Archive for the ‘video’ Category
Pelatihan Liturgi Kreatif
Komisi Ibadah GKI Klaten menyelenggarakan pelatihan pembuatan liturgi kreatif, di Narwastu, 22 Agustus. Dalam pelatihan terbatas ini, pdt. Joas Adiprasetya dari GKI Pondok Indah memberikan bekal tentang cara mempermak liturgi hingga membuat liturgi Minggu menjadi lebih kreatif.
Video klip ini terbagi dalam 7 segmen, masing-masing berdurasi sekitar 10 menit. Ini adalah video klip ke-1
PASAR MURAH SEMBAKO
Meski baru akan dibuka pada Pukul 13.00, namun ratusan masyarakat sudah antri di depan gereja jago. Mereka bermaksud menukarkan kupon untuk mendapatkan sembako dengan harga yang sangat murah.
Dalam rangka Paskah, maka GKI Klaten menggelar Pasar Murah sembako pada tanggal 17 April. Dalam aksi sosial ini, panitia sudah …menyiapkan 2.300 paket berupa beras, minyak goreng, gula dan mie instan yang dijual dengan sangat murah. Untuk keperluan pengamanan maka Banser NU di kabupaten Klaten mengerahkan 30 personel ke GKI Klaten.
Timbang Beras
Pada hari Kamis, 15 April, jemaat GKI Klaten melakukan penimbangan beras yang akan dijual dalam Aksi Sosial Sembako Murah pada tanggal 17 April.
Aksi Sosial ini sepenuhnya didanai dari hasil persembahan Aksi Puasa Paskah.
Perjalanan ke Emaus [3]
Visualisasi ini merupakan re-enactment atau reka ulang dari perikop Lukas 24;13-35, yang mengisahkan perjalanan dua orang muris ke Emaus. Dengan perasaan gundah, gelisah dan bingung mereka meninggalkan perjalanan. Dalam perjalanan, Yesus yang telah bangkit ikut bergabung dan bercakap-cakap dengan mereka.
Sepanjang perja……lanan, Yesus menerangkan isi ktrab suci dan nubuatan tentang Mesias. Di akhir perjalanan, mereka mengadakan perjamuan makan, yang kemudian mengingatkan kedua murid tentang perjamuan Makan yang ditetapkan oleh Yesus.
Ketika mereka baru menyadari bahwa orang ketiga tersebut adalah Yesus,namun Mesias itu sudah menghilang dari mereka.
Visualisasi ini diperankan oleh bpk. Risditya Chandra dan Bpk. Nurcahyo. Suara Yesus oleh bpk. Wiem Seimahuira dan narator oleh Titin.
Perjalanan ke Emaus [2]
Visualisasi ini merupakan re-enactment atau reka ulang dari perikop Lukas 24;13-35, yang mengisahkan perjalanan dua orang muris ke Emaus. Dengan perasaan gundah, gelisah dan bingung mereka meninggalkan perjalanan. Dalam perjalanan, Yesus yang telah bangkit ikut bergabung dan bercakap-cakap dengan mereka.
Sepanjang perja……lanan, Yesus menerangkan isi ktrab suci dan nubuatan tentang Mesias. Di akhir perjalanan, mereka mengadakan perjamuan makan, yang kemudian mengingatkan kedua murid tentang perjamuan Makan yang ditetapkan oleh Yesus.
Ketika mereka baru menyadari bahwa orang ketiga tersebut adalah Yesus,namun Mesias itu sudah menghilang dari mereka.
Visualisasi ini diperankan oleh bpk. Risditya Chandra dan Bpk. Nurcahyo. Suara Yesus oleh bpk. Wiem Seimahuira dan narator oleh Titin.
Perjalanan ke Emaus [1]
Visualisasi ini merupakan re-enactment atau reka ulang dari perikop Lukas 24;13-35, yang mengisahkan perjalanan dua orang muris ke Emaus. Dengan perasaan gundah, gelisah dan bingung mereka meninggalkan perjalanan. Dalam perjalanan, Yesus yang telah bangkit ikut bergabung dan bercakap-cakap dengan mereka.
Sepanjang perja……lanan, Yesus menerangkan isi ktrab suci dan nubuatan tentang Mesias. Di akhir perjalanan, mereka mengadakan perjamuan makan, yang kemudian mengingatkan kedua murid tentang perjamuan Makan yang ditetapkan oleh Yesus.
Ketika mereka baru menyadari bahwa orang ketiga tersebut adalah Yesus,namun Mesias itu sudah menghilang dari mereka.
Visualisasi ini diperankan oleh bpk. Risditya Chandra dan Bpk. Nurcahyo. Suara Yesus oleh bpk. Wiem Seimahuira dan narator oleh Titin.
Ibadah Kamis Putih
Ibadah Kamis putih di GKI Klaten dilayani oleh pdt. Phan Bien Ton, pukul 17.00 dan 20.00. Dalam ibadah ini dilaksanakan prosesi pembasuhan kaki sebagai simbol untuk saling mengasihi dan saling melayani.
Di akhir ibadah, tidak seperti biasa, tanpa pengutusan dan benediksi [berkat]. Penatua mematikan keempat lilin sebagai bentuk penghayatan pada masa sengsara Yesus. Hanya satu lilin yang dibiarkan tetap menyalakan untuk menandakan bahwa dalam situasi apa pun, api pengharapan itu tetap menyala. Dilaksanakan pula pelucutan hiasan mimbar hingga telanjang untuk semakin memaknai penghayatan akan sengsara Kristus. Haiasa dan bunga mimbar ini baru akan dipasang kembali pada Minggu Paskah nanti.
Penampakan Yesus di Klaten
Klip ini akan menjadi pengantar untuk sebuah visualisasi dalam ibadah Jumat Agung di GKI Klaten, 2 April 2010. Akan ada dua kali ibadah yaitu pukul 07.00 dan 17.00 WIB. Setelah pemutaran klip ini, maka akan dilanjutkan dengan visualisasi secara langsung yang merupakan rekonstruksi peristiwa penyaliban. Penasaran? Hadir saja di GKI Klaten.
Ibadah Rabu Abu [3]
Ibadah Rabu Abu di GKI Klaten [17 Feb] adalah ritual yang mengawali masa pra paskah dengan berpuasa selama 40 hari. Jemaat membubuhkan abu di dahinya sebagai simbol pertobatan
Ibadah Rabu 2
Ibadah Rabu Abu di GKI Klaten [17 Feb] adalah ritual yang mengawali masa pra paskah dengan berpuasa selama 40 hari. Jemaat membubuhkan abu di dahinya sebagai simbol pertobatan
Video Rabu Abu [1]
Ibadah Rabu Abu di GKI Klaten [17 Feb] adalah ritual yang mengawali masa pra paskah dengan berpuasa selama 40 hari. Jemaat membubuhkan abu di dahinya sebagai simbol pertobatan.
Rayap-rayap Keluarga [2]
Kerena sifatnya yang diam-diam seperti gaya rayap, maka banyak keluarga yang terlambat melakukan pencegahan dan penyelamatan, tidak antisipatif. Tanpa disadari, lama kelamaan kekasih menjauh dan asing: “Kau bukan seperti yang dulu lagi,” kata sebuah lagu. Perhatian, suasana hati, kepekaan, terhadap pasangannya makin menurun. Ada sesuatu yang menariknya menjauh dari kekasihnya dalam rumah.

Suami isteri tidak lagi merasakan home sweet home yang menjadi dambaan semula. Kasih pengantin baru memudar. rona wajah kegembiraan keluarga menjadi pucat dan mengkuatirkan seperti wajah orang sakit.
Baiklah kita mengenali dua macam rayap itu:
1. Rayap Kesibukan
Salahs atu ciri yang menonjol dalam dunia modern kita sekarang adalah kesibukan dan gerak cepat. Setiap anggota keluarga ditarik keluar rumah seharian untuk menunaikan tanggung jawab dan tugas di pundaknya. Entah demi pemenuhan kebutuhan dasar ekonomis, atau berkaitan dengan pengembangan diiri dalam keilmuan dan karier, atau sebagai upaya penyesuaian diri dengan temuan modern. Hal ini membuat orang tidak bisa tidak kecuali harus sibuk dan bergerak cepat.
Baik pada bidang karier/profesi, maupun pelayanan sosial dan keagamaan. Tanggung jawab itu melahirkan kesibukan yang bisa berantai dari jam ke jam.

Dalam buku Katekisasi Pernikahan GKI SW Jateng, ditulis: “….kehidupan kita seringkali nampak seperti koper yang hampir koyak karena terlalu banyak isinya. Celakanya orang yang terlalu sibuk dianggap seorang yang berhasil. padahal sibuk tidak sama dengan berkelimpahan atau hidup efektif.” Dan pertanyaan-pertanyaan mendasar sering tidak sempat lagi diberi tempat. Misalnya untuk apa hasil yang kuperoleh dari semua kesibukanku ini? Apakah diriku dan orang lain di sekitarku sungguh-sungguh membutuhkan kesibukanku?
Bersambung…
Rayap-rayap keluarga [1]
Keluarga kita sekarang ini ditempatkan dan bergulat di tengah arus zaman yang kuat, bukan di “air yang tenang”–Mzm 23. Dalam arus itu, keluarga bergulat untuk menjaga keseimbangan sambil terus maju. Kita berdoa dan berharap keluarga kita siap, bijak, terampil dan kuat menghadapi arus zaman yang banyak mengharu biru hidup berkeluarga, tak terkecuali keluarga Kristen.
Pembinaan untuk pasangan suami isteri yang diselenggarakan oleh Komisi Dewasa GKi Klaten, 30 Desember 2009 dengan pembicara pdt. Melanthon Bombong dari GKi Taman Cibunut

Pdt.Melanthon Bombong
Rayap-rayap Keluarga
Pengaruh arus zaman itu tidak dalam satu-dua haru atau seminggu akan mengubah jalan hidup keluarga. Juga tidak dalam gemuruh suara yang mengancam. Ia berproses perlahan dan senyap. laksana rayap yang secara perlahan dan diam-diam mengubah bambu menjadi serbuk, demikianlah bahaya itu merambah keluarga kita secara lateb. Sangat mungkin keluarga kita tidak menyadari karena “wajahnya” tidak tampak sebagai ancaman melainkan menawan hati, bahkan bisa dianggap sebagai alternatif baru dalam life style modern.
Jadi kerjanya semacam oeprasi bawah tanah, silent operation. Suatu tampilan manus dan percakapan yang memberi semangat hidup namun sangat berbahaya (Kej. 3). pasangan muda yang diawali dengan romansa hidup dalam kasih sayang dan penuh pengertian antara keduanya, bualn-bulannya penuh madu, perlahan-lahan berubah. Keadaan semakin lama semakin tak dapat ditutup-tutpi lagi dan dalam waktu beberapa tahun berubah menjadi dingin disusul keadaan yang memburuk, hubungan retak.
Ibadah Malam Natal
Ibadah malam Natal di GKI Klaten diselenggarakan pukul 18.00 dan 22.00. Masing-masing kebaktian dihadiri 400 orang lebih dan berlangsung khusyuk
Sidi atau Pengakuan Percaya
Pada tanggal 20 Desember 2009, pada kebaktian pukul 17.00, telah dilayankan ibadah sidi atau pengakuan percaya terhadap 15 remaja. Majelis dan jemaat GKI Klaten ikut bersukacita
Selamat Natal dari Komisi Anak
Komisi Anak GKI Klaten mengucapkan: “Selamat Natal 2009 dan Tahun Baru 2010″
Perayaan Natal Sekolah Minggu
Sekolah Minggu GKI Klaten telah mengadakan perayaan Natal tanggal 18 Desember 2009 di GKI Klaten. Perayaan yang dihadiri lebih dari 300 anak dari induk, bajem Pesu, bajem Mireng dan pos Karangri ini dimeriahkan dengan pertunjukan operet kelahiran Yesus
Lancaran Wiyosipun Gusti [pelog 6]
Menyongsong Natal dengan lagu-lagu berbahasa Jawa. Lancaran “Wiyosipun Gusti”, pelog 6, dibawakan oleh karawitan Pusporini, Karangdowo, Klaten, Jateng

Lancaran Sorak Gembira [pelog 6]
Menyongsong Natal dengan tembang Jawa. Lancaran Sorak Gembira pelog 6, dibawakan oleh Karawitan Pusporini, desa Ringinputih, Karangdowo, Klaten


Natal Komisi Usia Lanjut
Paduan Suara komisi Usia Lanjut membawakan lancaran Ngarengarga pelog 6. Mereka tampil dalam perayaan natal Komisi Usia Lanjut, GKI Klaten di rumah bapak Suhardjo di desa Ringinputih, Karangdowo, Klaten











