"Menjadi komunitas Kristen yang lebih SETIA, TERLIBAT, PEDULI dan HANGAT"

Rahmat Allah

Lukas 1:39-56

Lalu kata Maria: “Jiwaku memuliakan Tuhan…Dan rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia.” (Lukas 1:46, 50)

Maria masih hamil muda ketika dia meninggalkan Nazaret untuk mengunjungi Elisabet, saudaranya. Elisabet sedang mengandung Yohanes Pembaptis. Ketika Maria mengucapkan salam, maka kabar tentang kedatangan Mesias sampai kepada bayi yang ada di rahim Elisabet. Bayi itu melonjak kegirangan. Maria kemudian menyanyikan sebuah pujian yang kemudian terkenal sebagai “The Magnificat.”

Salah satu bagian yang indah dari pujian ini adalah; “rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia”  Pesan ini ditujukan buat Elisabet, Zakaria—suaminya—, Maria, Yusuf dan untuk kita semua. Takut pada Tuhan dan taat pada perintah-Nya itu baik. Akan tetapi semua itu tidak dapat menghapus dosa-dosa kita. Kita hanya luput dari hukuman Allah karena rahmat Tuhan saja.

Maria tahu bahwa dirinya adalah orang yang berdosa. Namun dia tahu bahwa rencana keselamatan Allah sedang digenapi melalui diri-Nya. Maka hatinya penuh dengan kegirangan karena Allah sedang mencurahkan kebaikan hati-Nya kepada umat manusia. Anak yang sedang dikandungnya akan menebus dosa dunia.

Ketika rahmat Allah sedang menyapa manusia, maka manusia akan melonjak kegirangan, sama seperti bayi Yohanes Pembaptis. Ketika kita mengetahui rencana agung Allah, maka selayaknya kita menyanyikan lagu sukacita seperti Maria. Rahmat Allah mengalir kepada umat manusia [purnawan].

SMS from God: Ia menyelamatkan kita. Bukan karena kita ini cukup baik untuk diselamatkan, melainkan semata-mata karena kemurahan dan pengasihan-Nya.

Comments are closed.