Pelayanan Kesehatan

0

Posted on : 15-03-2009 | By : GKI | In : Warta Jemaat
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

Berikut ini foto-foto kegiatan Pelayanan Kesehatan yang dilakukan oleh GKI Kayuputih di desa Karangri, Trucuk, Klaten
pelayanan kesehatan di karangri (4)

pelayanan kesehatan di karangri (3)

pelayanan kesehatan di karangri (2)

pelayanan kesehatan di karangri (1)

pelayanan kesehatan di karangri

Apa Indahnya Jadi Majelis?

0

Posted on : 25-11-2008 | By : Purnawan | In : Umum, Warta Jemaat
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

“Apakah menjadi majelis itu sebuah pengalaman yang indah?” Pertanyaan ini dilontarkan oleh Samuel Gunawan dalam Persekutuan Majelis dan pasangannya di GKI Klaten, Selasa 25 Nopember. Kalau mau jujur, sebagian besar majelis mendapat pengalaman yang tidak menyenangkan selama menjadi pejabat gerejawi ini. “Meskipun dalam lembaga kerohanian, tetapi ada juga intrik dan permainan politik di gereja,” papar pengusaha furniture yang berorientas ekspor ini. “Jika di dalam dunia kerja kita mengenal office politic, maka di gereja ada church politic. Sebagai contoh, ada anggota majelis yang marah-marah karena anaknya harus mengikuti seleksi dalam rekrutmen Guru Sekolah Minggu. Dia menganggap anak majelis tidak harus menjalani proses seleksi untuk menjadi Guru Sekolah Minggu.”

persekutuan_majelis

Selanjutnya mantan ketua majelis ini menceritakan pengalaman pribadinya. Ketika menjadi ketua majelis, dia malah sering mendapat cemooha daripada penghargaan. Dia mencontohkan, begitu terpilih menjadi ketua majelis, dia langsung melakukan banyak perubahan. “Saya membentuk badan pemeriksa keuangan. Setiap laporan keuangan dari badan pelayanan harus diaudit,” papar Samuel Gunawan. Ketika dia menemui selisih di dalam laporan keuangan, maka dia mewajibkan pengurus untuk mengganti kekurangan uang itu dari kantong pribadinya.

samuel_gunawan

Kebijaksanaan ini mendapat tentangan dari anggota majelis lain. Mereka menganggap Samuel telah mengelola gereja seperti mengelola perusahaan. Tentu saja Samuel menolak tuduhan ini.”Kita ini sedang mengelola uang Tuhan. Kalau terhadap perusahaan saja kita harus mengelola dengan sangat berhati-hati, apalagi kita sedang mengelola uang dari Tuhan. Kita harus mempertanggungjawabkan setiap sen. Bagaimana kita bisa memotivasi jemaat untuk memberikan persembahan jika kita tidak beres dalam pertanggungjawaban keuangan?”

Semua pengalaman ini akan menjadi kenangan pahit karena kita tidak memiliki perspektif yang benar dalam pelayanan. Untuk menghindari ini, setiap anggota majelis perlu memahami skenario besar Allah. Apa itu Skenario besar Allah? Samuel Gunawan lalu menyampaikan dalam beberapa pokok pikiran:

  • Manusia itu telah berdosa dan rusak total
  • Oleh sebab itu, manusia harus dihukum
  • Namun Allah memutuskan untuk menyelamatkan umat manusia dan dunia.
  • Allah menghimpun orang yang diselamatkan ke dalam gereja
  • Allah menugaskan dan memakai kita.

“Kita tidak boleh melupakan skenario besar ini sehingga kita tahu indahnya pelayanan karena Allah memakai kita,” tekan Samuel Gunawan,” Sebenarnya dengan memakai kita dalam pekerjaan-Nya, Allah itu malah direpotkan. Bagi Allah, akan lebih mudah merampungkan semua pekerjaan-Nya dengan memakai malaikat.”

“Tetapi mengapa Allah tetap memakai kita? Sebab Allah ingin mendewasakan dan melatih kita supaya semakin serupa dengan Kristus.Pelayanan dan kehidupan keseharian adalah satu-satunya cara yang dipakai Allah untuk memproses kita. Tidak ada cara lain,” kata Samuel Gunawan. Untuk mengakhiri penuturannya, dia mengutipkan sebuah pernyataan yang indah: “Allah MENERIMA kita APA ADANYA, namun Ia TIDAK akan pernah MEMBIARKAN kita TETAP APA ADANYA.”

[purnawan]

Pelayanan Pengobatan Gratis

0

Posted on : 13-11-2008 | By : GKI | In : Umum
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

Pelayanan Pengobatan Gratis GKI Klaten

Tempat: SMP Kristen Klaten

Tanggal: 18 Nopember 2008

Pelayanan Pengobatan

Bu Titik Makhrus memeriksa tensi

Pelayanan Pengobatan

Dokter Hendropriyono memeriksa pasien

Pelayanan Pengobatan

Ruang tunggu darurat

Pelayanan Pengobatan

BNS memimpin doa

Apa Kerjamu di Sini?

0

Posted on : 10-11-2008 | By : GKI | In : Kesaksian, Renungan
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

Oleh: Dyah Widyastuti

Sabtu sore, 9 Nopember 2008, saya mempersiapkan diri untuk persiapan bercerita kepada anak-anak Sekolah Minggu, tanggal 16 Nopember. Saya memulainya dengan renungan pribadi dengan membaca 1 Raja-raja 19:9-18. Pada perikop ini diceritaka tentang Allah yang menyatakan diri kepada nabi Elia di gunung Horeb.

Dyah Widyastuti

Elia bukan nabi biasa. Allah menyertai Elia sepanjang hidupnya. Meski begitu, ketika dia mendengar ancaman pembunuhan dari Izebel, timbul perasaan takut dan gentar dalam diri Elia. Dia menjadi patah semangat dan merasa seolah-olah berjuang sendiri. Elia merasa Tuhan telah meninggalkannya sendirian.

Melihat hal ini, Tuhan mendatangi Elia dan bertanya, “APAKAH KERJAMU DI SINI, hai Elia?” Tuhan bertanya sebanyak 2 kali, seperti diceritakan dalam ayat 9 dan 13.

Elia menjawab, “Aku bekerja segiat-giatnya bagi TUHAN, Allah semesta alam, karena orang Israel meninggalkan perjanjian-Mu, meruntuhkan mezbah-mezbah-Mu dan membunuh nabi-nabi-Mu dengan pedang; hanya aku seorang dirilah yang masih hidup dan mereka ingin mencabut nyawaku” (1 Raja-raja 19:10).

Dialog antara Elia dan Tuhan ini membuat saya merenung. Saya merasa seolah-olah menjadi Elia yang berhadap-hadapan Tuhan. ” Apakah kerjamu di sini, hai hamba-Ku Dyah?” tanya Tuhan.

Saya ingin memberikan segudang jawaban. Saya ingin melaporkan bahwa saya sudah bekerja sebagai pendidik, sebagai konselor dan sebagai Koordinator selama sekitar 28 tahun. Saya juga sudah bekerja di dunia pendidikan sebagai anggota Komite Sekolah, sampai sekarang. Saya juga masih aktif melayani di gereja. Tapi apakah jawaban ini yang memang dikehendaki Tuhan?

Saya kira bukan itu. Pertanyaan itu bukan ditujukan pada hasil kerja saya selama 28 tahun, melainkan pada APA yang SEDANG saya kerjakan di SINI, hari ini! Saya merenungkan kembali, apakah saya sudah memberikan yang terbaik dan akan memberikan yang terbaik selama saya hidup kepada Tuhan.

Hari ini, 9 Nopember, tepat enam tahun saya memasuki masa pensiun. Saya bersyukur Tuhan masih mengizinkan hamba-Nya ini untuk melayani-Nya dengan segala kemampuan, keterbatasan dan kesehatannya. Saya percaya tangan Tuhan memintal dan menenun hamba-Nya supaya memiliki iman yang sungguh-sungguh dan tangguh. “Apakah kerjamu di sini?” Pertanyaan ini diajukan Allah kepada Elia ketika dia merasa patah semangat. Apa yang telah saya lakukan dan akan saya lakukan untuk Tuhan, keluargaku, sesama, sekolah dan gereja yang saya cintai? Izinkan saja menjawab,”Saya ingin bekerja segiat-giatnya bagi Tuhan, Allah semesta alam.”

Keluarga yang Melayani Tuhan

0

Posted on : 14-10-2008 | By : GKI | In : Renungan
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

Renungan Bulan Keluarga GKI Klaten

“Di situ diadakan perjamuan untuk Dia dan Marta melayani, sedang salah seorang yang turut makan dengan Yesus adalah Lazarus.” (Yohanes 12:2)

Kisah tentang Yesus yang diurapi dengan minyak ini amat terkenal di dalam Injil. Dalam Injil Yohanes, kisah ini dikaitkan dengan kisah kebangkitan Lazarus (Yoh.11). Sesudah Lazarus dibangkitkan, Yesus dijamu oleh keluarga Betania ini dengan penuh ucapan syukur. Bahkan Maria mengurapi Yesus dengan minyak narwastu yang amat mahal harganya.

Di sini kita dapat belajar bahwa pelayanan yang penuh ketulusan dan murah hati bagi Tuhan hanya muncul kalau keluarga itu sudah merasakan rahmat Tuhan. Hal ini seperti yang dialami oleh keluarga di Betania ini. Mereka mengucap syukur karena Tuhan telah memberikan kebaikan yang berlimpah-limpah kepada mereka.

Dengan demikian, pelayanan kita merupakan ucapan syukur yang mendalam dan penuh ketulusan. Sudahkah kita mencoba menghayati betapa besarnya rahmat Tuhan dalam keluarga kita masing-masing? Bercermin dari keluarga di Betania, selayaknya keluarga kita pun juga melakukan pelayanan untuk menunjukkan rasa syukur kita? Apa yang dapat dilakukan oleh keluarga Anda di dalam pelayanan?

SEO Powered by SEO Boost from PcDrome.

GKI Klaten is Digg proof thanks to caching by WP Super Cache!