"Menjadi komunitas Kristen yang lebih SETIA, TERLIBAT, PEDULI dan HANGAT"

Waktu Tuhan

Lukas 1:5-25

“Akulah suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Luruskanlah jalan Tuhan! seperti yang telah dikatakan nabi Yesaya.” (Yohanes 1:23)

Zakaria adalah seorang imam yang sudah melayani Tuhan selama berpuluh-puluh tahun. Satu-satunya kerinduan dalam hidupnya adalah kehadiran seorang anak di antara dia dan Elisabet, istrinya. Dalam pandangan masyarakat Yahudi, pasutri yang tidak punya anak merupakan pertanda hukuman Allah atas dosa mereka. Padahal Lukas menulis bahwa keduanya adalah benar di hadapan Allah dan hidup menurut segala perintah dan ketetapan Tuhan dengan tidak bercacat. (ay 6).

Lalu mengapa mereka belum punya anak? Karena itu adalah bagian dari rencana Allah. Sebagai orang yang saleh, Zakaria dan Elisabet pasti mengenal nubuatan dari kitab Yesaya, “Ada suara yang berseru-seru: “Persiapkanlah di padang gurun jalan untuk TUHAN, luruskanlah di padang belantara jalan raya bagi Allah kita!” (Yesaya 40:3). Mereka menantikan penggenapan nubuatan ini, tapi mereka tidak tahu bahwa nubuatan itu akan digenapi lewat anak mereka.

Sekarang waktunya telah tiba. Sosok pendahulu Mesias itu bersiap untuk datang. Zakaria dan Elisabet terpilih untuk terlibat dalam penggenapan nubuatan itu. Doa-doa yang mereka ucapkan selama puluhan tahun akhirnya mendapat jawaban “ya” dari Tuhan.  Mereka tidak hanya akan punya anak biasa, tetapi mereka akan memiliki anak yang telah dinubuatkan dan dinanti-nantikan oleh umat Israel selama ratusan tahun.

Belajarlah dari Zakaria dan Elisabet. Sekalipun doa mereka belum dikabulkan, namun mereka tetap hidup benar di hadapan Allah. Mereka tidak menjadi kecewa dan meninggalkan Allah. Bisa jadi Allah sedang merencanakan sesuatu yang tak terduga dalam hidup Anda [Purnawan].

SMS from God: Waktu Tuhan itu berbeda dengan waktu manusia. Allah akan bertindak sesuai dengan waktu yang ditetapkan-Nya.

Comments are closed.