Ibadah Rabu Abu di GKI Klaten [17 Feb] adalah ritual yang mengawali masa pra paskah dengan berpuasa selama 40 hari. Jemaat membubuhkan abu di dahinya sebagai simbol pertobatan
Ibadah Rabu Abu di GKI Klaten [17 Feb] adalah ritual yang mengawali masa pra paskah dengan berpuasa selama 40 hari. Jemaat membubuhkan abu di dahinya sebagai simbol pertobatan
Ibadah Rabu Abu di GKI Klaten [17 Feb] adalah ritual yang mengawali masa pra paskah dengan berpuasa selama 40 hari. Jemaat membubuhkan abu di dahinya sebagai simbol pertobatan.
Kerena sifatnya yang diam-diam seperti gaya rayap, maka banyak keluarga yang terlambat melakukan pencegahan dan penyelamatan, tidak antisipatif. Tanpa disadari, lama kelamaan kekasih menjauh dan asing: “Kau bukan seperti yang dulu lagi,” kata sebuah lagu. Perhatian, suasana hati, kepekaan, terhadap pasangannya makin menurun. Ada sesuatu yang menariknya menjauh dari kekasihnya dalam rumah.

Suami isteri tidak lagi merasakan home sweet home yang menjadi dambaan semula. Kasih pengantin baru memudar. rona wajah kegembiraan keluarga menjadi pucat dan mengkuatirkan seperti wajah orang sakit.
Baiklah kita mengenali dua macam rayap itu:
1. Rayap Kesibukan
Salahs atu ciri yang menonjol dalam dunia modern kita sekarang adalah kesibukan dan gerak cepat. Setiap anggota keluarga ditarik keluar rumah seharian untuk menunaikan tanggung jawab dan tugas di pundaknya. Entah demi pemenuhan kebutuhan dasar ekonomis, atau berkaitan dengan pengembangan diiri dalam keilmuan dan karier, atau sebagai upaya penyesuaian diri dengan temuan modern. Hal ini membuat orang tidak bisa tidak kecuali harus sibuk dan bergerak cepat.
Baik pada bidang karier/profesi, maupun pelayanan sosial dan keagamaan. Tanggung jawab itu melahirkan kesibukan yang bisa berantai dari jam ke jam.

Dalam buku Katekisasi Pernikahan GKI SW Jateng, ditulis: “….kehidupan kita seringkali nampak seperti koper yang hampir koyak karena terlalu banyak isinya. Celakanya orang yang terlalu sibuk dianggap seorang yang berhasil. padahal sibuk tidak sama dengan berkelimpahan atau hidup efektif.” Dan pertanyaan-pertanyaan mendasar sering tidak sempat lagi diberi tempat. Misalnya untuk apa hasil yang kuperoleh dari semua kesibukanku ini? Apakah diriku dan orang lain di sekitarku sungguh-sungguh membutuhkan kesibukanku?
Bersambung…
Keluarga kita sekarang ini ditempatkan dan bergulat di tengah arus zaman yang kuat, bukan di “air yang tenang”–Mzm 23. Dalam arus itu, keluarga bergulat untuk menjaga keseimbangan sambil terus maju. Kita berdoa dan berharap keluarga kita siap, bijak, terampil dan kuat menghadapi arus zaman yang banyak mengharu biru hidup berkeluarga, tak terkecuali keluarga Kristen.
Pembinaan untuk pasangan suami isteri yang diselenggarakan oleh Komisi Dewasa GKi Klaten, 30 Desember 2009 dengan pembicara pdt. Melanthon Bombong dari GKi Taman Cibunut

Pdt.Melanthon Bombong
Rayap-rayap Keluarga
Pengaruh arus zaman itu tidak dalam satu-dua haru atau seminggu akan mengubah jalan hidup keluarga. Juga tidak dalam gemuruh suara yang mengancam. Ia berproses perlahan dan senyap. laksana rayap yang secara perlahan dan diam-diam mengubah bambu menjadi serbuk, demikianlah bahaya itu merambah keluarga kita secara lateb. Sangat mungkin keluarga kita tidak menyadari karena “wajahnya” tidak tampak sebagai ancaman melainkan menawan hati, bahkan bisa dianggap sebagai alternatif baru dalam life style modern.
Jadi kerjanya semacam oeprasi bawah tanah, silent operation. Suatu tampilan manus dan percakapan yang memberi semangat hidup namun sangat berbahaya (Kej. 3). pasangan muda yang diawali dengan romansa hidup dalam kasih sayang dan penuh pengertian antara keduanya, bualn-bulannya penuh madu, perlahan-lahan berubah. Keadaan semakin lama semakin tak dapat ditutup-tutpi lagi dan dalam waktu beberapa tahun berubah menjadi dingin disusul keadaan yang memburuk, hubungan retak.
Ibadah malam Natal di GKI Klaten diselenggarakan pukul 18.00 dan 22.00. Masing-masing kebaktian dihadiri 400 orang lebih dan berlangsung khusyuk
Pada tanggal 20 Desember 2009, pada kebaktian pukul 17.00, telah dilayankan ibadah sidi atau pengakuan percaya terhadap 15 remaja. Majelis dan jemaat GKI Klaten ikut bersukacita

















0