Tetapi Israel mengulurkan tangan kanannya dan meletakkannya di atas kepala Efraim, walaupun ia yang bungsu, dan tangan kirinya di atas kepala Manasye—jadi tangannya bersilang, walaupun Manasye yang sulung.” (Kejadian 48:14 )
Luther Burbank (ahli Botani) mengatakan: “Mendidik anak memiliki kesamaan dengan merawat tanaman. Jika kita rajin menyirami, memberi pupuk, dan merawat tanaman. Maka tanaman-tanaman itu akan menjadi taman yang indah dan rapi. Tetapi jika kita menelantarkannya, jarang mengurus tanaman yang sudah tumbuh itu, maka taman tersebut akan penuh dengan semak belukar dan rumput-rumput liar yang akan memenuhi seluruh taman sehingga terlihat tidak indah dan semrawut.”
Demikian juga dengan mendidik anak dan membina keluarga: Jika sebagai orang tua, kita memperhatikan dan mendidik anak kita dengan benar, maka anak akan bertumbuh dengan mental, karakter dan kepribadian yang baik. Tetapi jika sebagai orang tua kita menelantarkan tugas mendidik anak, maka tidak mustahi anak-anak akan menjadi seperti taman yang penuh semak duri dan rumput-rumput liar.
Orang tua Kristen saat ini mempunyai tugas yang sulit dalam membesarkan anak-anak mereka dalam dunia “kebenaran”. Zaman dulu, anak-anak bertumbuh dalam masyarakat yang dengan jelas menentukan apa yang benar dan apa yang salah. Orang tua dipandang sebagai figur yang berkuasa atas hidup anak-anak mereka. Sekarang, oleh karena perubahan zaman, segala sesuatunya juga berubah.
Allah memilih setiap orang tua dengan sangat teliti. “Sebab Aku telah memilih dia, supaya diperintahkannya kepada anak-anaknya dan kepada keturunannya supaya tetap hidup menurut jalan yang ditunjukkan TUHAN, dengan melakukan kebenaran dan keadilan, ….” (Kejadian 18:19). Namun, tanpa kita sadari anak menganggap bahwa orang tua itu adalah satu paket Tuhan yang diberikan dan mereka bergantung penuh mengenai keselamatan hidupnya. Ketika mereka merasa takut, pasti tidak seperti yang kita ucapkan: “Tuhan tolong!”, tetapi, “Mama! Tolong aku! Aku takut!!” Orangtua dipercayai Tuhan melindungi anak kesayangan-Nya, dan bila lalai maka Tuhan akan merasa sangat kecewa.
Anak adalah titipan dari TUHAN. Karena itu anak perlu diberkati bukan dikutuki atau dimarahi. Rumah bukan hotel tetapi tempat bagi anak-anak untuk mendapatkan kasih sayang. Oleh karena itu lakukanlah seperti apa yang dilakukan oleh Yakub, yaitu memberkati anak-anaknya agar kelak anak-anak juga dapat menjadi berkat. Karena berkat yang diberikan oleh orang tua itu juga akan menjadi jaminan bagi masa depan anak. Ingatlah bahwa Allah memiliki tujuan melalui keturunan kita, dan dalam keturunan kita terdapat keturunan yang illahi. Karena itu BERKATI ANAK!! Dan jangan pernah lontarkan kata-kata kutukan pada anak-anak!! Mereka adalah “Godly offspring” (Keturunan yang ilahi).

Dalam kenyataan, ternyata tidak sedikit para suami yang bersikap seperti humor di atas, lebih takut sama istri dari pada takut akan Tuhan. Penyebabnya bisa banyak faktor: Mungkin karena tidak ingin ribut, tingkat pendidikan yang tidak sepadan atau bisa juga karena latar belakang sosialnya.
Ulangan 8:13 menyatakan, “Jadi Ia merendahkan dirimu, memberikan engkau lapar, dan memberi engkau makan manna yang tidak kau kenal dan yang juga tidak dikenal nenek moyangmu, untuk membuat engkau mengerti bahwa manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi manusia hidup dari segala yang diucapkan Tuhan”. Di dalam kehidupan kita di dunia, kita pun perlu makan. Dan di dalam pemeliharaan Tuhan, Allah memerintahkan kita, agar kita menyatu dan menyadari bahwa Allah tidak membiarkan umat-Nya kelaparan.
















0