Benih Awal
Ketekunan, kesabaran selama bertahun-tahun dan keyakinan atas pimpinan dari Tuhan, ternyata tidak sia-sia. Benih yang disebarkan itu mulai bertunas, yang ditandai pertobatan satu keluarga Tionghoa pada tahun 1918. Mereka adalah keluarga Lie Boen Hok yang bertempat tinggal di jalan Raya Tengah 34 Klaten (sekarang Jalan Pemuda Tengah 32). Keluarga B.H, Lie ini dibaptis oleh Ds. H. A. van Andel dari Solo (pendeta dari Solo), dan kemudian menjadi anggota Gereja Kristen Jawa (GKJ), Klaseman Klaten.
Tahun 1918 adalah awal berkecamuknya Perang Dunia I dimana semua negara di dunia terlibat dalam perang ini. Termasuk juga Belanda, yang saat itu sedang menjajah Indonesia. Namun Puji Tuhan, kekacauan Perang Dunia I ini ternyata tidak banyak mempengaruhi Pekabaran Injil di kota Klaten. Pertobatan keluarga Lie Boen Hok ini di kemudian hari diikuti oleh saudara-saudaranya yang lain.
Berselang kira-kira 14 tahun, ada beberapa orang Tionghoa lagi yang mengaku percaya dan dibaptiskan. Pada tanggal 28 Pebruari 1932: saudari Lie Gien Hwa dan Lie Giok Hwa mengaku percaya/Sidi, dan saudari Yoe Soen Nio dibaptis, oleh Ds. H. A. van Andel di Hollands Gereformeerde Kerk (Gereja Djago) di Klaten.












