TURUN 10 KG

2

Posted on : 31-07-2008 | By : GKI | In : Kesaksian
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

Di tengah-tengah banyaknya kegiatan pelayanan dan pekerjaan pribadi yang luar biasa, teman-teman sering mengatakan, “ Kamu kok sekarang makin kurus?!” Saat itu saya memang merasa bahwa kesehatan saya turun dengan drastis. Badan terasa selalu tidak fit. Karena banyak orang yang menanyakan hal serupa, maka akhirnya saya memutuskan untuk menimbang berat badan saya. Hasilnya membuat saya terkejut. Wowww…berat saya turun drastis 10kg!!! Pantas saja kesehatan saya selalu ada masalah walau tetap bisa beraktivitas. Karena takut terjadi apa-apa, maka saya memeriksakan diri ke dokter. Bahkan bahkan tidak cuma kepada satu dokter tapi sampai banyak dokter, yang menghabiskan dana, waktu, tenaga dan pikiran (dua tahun lho!). Semuanya itu untuk mencari penyebabnya.

Dokter sendiri merasa heran dan mengatakan bahwa saya menderita stress yang tidak disadari. Hal ini, akhirnya berimbas pada pencernaan saya. Saya lalu merenungkan perkataan dokter. Dan saya pikir betul juga! Oke saya mencoba untuk lebih santai dan tidak terlalu tegang. Hasilnya kesehatan lumayan membaik tetapi berat masih tetap saja tidak mau bergerak naik walau sedikit saja.

Nopember 2003 Tuhan memberi berkat yang luar biasa lewat sepupu saya. Berkat ini samasekali tidak pernah saya duga. Bahkan mimpi pun saya tidak berani. Saya diminta untuk mewakili sepupu saya untuk pergi ke Eropa euy selama 17 hari, ke 6 negara. Fuihhh…fantastis sekali! Mama saya sebenarnya merasa keberatan karena kesehatan saya yang sering drop. Akan tetapi kakak-kakak saya menyemangati saya untuk mengambil kesempatan yang langka bin gratis ini. “Ini sekaligus untuk refreshing ‘murni’”, demikian kata mereka. Sebenarnya pada bulan Desember saya ada pekerjaan di panitia natal dan event wedding. Namun saya memutuskan untuk berangkat saja. Dalam hal ini saya berterimakasih pada teman-teman merelakan diri mengambil alih tugas saya di dua event itu.

Awal Desember saya pun berangkat. Pada waktu transit di Singapura, badan saya ‘drop’. Perut terasa mual. Kepala terkena migrain. Badan keluar keringat dingin. Jalan saya sudah limbung. Saat itu saya sudah hampir memutuskan tidak melanjuntkan perjalanan ke Eropa. Namun ketika berada di toilet, saya mendengar suara yang berkata,‘Ayo lanjuntkan…’kan ada Aku. Jangan setengah-setengah!’. Ya sudah, saya memutuskan untuk tetap melanjutkan perjalanan. Ternyata Tuhan memberikan teman perjalanan yang baik untuk mendampingi saya.

Namun setelah tiba di Roma, alih-alih menikmati city tour, pikiran saya malah kacau. Saya selalu memikirkan mama di rumah dan pekerjaan. Ada perasaan bersalah kepada teman-teman di panitia dan EO. Hingga pada saat melintasi jalan tol, Tuhan menegur saya. ”Kamu itu sudah Kuberi berkat yang fantastis malah tidak menikmati…kuatirmu kok malah lebih besar. Ayo semangat lihat sekelilingmu!!!” Saya langsung tersadar dan merubah hati-pikiran supaya lebih ‘semeleh…(bersandar pada Tuhan). Mulai saat itu saya menikmati perjalanan yang ada, bahkan tak henti-hentinya bersyukur atas berkat yang luar biasa ini. Termasuk bisa menikmati suasana Natal di sana (dulunya hanya lihat lewat film).

Karena bisa menikmati (semeleh..) saya dapat berkat yang lain, yaitu selama liburan berat badan saya naik 1 kg. Bagi saya itu adalah anugerah yang luar biasa setelah menunggu sekian tahun tidak naik-naik juga. Pulanglah saya dengan badan yang sehat dan sukacita ( cik Hana thanks ya…ternyata dikau diam-diam mengkhawatirkan kesehatan saya bahkan berdoa terus buat saya selama saya pergi..). Sejak belajar arti ‘semeleh” pelan-pelan berat saya naik mendekati ke semula.

Dari pengalaman ini saya belajar tentang arti bersandar pada Allah. Kalau kita percaya pada Tuhan itu tidak boleh setengah-setengah. Suatu proses itu ternyata menjadi indah bila kita beriman pada Tuhan. Thanks God what You have done to me….(Bernike RWB)

SELAMAT BERPROSES

1

Posted on : 27-07-2008 | By : GKI | In : Kesaksian
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

yin yinBukannya ikut-ikutan dengan Pdt. Andar Ismail yang mengarang buku seri selamat tapi saya memang senang dengan kata PROSES. Buat saya yang penting adalah prosesnya. Tapi kalau hasil akhirnya bagus, maka saya menganggapnya sebagai bonus. Tapi kalau hasilnya kurang bagus ya sudah, nggak apa-apa….yang penting saya sudah berusaha semaksimal mungkin.

Saya dilahirkan sebagai anak paling kecil di antara 3 bersaudara. Kakakku pertama laki dan yang kedua perempuan. Di sekolah dasar saya anak yang biasa-biasa saja dan cenderung pendiam. Ikut Sekolah Minggu juga ogah-ogahan karena lebih senang menonton tv- si unyil. Kalau saya hitung, saya ikut Sekolah Minggu kurang dari 3tahun. Akan tetapi saya bersyukur karena kakak saya yang perempuan selalu giat mengajak saya datang ke Sekolah Minggu.

Menginjak masa remaja saya sedikit lebih aktif. Saya tidak begitu ingat apakah saya pernah menjadi pengurus komisi remaja atau tidak. Masih pada masa remaja, sekitar kelas 2 SMP, saya diajak menjadi Guru SM. Yang mengajak adalah cik Gien Gien dan Wimmy (thanks ya buat duet mentor saya …). Saya pun mula-mula hanya sekadar ikut-ikutan saja karena masih belum PD alias percaya diri. Namun lama-kelamaan bisa juga memimpin dan mengajar anak-anak SM.

Dan di sinilah proses awal itu mulai. Saya belajar memimpin, belajar untuk berorganisasi, belajar berpikir ke depan, berkreatif, dsb. Justru di Komisi Sekolah Minggu inilah Tuhan memproses saya dengan luar biasa. Betul sekali! Sampai sekarang, saya sendiri masih heran akan perubahan diri itu. Buat saya pelayanan di ladang Tuhan tidak akan pernah sia-sia asal kita all out asal kita mengerjakannnya dengan sungguh-sungguh. Dan itu akan mempengaruhi kehidupan pribadi secara luas.

Proses berikutnya terjadi pada Oktober 1998, saya ditawari untuk mengadakan KKR se-Klaten. Kembali saya tidak percaya diri untuk menyelenggarakan kegiatan besar ini. Bagaimana sih Tuhan?! Siapa sih saya ini sampai nekat mau ngadain KKR?! Tapi setelah saya sharring dengan 4 teman saya, akhirnya kami berani mengadakannya. Awal Januari 1999, KKR itu berhasil digelar di GOR bersama GS Ministry, GMB, Pdt. Samiton Panggelah.

Apa yang terjadi? Karya Tuhan luar biasa, kami terheran-heran karena yang datang itu mencapai 4000 orang! Sekali lagi Tuhan memproses saya untuk melihat bahwa kalau bekerja bersama Tuhan, saya tidak perlu ragu-ragu. Kalau Tuhan sudah membuka pintu siapa sih yang bisa menutupnya?!

Efek yang luar biasa di dalam diri saya ini(dan mungkin teman2 seperjuangan…) membuat saya semakin yakin untuk selalu mengandalkan Tuhan dalam segala hal. Event semakin banyak kami kerjakan tapi buat saya sekali lagi bahwa Tuhan memproses dengan luar biasa. Dari tidak mungkin, jadi mungkin terjadi. Pada setiap kesulitan pasti ada jalan keluarnya. Ada sukacita tersendiri bagi saya kalau bisa melewati rintangan, dan yang lebih penting adalah Tuhan menyadarkan saya untuk bersyukur akan hal-hal yang justru simple, bukan hal-hal yang besar.

Sharring saya ini bukan untuk menyombongkan diri, melainkan sebagai ungkapan syukur saya atas karya Tuhan dalam hidup saya. Sampai saat ini saya terkadang masih heran: ‘Kok bisa ya, saya berubah seperti ini, Tuhan?’ Proses dalam hidup saya akan terus berlanjut dan saya lebih menghargai sebuah proses. Hasilnya? Terserah Tuhan saja deh….kalau bagus ya…bonus itu!!! Mari kita nikmati proses yang ada sambil mengucap syukur….selamat berproses yang positif dan GBU. (Ratnawati Bram/noel-trinity)

SEO Powered by SEO Boost from PcDrome.

GKI Klaten is Digg proof thanks to caching by WP Super Cache!