Keterbatasan Tak Boleh Membatasi

0

Posted on : 25-12-2009 | By : GKI | In : Umum
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

“[Maria] melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan.”(Lukas 2:7)

Malam itu, langit di lereng pegunungan Alpen, Austria, terlihat cerah. Namun Joseph Mohr berjalan menulusuri jalan setapak dengan hati gundah. Dia tidak bisa menggunakan organ gereja untuk pementasan drama Natal, karena alat musik itu rusak akibat digigiti tikus.

Dari puncak bukit, Mohr melihat pemandangan di bawahnya. Dia terpesona pada kerlap-kerlip lampu-lampu yang memancar dari dalam rumah penduduk. Suasananya sangat sunyi dan teduh. Pemandangan itu melanturkan angan-anganya pada suasana malam ketika Kristus lahir di kandang Betlehem. “Malam sunyi! Malam kudus!” Kata-kata itulah yang yang tiba-tiba terlintas di benak Mohr.

Mohr buru-buru pulang dan segera menuliskan baris-baris puisi yang meluap dari hatinya. Keesokan harinya, dia menemui Franz Xaver Grüber, seorang guru desa dan pemain organ gereja. Dia meminta dibuatkan melodi untuk syair itu.

Malam Natal tahun 1818, Mohr menyanyikan syair gubahannya dengan iringan gitar Grüber. Itulah pertama kali lagu “Malam Kudus” diperdengarkan. Sejak itu, lagu ini menjadi “lagu wajib” pada setiap perayaan Natal.

Keterbatasan sarana bukanlah sebuah alasan untuk menghentikan tugas panggilan kita. Maria dan Yusuf tidak mengeluh ketika hanya mendapat kandang binatang karena penginapan telah penuh. Padahal Maria sedang mengandung Juruselamat dunia. Meski dengan penuh keprihatinan, Maria dan Yusuf tetap melanjutkan panggilan Allah yang telah disampaikan oleh malaikat Gabriel. Bahkan dengan kreatif Yusuf menggunakan tempat pakan ternak sebagai tempat tidur bayi. Inilah semangat yang bisa kita petik dari peristiwa Natal[Purnawan].

SMS from God: Manusia diberi daya cipta oleh Allah untuk bekerja secara kreatif di dalam menanggapi panggilan Tuhan.

Ibadah Malam Natal

0

Posted on : 25-12-2009 | By : GKI | In : video
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

Ibadah malam Natal di GKI Klaten diselenggarakan pukul 18.00 dan 22.00. Masing-masing kebaktian dihadiri 400 orang lebih dan berlangsung khusyuk

Selamat Natal dan Tahun Baru

1

Posted on : 22-12-2009 | By : GKI | In : Umum
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

Selamat Natal

Majelis dan Jemaat GKI Klaten mengucapkan:

Selamat Natal 2009

dan

Selamat Tahun Baru 2010

Foto Perayaan Natal Komisi Anak

0

Posted on : 20-12-2009 | By : GKI | In : Foto, Warta Jemaat
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

Natal Sekolah Minggu

Perayaan Natal Komisi Anak GKI Klaten
Kirana
Natal Sekolah Minggu

Read the rest of this entry »

Selamat Natal dari Komisi Anak

0

Posted on : 18-12-2009 | By : GKI | In : Warta Jemaat, video
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

Komisi Anak GKI Klaten mengucapkan: “Selamat Natal 2009 dan Tahun Baru 2010″

Perayaan Natal Sekolah Minggu

0

Posted on : 18-12-2009 | By : GKI | In : Warta Jemaat, video
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

Sekolah Minggu GKI Klaten telah mengadakan perayaan Natal tanggal 18 Desember 2009 di GKI Klaten. Perayaan yang dihadiri lebih dari 300 anak dari induk, bajem Pesu, bajem Mireng dan pos Karangri ini dimeriahkan dengan pertunjukan operet kelahiran Yesus

Surat Penggembalaan BPMS dalam rangka Natal

0

Posted on : 17-12-2009 | By : GKI | In : Warta Jemaat
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

Badan Pekerja Majelis Sinode

GEREJA KRISTEN INDONESIA

Surat Penggembalaan dalam rangka Natal 2009

Saudara-saudara anggota jemaat dan simpatisan GKI yang kami kasihi,

Ada fenomena menarik dalam berbagai peristiwa penting yang terjadi pada tahun 2009 ini. Fenomena itu adalah lahirnya kesadaran rakyat untuk membela mereka yang dinilai telah menjadi korban penindasan. Dalam kasus yang menyudutkan dua petinggi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), lebih dari sejuta rakyat yang pengguna Facebook secara spontan menyatakan dukungannya kepada Bibit dan Chandra. Dalam kasus Prita, dukungan rakyat diwujudkan melalui aksi damai, yaitu mengumpulkan koin guna membantunya membayar denda kepada RS. Omni Internasional. Hebatnya, jutaan rakyat berbondong-bondong rela memberikan koin mereka untuk Prita. Koin yang terkumpul pun melebihi nilai yang mesti dibayar. Reaksi spontan rakyat menjadi kekuatan yang memaksa aparat, pemerintah dan pengadilan mengubah keputusan mereka. Bibit dan Chandra dibebaskan dan bahkan dikembalikan pada fungsi mereka sebagai anggota KPK. Sedangkan dalam kasus Prita, RS Omni Internasional langsung Pritamencabut tuntutannya. Kedua fenomena ini menunjukkan bahwa rakyat Indonesia telah “lahir kembali”. Sinergi kekuatan rakyat ‘kecil’ mampu membuka borok kebohongan para petinggi yang selama ini memicu ketidakadilan dan penindasan. Rakyat Indonesia lahir kembali. Rakyat tidak mau dibohongi. Tidak rela ditipu! Rakyat Indonesia menunjukkan bahwa mereka bukan obyek dungu yang cuma tahu menantikan apa pun keputusan para petinggi. Rakyat Indonesia lahir kembali menjadi sebuah gerakan, yaitu gerakan damai. Suatu gerakan tanpa senjata! Tanpa kebencian! Bahasanya adalah bahasa moralitas yang sejuk. Bahasa rakyat adalah bahasa perdamaian. Bahasa perdamaian selalu muncul dari kematangan, dari hati nurani. Melawan gerakan rakyat adalah melawan panggilan untuk berdamai: berdamai dengan hati nurani itu sendiri. Itulah peristiwa natal!

Nun jauh di Betlehem pada 2000-an tahun lalu, Yesus lahir dalam kesederhanaan tetapi dalam kedamaian. Malaikat Tuhan pun menyambut kelahiran Sang Mesias dalam nyanyian “Kemuliaan bagi Allah di tempat yang maha tinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepadaNya.” (Luk. 2:14). Yesus lahir di tengah perselingkuhan agama dan politik yang menyebabkan penindasan dan ketidakadilan terhadap rakyat kecil. Para elite hidup tanpa hati nurani. Perdamaian absen dari hati penindas dan dalam eksistensi yang tertindas. Pada saat itulah Yesus hadir! Ia hadir di saat petinggi kehilangan arah. Saat jelata kehilangan asa. Saat semua jalan seolah buntu! Saat alternatif pun tiada! Yesus lahir saat sinar lilin pengharapan redup. Saat kegelapan! Kekelaman! Dalam Kegamangan hidup! Yesus hadir dan lahir. Ia sudah di sana! Ia hadir sebagai bayi yang kecil, seolah tidak berdaya.
Nativity
Pesan yang mau disampaikan pada peristiwa natal itu adalah ini. Betapa pun kecilnya, pengharapan itu selalu ada di sana. Pengharapan tidak pernah hilang dan tidak boleh hilang. Dunia akan berjalan anarkis tanpa keterlibatan Allah. Allah hadir memberi hati yang damai kepada para penindas. Yesus lahir menyediakan perdamaian bagi yang ditindas. Perdamaian adalah situasi tanpa kebencian, tanpa penindasan, tanpa permusuhan dan peperangan. Perdamaian adalah saat semua orang menyapa yang lain sebagai saudara dan saudari. Perdamaian adalah saat kita menggeliat dalam gerakkan untuk melayani dan berbagi. Perdamaian adalah saat mereka yang mendapatkan pelayanan menatap anda dengan haru dan berbisik nyaris tanpa suara “terima kasih!” Perdamaian adalah saat anda berdamai dengan diri anda, dengan semua orang bahkan dengan yang memusuhi anda. Perdamaian adalah seperti bayi Yesus yang terus bertumbuh dan ditumbuhkan. Perdamaian harus dipelihara dan dijaga setiap detik. Perdamaian adalah jati diri kita sebagai manusia sejati ciptaan Allah, Sang Pengasih!

Dalam kerangka pemaknan natal seperti itu, Badan Pekerja Majeli Sinode Sinode GEREJA KRISTEN INDONESIA mengucapkan Selamat hari Natal 2009 dan Tahun baru 2010. Kiranya pengharapan dari Tuhan kita Kristus memberikan kekuatan dan perdamaian bagi kita semua.

Pdt. Dr. Albertus Patty Pdt. Dr. Lazarus H. Purwanto

Ketua I Sekretaris Umum

SEO Powered by SEO Boost from PcDrome.

GKI Klaten is Digg proof thanks to caching by WP Super Cache!