Isteri yang Cakap

0

Posted on : 25-10-2008 | By : GKI | In : Renungan
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

“Kemolekan adalah bohong dan kecantikan adalah sia-sia, tetapi isteri yang takut akan TUHAN dipuji-puji.” (Amsal 31:30)

Kebanyakan kaum wanita menempuh segala cara supaya selalu tampil cantik, ‘fresh‘, dan kelihatan awet muda. Mulai dari cara yang paling sederhana dan tradisional (senam/atau jalan pagi dan minum jamu), sampai dengan cara yang tidak sederhana dan mengeluarkan biaya yang menguras isi dompet (operasi plastik, sedot lemak, dll). Kalau ditanya “Untuk apa sih semua itu dilakukan?” Jawabannya, selain kalimat pada baris pertama renungan ini ya, agar disayang suami. Agar suami tidak melangkah ke rumput tetangga yang katanya juga”lebih hijau”.

Berdandan untuk jasmani memang tidak ada salahnya, tapi jangan hanya “luar”nya saja yang didandani. Kehidupan rohani, yang tidak tampak dari luar juga perlu didandani. Amsal 31:10-28 menyediakan satu set “kosmetik” untuk mendandani batin supaya menjadi cantik.

Pertama, istri yang cantik adalah orang dapat dipercaya? (ayat.11). Bagaimana orang lain mengenal Anda, apakah mereka mengenal kita sebagai orang yang dapat dipercaya atau orang yang gampang menebar gosip bahkan fitnah.

Kedua, istri yang cantik adalah orang yang mau ikut memikul dan bertanggungjawab terhadap kelangsungan hidup pernikahan dan keluarga kita (ayat.12-23) Bagaimana Anda mengelola keluangan keluarga? Berhemat atau pemboros?

Ketiga, istri yang cantik adalah orang yang hatinya penuh dengan belas kasihan, tegar, percaya pada pemeliharaan Tuhan, pandai mengucap syukur dengan apa yang ada pada diri dan keluarganya, serta takut akan Tuhan? (ayat.24-28) Sudahkah ini tampak dalam kehidupan Anda? Atau Anda masih dikenal sebagai istri yang hatinya penuh dengan kebencian, iri dan dengki terhadap sesama?

Wow…! Banyak nian syarat menjadi istri yang cakap! Mungkin banyak di antara kita yang belum memenuhi kriteria tersebut. Tapi tidak usah cemas, selagi masih ada waktu, kita masih bisa punya kesempatan untuk memperbaikinya. Bagi yang merasa sudah bisa memenuhi kriteria tersebut, jangan jumawa, tetap waspada, karena hanya TUHAN yang memampukannya.

Suami yang Takut Akan Tuhan

0

Posted on : 24-10-2008 | By : GKI | In : Renungan
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

“Sesungguhnya demikianlah akan diberkati orang laki-laki yang takut akan TUHAN.”

(Mazmur 128:4)

Seorang laki-laki bercakap-cakap dengan temannya. “Aku baru saja bertengkar dengan istriku.”

“Oh, ya. Lalu bagaimana akhirnya?” tanya temannya.

“Saat selesai, istriku mendatangiku sambil berlutut dan menundukkan kepalanya.”

“Wah hebat, dong,” ujar temannya kagum, “lalu dia bilang apa?”

“Dia berkata begini: “Hei keluar dari bawah ranjang, Pengecut!”"

Dalam kenyataan, ternyata tidak sedikit para suami yang bersikap seperti humor di atas, lebih takut sama istri dari pada takut akan Tuhan. Penyebabnya bisa banyak faktor: Mungkin karena tidak ingin ribut, tingkat pendidikan yang tidak sepadan atau bisa juga karena latar belakang sosialnya.

Renungan hari ini mengajak kita untuk melihat lebih dalam tentang kepada siapakah rasa takut dan gentar itu ditujukan! Tema kita sudah jelas, sikap takut dan gentar ditujukan kepada TUHAN! Caranya bagaimana? “..hidup menurut jalan yang ditunjukkanNya!”(ayat.1)

Artinya segala sesuatu yang dirasa, dipikirkan,diucapkan dan diperbuat tidak menyimpang dari firman Tuhan. Tidak berprasangka buruk terhadap sesamanya, tidak mudah mengumbar emosi, baik melalui kata-kata maupun perbuatan. Jujur dan tekun di dalam mengusahakan rezekinya. Demikianlah dia akan disebut orang yang berbahagia. Hai para pria! Apakah hidup Anda ingin diberkati? Takutlah pada Tuhan.

SEO Powered by SEO Boost from PcDrome.

GKI Klaten is Digg proof thanks to caching by WP Super Cache!