Paduan Suara komisi Usia Lanjut membawakan lancaran Ngarengarga pelog 6. Mereka tampil dalam perayaan natal Komisi Usia Lanjut, GKI Klaten di rumah bapak Suhardjo di desa Ringinputih, Karangdowo, Klaten
Menyongsong Natal dengan melihat lagu Natal dalam nuansa budaya Jawa. Himne “Ya Tuhan Tiap Jam”, dinyanyikan oleh Persekutuan Ruth dengan iringan karawitan “Pusporini.”
Mereka menyanyikannya dalam perayaan Natal Kowulan di rumah bapak Suharjo, Karangdowo, Klaten
Ada yang unik dalam perayaan Natal Komisi Warga Usia Lanjut [Kowulan] tahun ini. Lagu yang dinyanyikan dalam rangkaian ibadah Natal adalah tembang berbahasa Jawa dan akan diiringi dengan gamelan. Bahkan votum dan salam juga akan dinyanyikan dengan gaya suluk [nyanyian dalang saat mementaskan wayang] oleh pdt. Emeritus Petrus Sukadi.
Demi kelancaran ibadah, maka seluruh anggota persekutuan Kowulan dan persekutuan Ruth [persekutuan janda-janda] mengadakan gladi bersih di pendopo milik rumah bpk. Suharjo di desa Ringin Putih, kecamatan Karangdowo, Klaten, berjarak sekitar 20 km dari kota Klaten. Dengan menumpang empat mobil, mereka berangkat dari Klaten pukul 9 pagi. Sesampai di lokasi, para pengrawit dari grup Karawitan Pusporini sudah bersiap.
Cara ibadah seperti ini adalah pengalaman baru bagi sebagian jemaat GKI Klaten, terutama emak-emak keturunan Tionghoa. Maka patut dimengerti kalau mereka masih sering salah dalam melafalkan syair-syair dalam berbahasa Jawa. Meski begitu mereka melakukan dengan antusias. Mereka bahkan merencanakan akan membentuk kelompok karawitan di Klaten dan minta pada pelatih karawitan Pusporini supaya melatih mereka juga. Gladi bersih ini berlangsung hingga pukul 14.00

Persekutuan Ruth berlatih
Ada suasana baru dalam perayaan Natal Komisi Warga Usia Lanjut (Kowulan), Selasa 9 Desember. Tempatnya tidak di gereja jago, tapi di kaki gunung Merapi, di tengah-tengah suasana pedesaan. Tepatnya, mengambil tempat ibu Rutsanto di desa Kalikajar, Karangnongko,Klaten.
Setelah lebih dulu berkumpul di gereja, sekitar 46 warga jemaat yang sudah sepuh berangkat bersama-sama ke Karangnongko. Di sana sudah ada beberapa jemaat GKJ Karangnongko yang ikut bergabung untuk merayakan bersama-sama.

Suasanan perayaan sangat teduh dan sejuk, diiringi oleh derai rintik hujan. Acara ini dmeriahkan oleh paduan suara Ruth dan pasuan suara Kowulan. Firman Tuhan disampaikan oleh pdt. Agus Sugiyarto dari GKJ Karangnongko. Pada bagian akhir, ditampilkan drama pendek yang dibawakan oleh pdt. Deni Dengah dkk.


Pdt. Agus Sugiyarto




















0