Tuhan Memberkati Anak-anak Melalui Orangtua

0

Posted on : 06-11-2008 | By : GKI | In : Renungan
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

Tetapi Israel mengulurkan tangan kanannya dan meletakkannya di atas kepala Efraim, walaupun ia yang bungsu, dan tangan kirinya di atas kepala Manasye—jadi tangannya bersilang, walaupun Manasye yang sulung.” (Kejadian 48:14 )

Luther Burbank (ahli Botani) mengatakan: “Mendidik anak memiliki kesamaan dengan merawat tanaman.  Jika kita rajin menyirami, memberi pupuk, dan merawat tanaman.  Maka tanaman-tanaman itu akan menjadi taman yang indah dan rapi.   Tetapi jika kita menelantarkannya, jarang mengurus tanaman yang sudah tumbuh itu, maka taman tersebut akan penuh dengan semak belukar dan rumput-rumput liar yang akan memenuhi seluruh taman sehingga terlihat tidak indah  dan semrawut.”

Demikian juga dengan mendidik anak dan membina keluarga: Jika sebagai orang tua, kita memperhatikan  dan mendidik anak kita dengan benar, maka anak akan bertumbuh dengan mental, karakter dan kepribadian yang baik. Tetapi jika sebagai orang tua kita menelantarkan tugas mendidik anak, maka  tidak mustahi anak-anak akan menjadi seperti taman yang penuh semak duri dan rumput-rumput  liar.

Orang tua Kristen saat ini mempunyai tugas yang sulit dalam membesarkan anak-anak mereka dalam dunia “kebenaran”. Zaman dulu, anak-anak bertumbuh dalam masyarakat yang dengan jelas menentukan apa yang benar dan apa yang salah. Orang tua dipandang sebagai figur yang berkuasa atas hidup anak-anak mereka. Sekarang, oleh karena perubahan zaman, segala sesuatunya juga berubah.

Allah memilih setiap orang tua dengan sangat teliti. “Sebab Aku telah memilih dia, supaya diperintahkannya kepada anak-anaknya dan kepada keturunannya supaya tetap hidup menurut jalan yang ditunjukkan TUHAN, dengan melakukan kebenaran dan keadilan, ….” (Kejadian 18:19). Namun, tanpa kita sadari anak menganggap bahwa orang tua itu adalah satu paket Tuhan yang diberikan dan mereka bergantung penuh mengenai keselamatan hidupnya. Ketika mereka merasa takut, pasti tidak seperti yang kita ucapkan: “Tuhan tolong!”, tetapi, “Mama! Tolong aku! Aku takut!!” Orangtua dipercayai Tuhan melindungi anak kesayangan-Nya, dan bila lalai maka Tuhan akan merasa sangat kecewa.

Anak adalah titipan dari TUHAN. Karena itu anak perlu diberkati bukan dikutuki atau dimarahi. Rumah bukan hotel tetapi tempat bagi anak-anak untuk mendapatkan kasih sayang. Oleh karena itu lakukanlah seperti apa yang dilakukan oleh Yakub, yaitu memberkati anak-anaknya agar kelak anak-anak juga dapat menjadi berkat. Karena berkat yang diberikan oleh orang tua itu juga akan menjadi jaminan bagi masa depan anak. Ingatlah bahwa Allah memiliki tujuan melalui keturunan kita, dan dalam keturunan kita terdapat keturunan yang illahi. Karena itu  BERKATI ANAK!!  Dan jangan pernah lontarkan kata-kata kutukan pada anak-anak!! Mereka adalah Godly offspring” (Keturunan yang ilahi).

Suami yang Takut Akan Tuhan

0

Posted on : 24-10-2008 | By : GKI | In : Renungan
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

“Sesungguhnya demikianlah akan diberkati orang laki-laki yang takut akan TUHAN.”

(Mazmur 128:4)

Seorang laki-laki bercakap-cakap dengan temannya. “Aku baru saja bertengkar dengan istriku.”

“Oh, ya. Lalu bagaimana akhirnya?” tanya temannya.

“Saat selesai, istriku mendatangiku sambil berlutut dan menundukkan kepalanya.”

“Wah hebat, dong,” ujar temannya kagum, “lalu dia bilang apa?”

“Dia berkata begini: “Hei keluar dari bawah ranjang, Pengecut!”"

Dalam kenyataan, ternyata tidak sedikit para suami yang bersikap seperti humor di atas, lebih takut sama istri dari pada takut akan Tuhan. Penyebabnya bisa banyak faktor: Mungkin karena tidak ingin ribut, tingkat pendidikan yang tidak sepadan atau bisa juga karena latar belakang sosialnya.

Renungan hari ini mengajak kita untuk melihat lebih dalam tentang kepada siapakah rasa takut dan gentar itu ditujukan! Tema kita sudah jelas, sikap takut dan gentar ditujukan kepada TUHAN! Caranya bagaimana? “..hidup menurut jalan yang ditunjukkanNya!”(ayat.1)

Artinya segala sesuatu yang dirasa, dipikirkan,diucapkan dan diperbuat tidak menyimpang dari firman Tuhan. Tidak berprasangka buruk terhadap sesamanya, tidak mudah mengumbar emosi, baik melalui kata-kata maupun perbuatan. Jujur dan tekun di dalam mengusahakan rezekinya. Demikianlah dia akan disebut orang yang berbahagia. Hai para pria! Apakah hidup Anda ingin diberkati? Takutlah pada Tuhan.

TUHAN Tak Membiarkan UmatNya Kelaparan

0

Posted on : 22-10-2008 | By : GKI | In : Renungan
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

“Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Sesungguhnya Aku akan menurunkan dari langit hujan roti bagimu; maka bangsa itu akan keluar dan memungut tiap-tiap hari sebanyak yang perlu untuk sehari, supaya mereka Kucoba, apakah mereka hidup menurut hukum-Ku atau tidak.” (Keluaran 16:4 TB)

Allah mendidik umat Israel setelah keluar dari Mesir. Selama 40 tahun lamanya Israel berputar-putar di padang pasir di dalam “sekolah Allah”, agar bangsa Israel tidak lagi tegar tengkuk. Di dalam “sekolah” ini, Allah mengajar bangsa Israel supaya mereka mengenal Allah yang telah membebaskan dari perbudakkan Mesir (lambang dosa). Dengan demikian mereka memiliki kerendahan hati dan mengakui dengan iman bahwa Allah memelihara hidup mereka sehingga tidak kelaparan.

Ulangan 8:13 menyatakan, “Jadi Ia merendahkan dirimu, memberikan engkau lapar, dan memberi engkau makan manna yang tidak kau kenal dan yang juga tidak dikenal nenek moyangmu, untuk membuat engkau mengerti bahwa manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi manusia hidup dari segala yang diucapkan Tuhan”. Di dalam kehidupan kita di dunia, kita pun perlu makan. Dan di dalam pemeliharaan Tuhan, Allah memerintahkan kita, agar kita menyatu dan menyadari bahwa Allah tidak membiarkan umat-Nya kelaparan.

Itu sebabnya kita harus dan mengakui bahwa segala hasil pekerjaan bukan berdasarkan kemampuan manusia sendiri. Allah menghendaki manusia rendah hati dan mengerti pemeliharaan Allah sehingga mereka tidak kelaparan.

Tuhan Yesus pun mengajari kepada kita agar kita tidak kuatir akan hidup kita karena Allah akan memelihara kita. Di dalam Matius 6:31-33 dituliskan, “Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata apa yang akan kamu makan? Apa yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu bahwa kamu memerlukan semuanya itu. Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenaranNya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu”.

Marilah kita menyadari, di dalam pemeliharaan-Nya, Ia menghendaki agar kita tunduk di dalam segala otoritas-Nya, sehingga kita akan menikmati segala berkat-Nya.

SEO Powered by SEO Boost from PcDrome.

GKI Klaten is Digg proof thanks to caching by WP Super Cache!