Warta Jemaat 14 Maret 2010

0

Posted on : 15-03-2010 | By : widiyatmoko | In : Umum
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

Warta Jemaat 14 Maret 2010

Warta Jemaat 28 Februari 2010

0

Posted on : 02-03-2010 | By : widiyatmoko | In : Umum
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

Master Warta

Master Warta 14 Februari 2010

0

Posted on : 12-02-2010 | By : widiyatmoko | In : Umum
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

Master Warta 14 Februari 2010

Warta Jemaat 7 Februari 2010

0

Posted on : 04-02-2010 | By : widiyatmoko | In : Umum
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

7 Februari 2010

Warta Jemaat 31 Januari 2010

0

Posted on : 04-02-2010 | By : widiyatmoko | In : Umum
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

Master Warta 31 Januari 2010

Kuis Tebak Nama

0

Posted on : 26-12-2009 | By : GKI | In : Umum, Warta Jemaat
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

GKIKlaten.com mengadakan KUIS TEBAK NAMA. Berikut ini adalah foto kegiatan Sekolah Minggu GKI Klaten tahun 1974. Silakan tebak, siapa nama anak yang menerima hadiah dari Sinterklas  dalam foto ini. Petunjuk: Dia masih menjadi anggota jemaat GKI Klaten saat ini. Kirimkan jawaban Anda pada email: Info@gkiklaten.com. Disediakan buku “Tuhan Yesus tidak Tidur” bagi 2 pemenang. Kuis ditutup tanggal 31 Januari 2010.
kuis

Siapa nama anak yang berbaju kuning?

Cover Depan

Ini hadiahnya, buku “Tuhan Yesus tidak Tidur.”

Keterbatasan Tak Boleh Membatasi

0

Posted on : 25-12-2009 | By : GKI | In : Umum
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

“[Maria] melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan.”(Lukas 2:7)

Malam itu, langit di lereng pegunungan Alpen, Austria, terlihat cerah. Namun Joseph Mohr berjalan menulusuri jalan setapak dengan hati gundah. Dia tidak bisa menggunakan organ gereja untuk pementasan drama Natal, karena alat musik itu rusak akibat digigiti tikus.

Dari puncak bukit, Mohr melihat pemandangan di bawahnya. Dia terpesona pada kerlap-kerlip lampu-lampu yang memancar dari dalam rumah penduduk. Suasananya sangat sunyi dan teduh. Pemandangan itu melanturkan angan-anganya pada suasana malam ketika Kristus lahir di kandang Betlehem. “Malam sunyi! Malam kudus!” Kata-kata itulah yang yang tiba-tiba terlintas di benak Mohr.

Mohr buru-buru pulang dan segera menuliskan baris-baris puisi yang meluap dari hatinya. Keesokan harinya, dia menemui Franz Xaver Grüber, seorang guru desa dan pemain organ gereja. Dia meminta dibuatkan melodi untuk syair itu.

Malam Natal tahun 1818, Mohr menyanyikan syair gubahannya dengan iringan gitar Grüber. Itulah pertama kali lagu “Malam Kudus” diperdengarkan. Sejak itu, lagu ini menjadi “lagu wajib” pada setiap perayaan Natal.

Keterbatasan sarana bukanlah sebuah alasan untuk menghentikan tugas panggilan kita. Maria dan Yusuf tidak mengeluh ketika hanya mendapat kandang binatang karena penginapan telah penuh. Padahal Maria sedang mengandung Juruselamat dunia. Meski dengan penuh keprihatinan, Maria dan Yusuf tetap melanjutkan panggilan Allah yang telah disampaikan oleh malaikat Gabriel. Bahkan dengan kreatif Yusuf menggunakan tempat pakan ternak sebagai tempat tidur bayi. Inilah semangat yang bisa kita petik dari peristiwa Natal[Purnawan].

SMS from God: Manusia diberi daya cipta oleh Allah untuk bekerja secara kreatif di dalam menanggapi panggilan Tuhan.

SEO Powered by SEO Boost from PcDrome.

GKI Klaten is Digg proof thanks to caching by WP Super Cache!