Archive for the ‘Foto’ Category
Happy Hour Komisi Musik [1]
Lebih dari seratus aktivisi komisi musik GKI Klaten mengadakan acara keakraban di Kaliurang, Minggu 29 Agustus. Pada pukul 18.30, dengan menumpang 2 bus, beberapa mobil pribadi dan sepeda motor, mereka meluncur ke lereng gunung Merapi. Sesampai di wisma Duta Wacana, tanpa membuang banyak waktu segera berjalan kali menjelajahi pinggiran kali Adem.
Setelah makan siang, acara dilanjutkan dengan sharing dari Bpk Hendri Sutaki dari Pertemuan Raya Pemusik Gereja.

Foto Sembako Murah
Meski baru akan dibuka pada pukul 13.00, namun ratusan masyarakat sudah antri di depan gereja jago. Mereka bermaksud menukarkan kupon untuk mendapatkan sembako dengan harga yang sangat murah.
Dalam rangka Paskah, maka GKI Klaten menggelar Pasar Murah sembako pada tanggal 17 April. Dalam aksi sosial ini, panitia sudah menyiapkan 2.300 paket berupa beras, minyak goreng, gula dan mie instan yang dijual dengan sangat murah. Untuk keperluan pengamanan maka Banser NU di kabupaten Klaten mengerahkan 30 personel ke GKI Klaten.
PendetaPelangi melayani pembeli

Ibu Maria Mudita, Ibu Sum, IbuLanny Rahmato dkk

Pulang membawa berkat
Kerjasama yang indah dengan Banser NU
Keberangkatan Bantuan ke Padang
Sabtu, 10 Oktober telah diberangkatkan bantuan barang ke Padang. Dari GKI Klaten, barang meliputi kasur busa 60 lembar, mie instan 4 dos, pasta gigi 4176 buah, pakaian 35 dos+5 karung dan selimut 176 lembar. Selain itu, pada Senin akan ditransefer uang lebih dari Rp. 10 juta ke rekening Pusat Pengembangan dan Pelayanan Holistik yang membuka posko di Padang.
Piknik Sekolah Minggu
Menumpang dua bus pariwisata dan satu mobil gereja, anak-anak Sekolah Minggu GKI Klaten, bersama dengan orangtua dan kakak pendamping berwisata ke taman wisata Kyai Langgeng, Magelang, Minggu 23 Agustus 2009.
Sejak 6.30, anak-anak sudah berkumpul di halaman SD Kristen III untuk mendengarkan penjelasan dari kak Widi. Untuk mempermudah pengawasan dan koordinasi, maka anak-anak dibagi lagi ke dalam kelompok-kelompok kecil yang didampingi dua kakak pendamping. Selanjutnya kak Widi menjelaskan bahwa setiap anak dan pendamping mendapatkan tiket masuk dan tiga tiket wahana hiburan, meliputi kereta mini, kereta air dan masuk pesawat.
Pukul 07.40, rombongan bergerak meninggalkan Klaten. Setelah menempuh perjalanan sekitar 90 menit, rombongan sudah sampai di Taman Kyai Langgeng yang terlihat sepi. Meski hari Minggu, saat itu tidak banyak orang yang mengunjungi lokasi wisata yang asri ini. Ini mungkin terkait dengan awal bulan puasa.
Rommbongan diarahkan berjalan menunju Gelanggang Remaja di tengah taman. Kak Esti memulai acara ibadah Padang dengan mengajak anak-anak menyanyi dan berdoa. Selanjutnya giliran kak Robert untuk bercerita. Mantan guru Sekolah Minggu ini menceritakan kisah raja Yoram yang tidak takut meskipun kerajaannya dikepung musuh.
Supaya dapat memahami cerita dengan lebih baik, maka kak Robert mengajak anak bermain domba dan serigala. Sebagian kecil anak diminta berperan sebagai domba yang akan dikejar oleh serigala. Sementara anak-anak yang lain berperan sebagai kandang. Jika masuk ke dalam kandang, maka domba menjadi aman.
Dengan permainan ini, kak Robert mengajarkan bahwa dalam perlindungan Tuhan, maka anak-anak akan merasa aman karena dijagai. Anak-anak tidak hanya aman ketika berada di dalam kandang. Bahkan ketika berada di luar kandang pun, mereka tetap aman. Tuhan Yesus mendampingi mereka kemana pun mereka pergi. Ketika menghadapi bahaya, Tuhan Yesus akan menggendong anak-anak. Untuk menunjukkan cara menggendong, maka kak Robert lalu menggendong salah satu anak Sekolah Minggu.
Gendongan ala mbah Surip: “Tak gendong kemana-mana”

Kak Robert

Ibadah Padang ini diakhiri dengan makan siang. Selanjutnya acara bebas. Anak-anak boleh menikmati wahana hiburan yang ada di taman ini sampai pukul dua siang.
Pukul 17.00 rombongan sampai di Klaten.
Saksikann videonya di sini:
Parade Pujian bersama Herlin Pirena
Setelah vakum selama 4 tahun, akhirnya Herlin Pirena, menyanyi kembali.
Penyanyi berambut panjang tergerai ini tampil dalam Parade Pujian yang diselenggerakan oleh Komisi Musik, GKI Klaten, 14 Agustus 2009.
Dengan diiringi oleh Band Satoe, Herlin menyanyi solo, juga bersama dengan Tata, anak Sekolah Minggu dan paduan suara Immanuel.
Herlin Pirena
Paduan Suara Immanuel, GKI Klaten
Wisata ke Jawa Timur [1]
Dengan menumpang bis pariwisata dan dua mobil pribadi, Persekutuan Wilayah 7-8 GKI Klaten mengadakan wisata ke sejumlah objek di Jawa Timur, 17-20 juli 2008.
Rombongan berangkat dari gereja jago pada pukul 14.00. Setelah beristirahat dan makan malam di Caruban, rombongan tiba di hotel Panorama, Probolinggo pada pukul 23.30. Karena perjalanan sangat lancar, maka rombongan bisa datang 1,5 jam lebih awal. Dari hotel ini, rombongan kemudian berganti kendaraan dengan menumpang empat Izusu diesel.
Berdoa bersama sebelum naik ke Bromo
Diawali dengan doa yang dipimpin oleh bapak Jati, maka pada pukul satu dinihari, rombongan bergegas menuju Pananjakan untuk melihat pemandangan matahari terbit dan gunung Bromo. Perjalanan memakan waktu selama dua jam melewati jalan yang rusak, menanjak dan berkelok-kelok. Namun semua itu tidak menjadi halangan karena keinginan yang kuat untuk menikmati keindahan ciptaan Tuhan.
Pukul 3 pagi, kami sudah sampai di tempat tujuan. Suasana masih sangat gelap namun sudah banyak orang yang berdatangan. Sambil menunggu fajar tiba, beberapa anggota rombongan menikmati sajian minuman panas di warung-warung kopi di sepanjang jalan menuju puncak Pananjakan. Ada juga yang menghangatkan badan dengan menyewa tungku bara arang.

Bapak dan Ibu Agus Handoyo menikmati minuman hangat
Sekitar pukul 5.20, semburat merah sudah menyala di ufuk Timur. Para wisatawan mulai mendongakkan kepala dan mencari tempat yang enak untuk menonton. Ada yang berdiri di atas pagar, ada yang menginjak bangku tempat duduk, ada yang mengabadikan menggunakan kamera ponsel dan kamera digital, ada yang merapatkan diri pada tepi pagar, dan ada pula yang bersedekap menahan dingin sambil menatap ke arah Timur.
Cahaya mentari pagi mulai menerobos di sela-sela punggung gunung. Menyebar ke arah Barat menggapai gunung batok yang masih diselimuti kabut. Hal ini menciptakan pemandangan yang menakjubkan. Gunung itu seperti batok kelapa yang dikelilingi oleh hamparan kapas.

Gunung Batok
Tidak dapat berlama-lama menikmati pemandangan ini karena mobil sudah menunggu untuk membawa kami menuruni gunung menuju lembah padang pasir. Melewati jalan yang berlubang dan menyusuri jalan sempit di samping jurang yang mendalam, hal itu tidak menciutkan nyali sopir untuk memacu mobilnya. Mereka seolah-olah sudah hapal setiap jengkal jalan sehingga bisa mengantisipasi kelokan dan turunan dengan baik. Sekitar pukul 7.30 kami sudah sampai di hotel Panorama.
Linda, bu Ermintarsih dan bu Jati Sarono
BERSAMBUNG…..
Foto Pelatihan GSM
Tanggal 21 Juni 2009, bertempat di wisma Narwastu, Komisi Anak GKI Klaten menyelenggarakan Pelatihan untuk Guru-guru Sekolah Minggu. Bertindak sebagai pembicara adalah kak Agustina Wijayani, seorang penulis buku tentang Sekolah Minggu dan editor di penerbit Gloria. Acara yang dihadiri lebih dari 35 orang ini diisi dengan ceramah dan icebreaker.

Agustina Wijayani

Kak Kiki, Kak Yuda, Kak Nita

Kaos bikinan Komisi Anak
Suasana Pelatihan
GSM GKI Klaten
RC Kelompok 5-6
Foto-foto ini sebenarnya sudah lama. Namun tak apalah sebagai pengingat acara Refreshing Course yang diadakan oleh Persekutuan Wilayah 5/6, GKI Klaten, pada September 2007 di Tawangmangu.

Beribadah pada hari Minggu dan menambah keakraban

Berfoto bersama di depan Villa

Berjalan kaki menuju air terjun Gorojogan Sewu. Napas ngos-ngosan, tapi nanti terbayar kalau melihat keindahan air terjun.

Berakrab-akrab dengan permainan yang seru dan lucu. Bu Agus sampai terduduk karena tertawa terpingkal-pingkal.
Setelah itu bermain basah-basahan di bawah air terjun.

Keindahan air terjun Grojogan Sewu

Sebagian panitia beristirahat sejenak di Kalisoro. Pemandangannya asyik. Koh Yoypk. Yuka, Lia dan Ny. Agus Permadi

Sungainya masih jernih. Agus Permadi, Yuka dan Lia
Foto Lama
Inilah foto kuno gereja jago yang kami dapatkan dari warga negara Belanda bernama Aart Hoekstra. Dia masih menyimpan foto karena orangtuanya menikah dan diberkati di gereja jago ini. Tantenya yang bernama Trijntje (Tine) Braak – Smilde juga pernah bertempat tinggal di Klaten. Tine meninggal 28 Agustus 1936 dan dikuburkan di pekuburan Belanda di dekat makam Kristen Mementomori. Aart Hoekstra ingin mengetahui kuburan tantenya, tapi sayangnya pekuburan Belanda itu sudah dibongkar dan sekarang dijadikan hutan kota. Jika ada pengunjung yang mengetahui informasi soal ini, mohon menghubungi kami dengan alamat email di sidebar kanan atas.

Gereja Jago pada zaman Belanda. Sebagian bangunan masih dilestarikan hingga sekarang. Tampak jalan pemuda masih kecil dan sepi.

Bekas Pemakaman Belanda. Sekarang menjadi hutan kota

Pemakaman Kristen Mementomori
Foto di bawah ini adalah bangunan R.S. Tegalyoso. Pada zaman Belanda, rumah sakit ini adalah milik lembaga Kristen dan diberi nama hospital Dr. Scheurer. Sekarang R.S. ini menjadi milik pemerintah.

Foto kuno R.S. Tegalyoso. Bagunan ini masih dapat dilihat sampai sekarang














































































