Foto Jadul
Nomor Rekening




Bank NISP No. 122.810.006.777 a/n Gereja Kristen Indonesia Klaten [untuk kas diakonia]


Bank Permata No. 121.1.393.889 a/n Gereja Kristen Indonesia Klaten [untuk kas operasional gereja]

Ibadah Sabtu
DOWNLOAD
Download berbagai makalah pembinaan di GKI Klaten.
Download

ShoutMix chat widget
Tag Cloud
Kalender
September 2010
M T W T F S S
« Aug    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Archive for the ‘Warta Jemaat’ Category

PERSEKUTUAN PASUTRI

Komisi Dewasa GKI Klaten menyelenggarakan Persekutuan Pasangan Suami-Isteri (8 Juli) di wisma Narwastu. Temanya yang diangkat adalah “Mengatasi Krisis Keintiman Suami Istri” dengan mengundang pdt. Nico Lomboan dari GPdI Elhadday, Yogyakarta.

Dalam paparannya, pdt. Nico menyatakan bahwa krisis keintiman dapat dihindarkan jika pasutri itu menjalankan fungsinya dengan baik. Dengan mendasarkan pada Efesus 5:22, pria keturunan Manado ini memaparkan bahwa fungsi isteri adalah tunduk pada suami, mengatur rumah tangga dan dapat dipuji, baik di dalam rumah atau di luar rumah. Sementara itu, berdasar ayat 28-29, maka fungsi suami adalah mengasihi isteri, menjadi imam keluarga, serta mempertahankan dan merawat keluarga. Jika fungsi ini dijalankan dengan baik, maka niscaya krisis rumah tangga dapat dicegah.

Pada bagian akhir, pdt Nico memberikan tips-tips praktis dalam membina keintiman. Kuncinya adalah membangun komunikasi yang baik. Komunikasi dalam rumah tangga itu tidak hanya berupa kata-kata saja, tetapi juga berupa tanda-tanda non-verbal seperti isyaratm bahasa tubuh atau kode-kode yang disepakati. Dia menyatakan bahwa sebagian krisis dalam rumahtangga disebabkan karena kegagalan dalam memahami tanda-tanda komunikasi non-verbal.

Wisata Rohani kelompok 1/2 dan 5/6

Langit Salib Putih di pagi hari

Wisata Rohani kelompok 1/2 dan 5/6

Basah-basahan. Main di pinggir kolam renang. Memasukkan air ke dalam pralon bocor.

Wisata Rohani kelompok 1/2 dan 5/6

Pdt. Gunarto memimpin ibadah pada hari Minggu di Salib Putih. Karena tidak tersedia mimbar maka beliau menggunakan pendekatan Pendalaman Alkitab. Khotbahnya jadi semakin asyik

Wisata Rohani kelompok 1/2 dan 5/6

Talent Show.  Menunjukkan bakat sambil bergembira

Wisata Rohani Kelompok 1/2 dan 5/6

Belajar sambil bermain

Dinamika Kelompok. Peserta acara belajar tentang “Dibersihkan untuk Berbuah” dengan metode permainan.

Wisata Rohani Kelompok 1/2 dan 5/6

Peserta Wisata rohani berfoto bersama di lobby

Seluruh Peserta Wisata Rohani berfoto bersama di lobby Pondok Remaja, Salib Putih Salatiga

Retret Remaja (hari ketiga)

Hari terakhir diawali dengan kecelakaan kecil. Tim Mapala UNY yang bertanggungjawab menyelanggarakan aktivitas Flying Fox ternyata kesulitan memasang tali utama yang dipakai untuk meluncur peserta. Tali yang terpasang kurang tegang, sehingga ketika diberi beban manusia, tali tersebut mengendor sehingga orang tersebut hampir menyentuh tanah. Ini tentu berbahaya sebab peserta bisa terbanting ke tanah ketika meluncur dengan kecepatan tinggi.

Untuk itu, maka tim mapala meminta bantuan 10 remaja yang badannya kuat-kuat untuk menarik tali tersebut sehingga ketegangannya cukup kuat. Ditambah bantuan 10 remaja, kakak pembimbing, tim dari mapala dan penduduk setempat, maka jumlahnya mencapai 20-orang. Dengan sekuat tenaga mereka menarik tali tersebut kuat-kuat.

Setelah beberapa kali usaha keras, ternyata kemajuannya hanya sedikit-sedikit. Problemnya karena penarikan tali kurang serempak. Maka penarikan tali dilakukan lagi dengan satu komando dan pengerahan tenaga yang maksimal. Pada hitungan ketiga, mereka menarik tali dengan serempak dan mengerahkan segenap keluatan tenaga. Tapi celaka….ternyata sambungan tali antara tali utama dengan tali penarik itu tidak kuat hingga putus. Akibatnya, mereka tidak dapat mempertahankan keseimbangan dan jatuh terguling-guling ke bawah. Ada yang mendarat dengan pnggungnya, ada yang tertindih orang di depannya, ada juga yang tersambar tali hingga memar-memar. Peristiwa itu membuat remaja menjadi syok sehingga diputuskan untuk membatalkan aktivitas flying fox dan sebagai gantinya adalah menaiki tali menggunakan prusik.

Meskipun begitu, aktivitas outbond yang lain tetap dilaksanakan sesuai rencana. Dimulai terlambat satu jam dari jadwal, peserta berjalan menuruni bukit menuju pos pertama yaitu spiderweb. Ada jalinan tali yang menyerupai jaring laba-laba. Tugas para remaja adalah menerobos tali tersebut tanpa menyentuh talinya. Untuk itu diperlukan perencanaan dan kerjasama kelompok.

Pada pos kedua, para remaja diajak melintasi sungai kering menggunakan tali. Panitia sudah mementangkan tali melintasi sungai. Tugas para remaja adalah bergelayutan pada tali supaya sampai di seberang.Pos ketiga relatif ringan. Tugas mereka adalah melemparkan balon berisi air kemudian mendudukinya hingga pecah. Setelah itu mereka mendaki bukit kembali untuk menuju pos keempat. Di sini sebenarnya akan diadalah aktivitas flying fox, tetapi kemudian diganti dengan naik tali menggunakan prusik. Pada pos terakhir, peserta diajak kembali bekerja sama untuk mengambil air dari dalam kolam air menggunakan ember untuk dituangkan ke wadah lain. Namun ini tidak mudah karena ember tersebut diikat dengan tali yang ujung-ujugnya dipengang oleh peserta.

Karena dimulai terlambat, maka sampai dengan pukul 13.00 aktivitas outbond belum selesai. Padahal menurut ketentuan hotel, kami harus checkout paling lambat pukul 14.00. Maka dengan sangat menyesal, panitia akhirnya menghentikan kegiatan outbond ini meskipun ada beberapa kelompok yang belum menyelesaikan semua pos.

Setelah makan siang dan berkemas-kemas, maka pada pukul 3 sore, rombongan remaja GKI Klaten berangkat pulang menggunakan satu bis dan satu mobil gereja L-300.

RETRET REMAJA (hari kedua)

Acara hari kedua dimulai dengan penyampaian materi psikologi remaja oleh pdt. Phan Bien Ton. Dalam paparannya Phan Bien Ton menguraikan bahwa ada delapan tahapan perkembangan psikologis. Pada setiap tahapan terdapat tugas-tugas yang harus dilakukan oleh seseorang. Jika tugas itu dijalankan dengan sukses maka akan memperlancar untuk memasuki tahapan berikutnya. Jika gagal, maka akan terjadi kesulitan-kesulitan. Selanjutnya, pendeta GKI Klaten ini mengajak remaja untuk mengenali tugas perkembangan psikologis remaja.
Setelah rehat untuk makan kudapan, Bu Adelina Anastasia dari Mitra Peduli Keluarga, Semarang menyampaikan materi secara interaktif, dinamis dan atraktif. Mula-mula para remaja diajak untuk melakukan gerakan icebreaker. Di dalam kelompok, mereka membentuk lingkaran kemudian menumpukkan kedua telapak tangan mereka di tengah-tengah lingkaran. Sesuai dengan aba-aba, secara bersama-sama, setiap kelompok harus mencondongkan badan ke kiri, kembali tegak, condong ke kanan, lalu tegak lagi. Demikian seterusnya.

Setelah suasana menjadi segar, bu Adelina lalu mengajak remaja untuk melakukan permainan MENGENALKAN DIRI PADA DUNIA.

Sebelumnya, pengelola Mitra Peduli centre ini memberikan contoh:
‘Hai…….Namaku Adel
Aku tinggi, kulit putih, muka cakep, agak gendut. Aku anak ke empat dari 6 bersaudara. Kakakku meninggal saat ia umur 18 tahun, saat jadi mahasiswa di fakultas Psikologi UI.Waktu itu aku masih kelas 2 SMA. Aku sedih sekali, karena dia dan aku sangat dekat.
Aku orangnya pintar, baik, dulu pemalu dan minder dan tidak punya teman, sekarang yang kenal aku sangat banyak, tapi yang menjadi temanku ada beberapa. Aku tidak mudah untuk berteman. Bahkan sampai saat ini.’ Selanjutnya dia bercerita dengan apa yang memuatnya bahagia, cita-citanya, bagian dari dirinya yang paling sensitif.
Sesudah makan siang, remaja diajak membuat LIFELINE yaitu semacam grafik yang menunjukkan garis hidup seseorang. Jika dia mengalami kebahagiaan maka garisnya naik, jika mengalami ketidakbahagiaan maka garisnya turun. Sebagai contoh, jika remaja mencapai prestasi tertentu, maka garisnya naik. Tetapi jika kakeknya meninggal, maka garisnya turun.
Sesi berikutnya, bu Adel mengajak remaja untuk menuliskan IDOLA mereka dan alasan memilih IDOLA tersebut. remaja diminta untuk menuliskan hal-hal baik yang menonjol dari tokoh IDOLA-nya itu.
Penulisan tokoh idola ini berkaitan dengan pembentukan harga diri seseorang. Rumusnya, Harga diri = Nilai ideal:citra diri.

Harga diri seseorang dinilai berdasarkan perbandingan antara nilai ideal dengan citra dirinya. Jika citra dirinya tinggi dan mendekati nilai ideal, maka harga dirinya sangat tinggi. Tapi jika citra diri seseroang jauh dari nilai ideal, maka harga dirinya sangat remaja. Pada masa remaja, mereka biasanya mencari nilai ideal itu dari tokoh idolanya. Jika remaja merasa bahwa dirinya hampir mirip dengan tokoh idolanya, maka dia akan memiliki harga diri yang tinggi.

Untuk meneguhkan kepercayaan diri, maka bu Adel mengajak remaja untuk mencari pengakuan dari teman-temannya. Mereka diberi selembar kertas yang bertuliskan sifat-sifat baik seperti: Baik hati, Tidak sombong, Pintar, Rajin menabung, Naik angkot, Sensitif / peka, Dekat dengan guru, Sayang keluarga, Suka menolong, Populer / terkenal, Enak diajak curhat, Hemat, Dekat dengan Tuhan, Sederhana, Jujur, dan Peduli.
Aktivitas ini sangat seru. Remaja diajak untuk mencari pengakuan dari teman-temannya. Caranya dengan menyodorkan kertas kepadanya. Jika ada sifat-sifat yang sesuai dengan remaja itu, maka temannya akan memberi tandatangan pada kolom sifat yang sesuai.
Aktivitas berikutnya adalah menuliskan impian masing-masing. Setelah itu, remaja diajak untuk menuliskan langkah-langkah yang akan dilakukan untuk mencapai impian itu. Beberapa remaja diminta untuk menyampaikan impiannya kepada orang lain. Ada yang bermimpi menjadi pengusaha, ada yang bermimpi menjadi dokter spesialis anak, ada yang bermimpi menjadi perancang mesin mobil, dll.
Usai makan malam, bu Adel menuntup sessinya dengan mengajak remaja mengadakan refleksi di dalam kelompok. Dengan mengambil tempat di ruang terbuka, beralaskan tikar dan dengan penerangan lilin, remaja diajak untuk menuliskan persoalan-persoalan hidup yang dialami sebagai remaja. Pada kesempatan itu diberikan kepada remaja untuk men-sharing-kan persoalannya di hadapan teman-temannya. Tetapi jika ada remaja yang memutuskan untuk tidak mengungkapkannya pada teman-temannya, maka tidak ada keharusan untuk mengungkapkannaya.

Hari kedua diakhiri dengan penjelasan tentang aktivitas Outbond yang akan diadakan pada hari terakhir.

Langit Salatiga

Langit Salatiga di sore hari. Dilihat dari Salib Putih

Retret Remaja

Tepat pukul 13.00, bus Harapan Jaya yang membawa rombongan Komisi Remaja GKI Klaten meluncur menuju Salatiga. Sebanyak 57 remaja dan 7 kakak pembimbing akan mengadakan retret di Wisma Remaja Salib Putih Salatiga. Bus merangkan pelan melewati jalur Jatinom-Boyolali yang tidak seberapa lebar.

Melewati Boyolali, mesin bis menunjukkan gejala-gejala tidak sehat. Setiap kali melewati tanjakan, asap putih keluar dari kabin mesin disertai bau yang menyengat. Sesampai di daerah Ampel, tepatnya depan gereja Katolik, asap putih semakin tebal keluar dari mesin. Sopir terpaksa meminggirkan bis untuk mengecek mesin. Ternyata radiator kepanasan. Setelah diutak-utik seadanya, akhirnya kru bis menyerah.

Mereka tidak sanggup mengantarkan rombongan sampai di Salatiga, Setelah melalui perundingan dengan kru bis, maka akhirnya diputuskan untuk menyewa bis di sekitar Sruen, Boyolali untuk mengantarkan rombongan sampai Salib Putih. Sedangkan biaya sewa dua minibis ini akan diperhitungkan kemudian dengan pemilik bis Harapan Jaya.

Dengan dua bis kecil ditambah dengan dua mobil gereja (Mitsubishi L300 dan Ford Everest), maka rombongan dihantar sampai di penginapan.

Setelah beristirahat, makan snack dan mandi, remaja-remaja siap mengikuti acara pembukaan yang dipimpin oleh Kak Agus Mulia. Dengan mengutip surat Paulus kepada Timotius, kak Agus Mulia menekankan perlunya remaja menjadi teladan bagi oranglain, tekun belajar dan mampu mengendalikan diri.

Setelah makan malam, acara dilanjutkan dengan api unggun. Mereka telah membuat 10 kelompok yang masing-masing menunjukkan bakatnya dalam api unggun ini. Ada yang mempertunjukkan parodi iklan, medley lagu rohani, plesetan lagu, sosiodrama kisah Alkitab, menyanyi acapela dll,
Pukul sebelas malam, acara keakraban ini ditutup dengan makan sosis dan singkong.

Api Unggun

Rekaman Khotbah
Dengarkan rekaman khotbah dalam acara Bina Pasutri oleh Komisi Dewasa.
Follow Me
Aktivitas Gereja
Retret Pasutri Retret Pasutri KKR Barnabas Ong KKR Barnabas Ong Bakar, bakar, bakar!
Wise Words
sms inspiratif