AJARILAH ANAK BERSANDAR PADA TUHAN

0

Posted on : 15-10-2008 | By : GKI | In : Renungan
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

Renungan Bulan Keluarga GKI Klaten

“Karena TUHANlah yang akan menjadi sandaranmu, dan akan menghindarkan kakimu dari jerat” (Amsal 3: 26)

Beberapa waktu yang lalu saya mendapat pelajaran yang luar biasa walaupun itu hal yang tampak sederhana. Saya melihat seorang anak, kira-kira berusia dua tahun, yang berada dalam gendongan dan pelukan ibunya. Dia tampak tertidur pulas, meskipun keadaan di sekitarnya sangat ramai oleh para pedagang sayur dan buah yang sedang sibuk mencari tempat untuk berteduh karena hujan. Bukankah itu juga yang kita lakukan terhadap anak-anak kita? Mereka merasa aman berada dalam gendongan dan pelukan kita.

Pada akhir-akhir ini ketakutan melanda kita tidak terkecuali anak-anak Tuhan. Takut masalah ekonomi, berubahnya harga-harga barang, bermacam-macam sakit bermunculan, persaingan dagang yang sangat ketat, kenakalan anak-anak muda, orangtua yang khawatir dengan pergaulan anak-anaknya. Anak-anak juga dilanda rasa takut terhadap masa depan mereka. Bahkan kita mendengar kabar tentang anak yang bunuh diri karena orang tuanya tidak dapat membelikan seragam sekolah.

Firman Tuhan hari ini mengingatkan kepada kita bahwa TUHAN (YAHWEH) adalah sang Pencipta, pemilik hidup kita dan masa depan kita. Di dalam pelukan tangan TUHAN, kita merasa aman dan tidak goyah.

Marilah kita mengajari anak-anak kita untuk bersandar kepada Tuhan sejak dini. Mari kita berikan teladan dengan kata-kata, sikap dan perbuatan hidup sehari-hari, bahwa kita merasa aman dan tenteram ketika menyandarkan diri pada TUHAN.

TURUN 10 KG

2

Posted on : 31-07-2008 | By : GKI | In : Kesaksian
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

Di tengah-tengah banyaknya kegiatan pelayanan dan pekerjaan pribadi yang luar biasa, teman-teman sering mengatakan, “ Kamu kok sekarang makin kurus?!” Saat itu saya memang merasa bahwa kesehatan saya turun dengan drastis. Badan terasa selalu tidak fit. Karena banyak orang yang menanyakan hal serupa, maka akhirnya saya memutuskan untuk menimbang berat badan saya. Hasilnya membuat saya terkejut. Wowww…berat saya turun drastis 10kg!!! Pantas saja kesehatan saya selalu ada masalah walau tetap bisa beraktivitas. Karena takut terjadi apa-apa, maka saya memeriksakan diri ke dokter. Bahkan bahkan tidak cuma kepada satu dokter tapi sampai banyak dokter, yang menghabiskan dana, waktu, tenaga dan pikiran (dua tahun lho!). Semuanya itu untuk mencari penyebabnya.

Dokter sendiri merasa heran dan mengatakan bahwa saya menderita stress yang tidak disadari. Hal ini, akhirnya berimbas pada pencernaan saya. Saya lalu merenungkan perkataan dokter. Dan saya pikir betul juga! Oke saya mencoba untuk lebih santai dan tidak terlalu tegang. Hasilnya kesehatan lumayan membaik tetapi berat masih tetap saja tidak mau bergerak naik walau sedikit saja.

Nopember 2003 Tuhan memberi berkat yang luar biasa lewat sepupu saya. Berkat ini samasekali tidak pernah saya duga. Bahkan mimpi pun saya tidak berani. Saya diminta untuk mewakili sepupu saya untuk pergi ke Eropa euy selama 17 hari, ke 6 negara. Fuihhh…fantastis sekali! Mama saya sebenarnya merasa keberatan karena kesehatan saya yang sering drop. Akan tetapi kakak-kakak saya menyemangati saya untuk mengambil kesempatan yang langka bin gratis ini. “Ini sekaligus untuk refreshing ‘murni’”, demikian kata mereka. Sebenarnya pada bulan Desember saya ada pekerjaan di panitia natal dan event wedding. Namun saya memutuskan untuk berangkat saja. Dalam hal ini saya berterimakasih pada teman-teman merelakan diri mengambil alih tugas saya di dua event itu.

Awal Desember saya pun berangkat. Pada waktu transit di Singapura, badan saya ‘drop’. Perut terasa mual. Kepala terkena migrain. Badan keluar keringat dingin. Jalan saya sudah limbung. Saat itu saya sudah hampir memutuskan tidak melanjuntkan perjalanan ke Eropa. Namun ketika berada di toilet, saya mendengar suara yang berkata,‘Ayo lanjuntkan…’kan ada Aku. Jangan setengah-setengah!’. Ya sudah, saya memutuskan untuk tetap melanjutkan perjalanan. Ternyata Tuhan memberikan teman perjalanan yang baik untuk mendampingi saya.

Namun setelah tiba di Roma, alih-alih menikmati city tour, pikiran saya malah kacau. Saya selalu memikirkan mama di rumah dan pekerjaan. Ada perasaan bersalah kepada teman-teman di panitia dan EO. Hingga pada saat melintasi jalan tol, Tuhan menegur saya. ”Kamu itu sudah Kuberi berkat yang fantastis malah tidak menikmati…kuatirmu kok malah lebih besar. Ayo semangat lihat sekelilingmu!!!” Saya langsung tersadar dan merubah hati-pikiran supaya lebih ‘semeleh…(bersandar pada Tuhan). Mulai saat itu saya menikmati perjalanan yang ada, bahkan tak henti-hentinya bersyukur atas berkat yang luar biasa ini. Termasuk bisa menikmati suasana Natal di sana (dulunya hanya lihat lewat film).

Karena bisa menikmati (semeleh..) saya dapat berkat yang lain, yaitu selama liburan berat badan saya naik 1 kg. Bagi saya itu adalah anugerah yang luar biasa setelah menunggu sekian tahun tidak naik-naik juga. Pulanglah saya dengan badan yang sehat dan sukacita ( cik Hana thanks ya…ternyata dikau diam-diam mengkhawatirkan kesehatan saya bahkan berdoa terus buat saya selama saya pergi..). Sejak belajar arti ‘semeleh” pelan-pelan berat saya naik mendekati ke semula.

Dari pengalaman ini saya belajar tentang arti bersandar pada Allah. Kalau kita percaya pada Tuhan itu tidak boleh setengah-setengah. Suatu proses itu ternyata menjadi indah bila kita beriman pada Tuhan. Thanks God what You have done to me….(Bernike RWB)

SEO Powered by SEO Boost from PcDrome.

GKI Klaten is Digg proof thanks to caching by WP Super Cache!