dekat dengan anugerah. Sorga melihat ke dunia untuk mencari apakah ada orang yang menanggapi anugerah pengampunan yang diberikan oleh Allah. Ketika ada manusia yang bertobat dan berbalik dari jalannya yang sesat, maka meledaklah sukacita di sorga.  Para malaikat akan bersorak-sorak dan menari-nari. Dan Bapa di sorga pun akan tersenyum senang karena setiap manusia berharga di mata Allah [Purnawan].

SMS from God: Ingin bikin penghuni sorga bersukacita? Ajaklah orang berdosa bertobat!

Comments are closed.