Membangun Keluarga yang Beriman

0

Posted on : 20-10-2008 | By : GKI | In : Renungan
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

“Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus.” (2 Timotius 3:15)

Di kehidupan ini, kita sering menginginkan keberhasilan dan kalau mungkin keberhasilan itu diraih secara cepat: cepat kaya, cepat laris, cepat sembuh, kedudukan cepat naik dan lain sebagainya. Kalau bisa, ya puji Tuhan! Tetapi yang terjadi tidaklah selalu begitu. Ada proses yang harus dilalui.

Kalau kita menginginkan keluarga kita berbahagia, kalau kita menginginkan keluarga kita beriman, maka semua anggota keluarga harus berusaha dengan sungguh-sungguh. Kita harus membangun dengan tekun. Tidaklah mungkin iman kita menjadi kuat dalam sekejap.

Dalam ayat nats kita hari ini, Paulus memberi pujian kepada Timotius anak rohaninya.Dalam hal ini, kita dapat belajar bagi keluarga kita:

1. Belajar sejak dini. Timotius mengenal Taurat Tuhan sejak kecil. Alangkah indahnya kalau dalam keluarga diadakan persekutuan untuk merenungkan dan menghayati Alkitab. Dengan demikian setiap pribadi atau keluarga kita bisa menjadi manusia yang berkhidmat, semakin bertumbuh imannya, dan mengenal Tuhan (Ayub 42:5).

2. Tekun, artinya “terus-menerus” atau “berkelanjutan”. Pengenalan akan Tuhan tidak didapatkan sekejap tetapi melalui waktu yang panjang, bahkan harus mengalami proses jatuh bangun (Ibrani 10:36).

3. Berdoa memohon Roh Kudus bekerja menolong kita, supaya dapat membangun keluarga yang beriman.

Paulus sangat menekankan perlunya pembacaan kitab suci. Sebab dari sini, kita dapat mengalami pertumbuhan iman.

AJARILAH ANAK-ANAK MERENUNGKAN FIRMAN TUHAN

0

Posted on : 17-10-2008 | By : GKI | In : Renungan
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

“Aku hendak merenungkan titah-titahMu dan mengamat-amati jalan-jalanMu” (Mazmur 119: 15)

Di dalam kitab Ulangan 6 diperintahkan agar para orangtua mengajarkan Taurat Tuhan (Firman Tuhan) secara berulang-ulang kepada anak-anak. Untuk melaksanakan perintah Tuhan tersebut pada zaman ini ternyata tidak mudah. Setiap pasangan suami istri mempunyai kesibukan sendiri-sendiri. Para orangtua dituntut untuk bekerja keras. Waktu tersita untuk kesibukan kerja sehingga perhatian untuk anak-anak berkurang.

Firman Tuhan mengingatkan kita sebagai orangtua untuk bertanggung jawab memberikan waktu bagi anak-anak. Membawa anak-anak kepada Tuhan di dalam doa bersama, membaca Firman Tuhan dan membawa mereka ke Sekolah Minggu atau ibadah. Lebih dari itu orang tua dipanggil Tuhan untuk menjadi panutan secara nyata dengan melakukan Firman Tuhan.

Barangkali kita sudah setiap hari membaca Kitab suci. Tetapi kita belum mempraktikkan atau melaksanakan Sabda Tuhan dalam hidup sehari-hari. Marilah kita mengajarkan kepada anak-anak agar dapat melakukan Firman Tuhan dan menjadi panutan bagi mereka.

SEO Powered by SEO Boost from PcDrome.

GKI Klaten is Digg proof thanks to caching by WP Super Cache!