Foto Jadul
Nomor Rekening




Bank NISP No. 122.810.006.777 a/n Gereja Kristen Indonesia Klaten [untuk kas diakonia]


Bank Permata No. 121.1.393.889 a/n Gereja Kristen Indonesia Klaten [untuk kas operasional gereja]

Ibadah Sabtu
DOWNLOAD
Download berbagai makalah pembinaan di GKI Klaten.
Download

ShoutMix chat widget
Tag Cloud
Kalender
September 2010
M T W T F S S
« Aug    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Posts Tagged ‘Ibadah’

Ibadah Kamis Putih

Ibadah Kamis putih di GKI Klaten dilayani oleh pdt. Phan Bien Ton, pukul 17.00 dan 20.00. Dalam ibadah ini dilaksanakan prosesi pembasuhan kaki sebagai simbol untuk saling mengasihi dan saling melayani.
Di akhir ibadah, tidak seperti biasa, tanpa pengutusan dan benediksi [berkat]. Penatua mematikan keempat lilin sebagai bentuk penghayatan pada masa sengsara Yesus. Hanya satu lilin yang dibiarkan tetap menyalakan untuk menandakan bahwa dalam situasi apa pun, api pengharapan itu tetap menyala. Dilaksanakan pula pelucutan hiasan mimbar hingga telanjang untuk semakin memaknai penghayatan akan sengsara Kristus. Haiasa dan bunga mimbar ini baru akan dipasang kembali pada Minggu Paskah nanti.

Ibadah Rabu 2

Ibadah Rabu Abu di GKI Klaten [17 Feb] adalah ritual yang mengawali masa pra paskah dengan berpuasa selama 40 hari. Jemaat membubuhkan abu di dahinya sebagai simbol pertobatan

Video Rabu Abu [1]

Ibadah Rabu Abu di GKI Klaten [17 Feb] adalah ritual yang mengawali masa pra paskah dengan berpuasa selama 40 hari. Jemaat membubuhkan abu di dahinya sebagai simbol pertobatan.

Ibadah Rabu Abu

Photobucket

Meski diguyur oleh hujan yang sangat lebat, namun tak menyurutkan sekitar 200 orang untuk menghadiri ibadah Rabu Abu di GKI Klaten, 17 Februari mulai pukul 18.00. Ibadah yan dipimpin oleh pdt. Pelangi Kurnia Putri ini mengawali masa puasa pra paskah selama 40 hari.

Dalam ibadah ini jemaat mengoleskan abu ke dahi masing-masing sebagai simbol pertobatan dan untuk memasuki masa penghayatan sengsara Kristus. Photobucket

Paduan Suara Majelis

Photobucket

Suasana ibadah

Photobucket

Pnt. Budi Nugroho Sulaiman

Photobucket

Pnt. Teguh Harmanto

Photobucket

Pnt. Sigit Djentoro

Photobucket

Bpk. Kristianto Widodo dan Sdri. Dinna DP

Photobucket

Cik Lin

Photobucket

Antrean
Photobucket

Antrean

Photobucket

Antrean
Photobucket

Ibadah Malam Natal

Ibadah malam Natal di GKI Klaten diselenggarakan pukul 18.00 dan 22.00. Masing-masing kebaktian dihadiri 400 orang lebih dan berlangsung khusyuk

Mengapa Ibadah Sabtu?

Adanya kebaktian Minggu yang diselenggarakan pada Sabtu setelah pukul 18.00 (matahari terbenam) dapat dipahami dengan cara “menyambut perayaan besar”. Hari Minggu dipahami dan dihayati sebagai hari kebangkitan Kristus.
Dalam sejarah, hari raya pertama yang dirayakan oleh umat Kristen adalah Minggu (atau hari pertama). Setiap pekan di hari pertama, umat berkumpul untuk mengenangkan kebangkitan Kristus, yang dilaksanakan dengan memecahkan roti, (dan sesekali) mendengarkan pengajaran rasul.
Sebagian besar orang Kristen adalah orang Yahudi. Mereka menyerap banyak sekali kebiasaan ibadah Yahudi, termasuk Sabat. Orang Yahudi merayakan Sabat secara komunal (berjemaah) pada menjelang penutupan Sabat, yakni Sabtu menjelang sore (sekitar pukul 15.00 atau 16.00). Orang2 Kristen ini ikut Sabat dahulu. Seselesainya merayakan Sabat Yahudi, orang2 Yahudi pulang ke rumah, sementara orang2 Kristen meneruskan pertemuan mereka di rumah salah seorang dari mereka atau (kemudian) di tempat2 besar yang telah ditentukan. Artinya, pertemuan Kristen tsb. berlangsung pada Sabtu malam, atau sudah termasuk hari Ehad, hari Kristus bangkit. Surat2 di PB menginformasikan hal tsb, semisal para hamba yang terlambat tiba di tempat pertemuan karena harus bekerja dahulu, atau kasus Eutikus yang tertidur ketika mendengarkan khotbah rasul (kemungkinan Rasul tsb. orang GKI!) yang bikin ngantuk, dsb. (hehehe)

Walaupun kebiasaan jemaat awal merayakan hari Ehad pada Sabtu malam itu berdasarkan alasan praktis, yakni seselesainya dari perayaaan komunal Sabat Yahudi, atau di luar waktu bekerja karena sebagian besar orang Kristen awal adalah hamba atau pekerja, masyarakat terbiasa juga menyambut sebuah perayaan pada malam sebelumnya. Terutama kebiasaan Kristen, para rahib padang pasir di Mesir berdisiplin doa se-malam2an dengan memandang ke arah timur, sepanjang Sabtu malam hingga Minggu fajar. Beberapa rahib bahkan melakukannya dengan berdiri dan dengan tangan teracung, melambangkan keikutsertaannya di dalam kebangkitan Kristus. Gereja Roma hingga kini merayakan Natal pada 24 Desember, Paska pada Sabtu setelah petang, dan (dahulu) Pentakosta juga pada Sabtu malam. Gereja Ortodoks juga merayakan Epifania pada 5 Desember (malam). Lantas, beberapa hari raya besar juga dilaksanakan sejak satu malam sebelumnya. Semisal, All Saints’ Day (Peringatan Semua Orang Kudus) 1
November dirayakan satu malam sebelumnya. Beginilah kemudian kita memahami bagaimana Martin Luther berkesempatan mengajukan dalil2 protesnya di pintu Gereja Wittenberg pada 1514 itu.
Masyarakat umum pun terbiasa menyambut dan merayakan peristiwa peringatan besar pada satu malam sebelumnya. Maka kita mengenal Malam Takbiran, 31 Desember, dan 16 Agustus-an, dsb.
Jadi, kalau ada Jemaat GKI yang merayakan hari Minggu pada Sabtu setelah petang, kita dapat memahaminya dengan kacamata tsb.; yang bukan karena ikut2an Yahudi atau Katolik, namun karena kelazimannya. Yang kemudian perlu dijernihkan – menurut hemat saya – adalah perihal alasan2nya. Kalau demi alasan bahwa Minggu adalah waktu orang jalan2 ke Puncak atau ke Kaliurang, sehingga Minggu sepi lantas memilih Sabtu, alasan ini tentu menyedihkan. Namun, dalam rangka mencari alternatif waktu lain di luar Minggu karena kehadiran umat mem-bludak sekalipun telah dibuat 4-5 kali ibadah, kemudian dibuatlah ibadah Sabtu malam, maka alasan ini lebih berterima.

Rasid Rachman

Ibadah Sabtu

Untuk memenuhi kebutuhan jemaat, maka GKI Klaten mengadakan ibadah pada hari Sabtu. Jika Anda memiliki keperluan pada hari Minggu dan sempat beribadah, maka Anda dapat beribadah pada hari Sabtu.  Ibadah Sabtu yang diselenggarakan pada pukul 18.00 ini bernuansa kreatif-ekspresif.

Ibadah Sabtu

Band Remaja

Photobucket

Ibadah Sabtu

Anak-anak memeluk papa masing-masing sebagai tanda kasih sayang

Ibadah Sabtu

Ini peristiwa langka. Anak pendeta memeluk papanya yang sedang memimpin ibadah.
Ibadah Sabtu
Ibadah Sabtu

Duet Alan dan Elis
Ibadah Sabtu
Ibadah Sabtu

Ibadah Sabtu

Yona
Ibadah Sabtu

Serunya Ibadah Pra Remaja


Ibadah Pra Remaja

Ibadah Pra Remaja GKI Klaten

Ibadah Pra Remaja GKI Klaten

Ibadah Jumat Agung

Ibadah Jumat Agung di GKI Klaten diselenggarakan dua kali, yaitu pada pukul 7 pagi dan pukul 5 sore. Pada ibadah pagi yang dilayani oleh pdt. Pelangi Kurnia Putri, diputar cuplikan film penyaliban Yesus dan Tujuah Ucapan Yesus di kayu salib. Hal ini untuk mengiingatkan jemaat lagi atas bahan-bahan Pendalaman Alkitab yang sudah mereka bahas dalam menghayati masa-masa pra paskah.

Sedangkan pada sore hari, ibadah dilayani oleh pdt. Phan Bien Ton. Pada saat liturgi persembahan, jemaat tidak memberikan persembahan uang, tapi mempersembahkan hidupnya yang disimbolkan dengan penghormatan salib. Dengan didahului oleh pendeta, majelis, kemudian majelis jemaat masing-masing menempelkan tangan kanan pada salib yang diletakkan di depan mimbar. Sementara tangan yang kiri memegang dada. Dengan penuh khidmad, lebih dari 300 pengunjung mengikuti prosesi ini.

Photobucket

Ibadah sore dilayani pdt. Phan Bien Ton

Photobucket

Pnt. Yohanes Wahyudi memberikan penghormatan
Photobucket

Pnt. Agus Mulia dan Pnt Budi Hakim memberikan penghormatan salib
Photobucket
Photobucket
Photobucket
Photobucket
Photobucket
Photobucket

Ibadah Rabu Abu

Umat kristiani di Indonesia menandai awal penghayatan masa pra paskah dengan mengadakan ibadah Rabu Abu, 25 Februari. Di GKI Klaten, ibadah dilayani oleh Bono Wiratmo, dosen Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) dan dihadiri sekitar 250 jemaat.

Dalam khotbahnya, mantan imam dari Yesuit ini memaparkan bahwa puasa merupakan sebuah olah rohani yang akhir-akhir mulai ditinggalkan oleh umat kristiani. Dalam olah rohani ini terdapat tiga dimensi, yaitu doa, sedekah dan puasa. Semuanya diajarkan dan dilakukan oleh Yesus. Pada bagian lain, dosen di Universitas Sanatha Darma ini juga menguraikan Mazmur 51 yang merupakan salah satu mazmur pertobatan yang sangat indah. Mazmur ini terbagi menjadi empat bagian. Bagian pertama merupakan pengakuan pemazmur atas kasih setia dan rahmat Allah yang besar. Bagian kedua, pemazmur mengakui segala dosanya dan memohon pengampunan Allah. Bagian keempat berisi perasaan sukacita dari orang-orang yang telah diampuni. Bagian keeempat, tindakan pemazmur untuk memberitakan perbuatan Allah.
Selepas pelayanan Firman dilanjutkan dengan prosesi pengolesan abu. Semua jemaat maju ke altar untuk mengoleskan abu di kening mereka sendiri.
****
Masa pra paskah merupakan masa dimana umat mempersiapkan diri untuk memasuki masa raya gereja. Pra paskah tidak diisi melulu dengan dukacita dan pergumulan berat, tetapi juga kesukaan dan pengharapan sebab di sinilah waktu dan kesempatan gereja untuk menghayati peristiwa salib Kristus. Masa pra paskah adalah kesempatan spiritual umat untuk lebih mengenal kasih Allah melalui pertobatan yang sungguh-sungguh.
Istilah “pra paskah” hanya digunakan di Indonesia. Bahasa lain menggunakan kata lent atau lenten (Inggris) yang artinya musim semi. Dalam bahasa latin disebut quadragesima, artinya ”empatpuluh”.
Hari pertama sebagai pembuka masa pra paskah adalahg dengan ibadah Rabu Abu. Abu dipakai sebagai kiasan yang berarti tak berharga (Yes. 44:20) dan memuakkan (Ayub 30:19), kesengsaraan (Mzm 102:9; Yer. 6:26) dan malu ( 2 Sam 13:19), kerendahan diri di hadapan Allah (Kej. 18:27; Ayb 42:6) dan perasaan sedih karena berdosa (Dan. 9:3; Mat 11:21).
Nama “Rabu Abu” berasal dari ritual Gereja yang sudah ada sejak kurang lebih abad kesepuluh Masehi, yaitu pengolesan abu berbentuk salib pada kepala atau kening/dahi umat sebagai tanda kerendahan hati di hadapan Allah. Ritual itu sekaligus juga menyimbolkan perkabungan dan dukacita karena hadirnya maut ke dalam dunia sebagai upah dosa.
Untuk menyaksikan videonya, silakan klik di sini
Sumber:
Artikel “The Season of Lent” oleh Dennis Bratcher
Rasid Rachman, “Hari Raya Liturgi”, BPK Gunung Mulia
____, “Ensikopedia Alkitab Masa Kini”, Yayasan Komunikasi Bina Kasih, OMF

Rabu Abu 2009

Rabu Abu 2009

Rabu Abu 2009

Rekaman Khotbah
Dengarkan rekaman khotbah dalam acara Bina Pasutri oleh Komisi Dewasa.
Follow Me
Aktivitas Gereja
KKR Barnabas Ong KKR Barnabas Ong Retret Pasutri Bakar, bakar, bakar! Retret Pasutri
Wise Words
sms inspiratif