Ketaatan
Matius 1:18-2:23
“Apakah TUHAN itu berkenan kepada korban bakaran dan korban sembelihan sama seperti kepada mendengarkan suara TUHAN? Sesungguhnya, mendengarkan lebih baik dari pada korban sembelihan, memperhatikan lebih baik dari pada lemak domba-domba jantan.” (1 Samuel 15:22)
Yusuf memberikan teladan kepada kita tentang mendengar dan taat kepada Tuhan. Di dalam Injil ditulis bahwa Yusuf mendengar suara Tuhan sebanyak empat kali. Dan ketika dia taat pada suara itu, maka dia berperan dalam penggenapan nubuatan tentang Mesias (Yes 7:14; Hos 11:1).
Semenjak kejatuhan di taman Eden, pemberontakan pada Allah telah mewarnai garis sejarah manusia. Manusia cenderung melawan kehendak Allah. Seandainya Yusuf memutuskan untuk tidak menuruti suara Allah, maka dia terhindar dari berbagai kesulitan. Dia tidak akan dicemooh orang karena tunangannya hamil. Dia tidak harus bersusah payah mendampingi Maria yang melahirkan di kandang binatang. Dia juga tidak harus menempuh perjalanan berat ke Mesir. Akan tetapi Yusuf memutuskan untuk taat dan bersedia menerima risiko atas keputusannya itu.
Ketaatan kadangkala meminta “harga yang harus dibayar.” Untuk taat, maka kita harus mengorbankan kenyamanan, ambisi, kedudukan dan kesenangan kita. Yesus berkata “Jikalau kalian mengasihi Aku, patuhlah kepada-Ku” (Yoh 14:15a FAYH). Jika kita mau patuh, maka Tuhan akan mengirimkan Penolong untuk mewujudkan rencana-Nya bagi kita. Dengan patuh, maka Yusuf menjadi alat yang dipakai Allah untuk menggenapi rencana keselamatan pada umat manusia. Tuhan pun dapat memakai Anda dalam rencana besar-Nya [purnawan].
SMS from God: Tidak dibutuhkan talenta besar untuk ambil bagian dalam rencana besar Allah. Allah hanya butuh kepatuhan
